ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Anak Muda Balikpapan Diberi Pencerahan agar Bijak Bermedia Sosial

April 6, 2022 by  
Filed under Berita

Vivaborneo.com, Balikpapan — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kalimantan Timur (FKPT Kaltim), melaksanakan giat Bidang Pemuda dan Pendidikan bertempat di SMKN 4 Balikpapan.

Kegiatan ini mengambil tema Ekspresi Indonesia Muda dalam pencegahan radikalisme dan terorisme, dengan peserta berjumlah 100 orang yang berasal dari pelajar dan mahasiswa, tokoh pemuda, dan unsur pendidikan serta media massa di Kota Balikpapan.

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Kolonel TNI Czi. Rahmad Suhendro dalam paparannya mengatakan, kelompok radikal-terorisme terus membidik anak muda di dunia maya (internet) untuk dapat ditarik ke kelompok terlarang tersebut.

“Menjadi perhatian kita bersama saat ini adalah bagaimana anak muda harus bijak berinternet dan bermedia sosial karena hal tersebut merupakan strategi kelompok radikal-terorisme dalam merekrut anak muda,” ujar Rahmad, pada Rabu (6/4/2022).

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Kolonel TNI Czi. Rahmad Suhendro

Dijelaskan Rahmad, anak muda dan para pemuda sangat rentan terpapar paham radikalisme terorisme karena anak muda dan pemuda lebih banyak menggunakan internet dan bermedia sosial ketimbang golongan usia lainnya.

Disasarnya pelajar-mahasiswa dan pemuda dalam kegiatan Ekspresi Indonesia Muda ini, dijelaskan Rahmad bahwa kelompok usia pelajar SMA-SMK/sederajat inilah yang paling rentan, karena masih dalam masa      menunjukkan ekspresi dan jati diri.  Selain itu, kelompok pelajar dan mahasiswa dinilai sudah dapat menangkap dan mengembangkan nalar sehingga sudah dapat disusupi paham-paham yang menyesatkan.

Dalam paparan Rahmad Suhendro mengatakan, pemerintah melarang dan terus mengawasi beberapa kelompok yang terindikasi radikal terorisme  dan berafiliasi kepada kelompok teroris di luar negeri.

Terkait pemindahan Ibu Kota Negara Nusantara yang telah ditetapkan di Kalimantan Timur, ditegaskanya bahwa pemerintah telah mengkaji berbagai kelayakan, termasuk situasi keamanan IKN Nusantara terhadap ancaman keamanan.

Kepada peserta yang sebagian besar pelajar dan mahasiswa, Rahmad berharap anak-anak  muda di Kota Balikpapan dapat belajar dengan baik dan meraih prestasi setinggi-tingginya sehingga dapat mengawal IKN  Nusantara di masa mendatang.

“Sepuluh dua puluh tahun lagi kalianlah para pelajar dan mahasiswa serta para pemuda yang akan berperan di IKN Nusantara, sehingga masa depan Indonesia ada pada kalian,” tegas Rahmad Suhendro.

Dalam kegiatan ini, BNPT juga mengajak anak muda Balikpapan untuk turut serta dalam berbagai lomba yang diadakan, seperti lomba Video Pendek, video Vlog,  dan konten kreatif lainnya. BNPT menyiapkan hadiah puluhan juta rupiah bagi video dan konten kreatif yang terpilih untuk bersaing dengan konten kreatif lainnya se Indonesia.(vb/yul)

FKPT Sumut Libatkan Pemuda untuk Berperan Kontra Narasi Radikalisme

March 22, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Vivaborneo.com, Medan — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sumatera Utara menghelat kegiatan Pelibatan Pemuda dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme dengan Pitutur Kebangsaan. Acara yang digelar di  Hotel Radisson, Medan pada Selasa (22/3), mengambil tema “Ekspresi Indonesia Muda”.

Kegiatan ini adalah upaya melibatkan generasi muda di Kota Medan agar tidak mudah terpapar paham-paham radikalisme dan terorisme. Peserta kegiatan ini adalah siswa SMA/sederajat, mahasiswa, aktivis organisasi kepemudaan, komunitas, guru dan Dinas Pendidikan Sumatera Utara.

Ketua FKPT Sumatera Utara Drs. Ishaq Ibrahim, M.A. mengatakan kegiatan ini adalah titik awal pelibatan anak muda untuk berperan aktif dalam melawan radikalisme dan terorisme, khususnya di Kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara.

“FKPT sebelumnya telah melakukan berbagai upaya pencegahan, misalnya dengan sosialisasi di bidang pendidikan, mulai dari sekolah-sekolah hingga Universitas, workshop dan kegiatan lainnya” ujarnya.

Ishaq Ibrahim menyampaikan bahwa FKPT selalu siap untuk melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah daerah Sumatera Utara.

Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT RI, Mayjen (TNI) Nisan Setiadi, S.E.

“Berdasarkan data yang kita baca, 85% kaum milenial sangat rentan terpapar paham radikalisme dan terorisme, dan 47,3% pelaku tindak terorisme berasal dari kalangan muda. Kaum muda adalah kelompok yang sangat rentan terpapar paham-paham ini, karena banyak dan selalu berselancar di dunia maya. Mengingat saat ini, kelompok radikal dan terorisme menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan narasi-narasi radikalisme dan terorisme” tambahnya.

Berbanding lurus dengan apa yang disampaikan oleh Mayjen (TNI) Nisan Setiadi, S.E. selaku Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT RI, kegiatan ini sangat penting dalam upaya penanggulangan terorisme. Menurutnya, pemuda harus ambil bagian dengan salah satunya memproduksi konten-konten kreatif dengan mengedepankan narasi-narasi keindonesian, kebangsaan dan toleransi.

Nisan Setiadi menambahkan bahwa Sumatera Utara tidak terlepas dari ancaman terorisme. Dia berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, baik di sekolah, kampus, organisasi dan lingkungannya.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk seminar dan dialog ini,  BNPT dan FKPT Sumatera Utara berharap kegiatan ini mampu meningkatkan imun peserta dan mampu melakukan kontra narasi radikalisme dan terorisme.(Vb/*)

Perempuan, Benteng Perubahan Dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme

March 22, 2022 by  
Filed under Daerah

Vivaborneo.com, Banjarmasin, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) terus melakukan kesiapsiagaan nasional penanggulangan terorisme, melalui peran perempuan dan anak.

Acara yang dihadiri oleh Kepala BNPT komjen Pol Boy Rafli Amar ini mengangkat tema “Perempuan Teladan, Optimis dan Produktif (TOP) Viralkan Perdamaian Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme” tersebut, perempuan diharapkan menjadi agen perubahan untuk melawan paham radikal.

Ketua Forum Koordinasi Penanganan Terorisme (FKPT), Aliansyah Mahadi menyampaikan, kegiatan dari Bidang Perempuan dan Anak tersebut merupakan rangkaian kegiatan Kesiapsiagaan Nasional Penanggulangan Terorisme yang dilaksanakan oleh BNPT di daerah.

“Ini merupakan program rutin tahunan BNPT yang dilaksanakan oleh FKPT di daerah,” ujarAliansyah, didampingi Kabid Perempuan dan Anak FKPT Kalsel, Dr.Hj.Nida Mufidah, M.Pd, Selasa (22/3/2022).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala BNPT, Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin tersebut, diikuti para perempuan dari unsur pemerintah, perempuan TNI Polri, organisasi perempuan, dan muslimah agama.

Dalam kegiatan tersebut, kata Aliansyah pokok pembahasan yang ditekankan adalah bagaimana perempuan bisa menjadi agen perubahan dalam melawan terorisme.

Hal tersebut juga sesuai dengan survey yang dilakukan oleh BNPT tahun 2020, di mana index potensi radikal tersebut cenderung lebih tinggi di kalangan perempuan, masyarakat urban dan anak muda.

“Jadi konteksnya dengan kegiatan tadi sudah sangat jelas, kita mengharapkan perempuan sebagai agen perdamaian, memiliki literasi digital dan kemampuan untuk mengembangkan itu,” paparnya.

Aliansyah berharap, dengan kegiatan tersebut peran perempuan, di Kalsel khususnya harus benar-benar bisa menjadi agen perubahan, terutama di tengah era digitalisasi saat ini. Di mana sosial media mampu menjadi wadah masuknya paham radikalisme.

“Jadi peran serta perempuan untuk mencegah paham radikal melalui media sosial itu, menjadi salah satu upaya kita, bagaimana dalam hal ini Ibu atau perempuan harus sudah mampu mendidik anaknya sejak dini. Mulai tingkat PAUD hingga ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.(*)

Setiap Santri Wajib Promosikan Wajah Islam yang Damai

March 15, 2022 by  
Filed under Nasional, Religi, Sosial & Budaya

Kepala BNPT Boy Rafli Amar meminta santriwan dan santriwati untuk mempromosikan wajah Islam di Indonesia yang damai.

Vivaborneo.com, Jombang —  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Boy Rafli Amar mengajak para alim ulama untuk melindungi generasi muda dari faham radikalisme dan terorisme. Ulama harus memotivasi santriwan-santriwati untuk mempromosikan wajah Islam yang damai.

“Banyak penyalahgunaan agama untuk tujuan radikalisasi terjadi di internet, konten-konten yang mereka anggap sebuah perjuangan agama, untuk itu kyai dan alim ulama harus menjaga generasi muda Indonesia dari paparan radikalisme,” kata  Boy Rafli dalam pembukaan Santri Speech Contest yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Cinta Rosululloh Jombang pada Senin (14/3).

Hal tersebut merupakan respon atas maraknya propaganda radikal menggunakan narasi keagamaan yang tersebar di dunia maya. Penyalahgunaan agama banyak menyeret ribuan masyarakat Indonesia termasuk di antaranya generasi muda untuk bergabung dalam jaringan teror.

Fenomena ini tidak hanya menjadi momok bagi Indonesia saja, tetapi juga banyak negara. Oleh sebab itu peran tokoh agama dan santri sangat vital dalam menggiatkan dakwah yang cinta terhadap agama, negara dan sesama.

“Kalau kita ingin berdakwah, jangan lupa prinsip hubbul waton minal iman yang diwariskan ulama di Indonesia, maka semangat untuk hidup secara damai di negara kita yang penuh keberagaman ini akan membawa kedamaian bagi saudara kita yang lain,” tegas Boy.

Mantan Kadiv Humas Polri tersebut pun berharap santriwan-santriwati generasi penerus bangsa dapat menjadi agen kontra propaganda terhadap penyalahgunaan narasi keagamaan, serta menjadi duta bangsa dalam mensyiarkan agama Islam damai dan arif di seluruh dunia.

Sebelumnya, Kepala BNPT bersilaturahmi dengan pengasuh dan pengurus ponpes Tebuireng. Boy Rafli menyampaikan pentingnya penguatan nilai-nilai Islam rahamatan lil alamin yang menjadi fondasi kuat bangsa Indonesia dalam menghadapi isu radikalisme dan terorisme.

Ia mengatakan bahwa Ulama berperan sentral dalam memberikan pencerahan terhadap nilai agama dan makna persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.

“Kami terus melakukan penguatan Islam yang rahmatan lil alamin yang tentu itulah modal yang sangat baik bagi Indonesia dengan semangat toleransi, tetap menjaga persatuan dan keberagaman di negara kita,” kata Kepala BNPT.

Senada dengan Kepala BNPT, pengurus ponpes Tebuireng, Gus Abdul Hakim Mahfudz mengatakan,  BNPT dan Tebuireng memiliki visi dan misi yang sama dalam hal membangun persatuan. Selain itu, pendalaman ilmu agama dengan benar menjadi hal yang penting agar tidak terjadi salah tafsir dan penyalahgunaan narasi agama untuk melakukan kekerasan.

“Ini sesuatu yang bagus sekali, sama dengan apa yang ada di Tebuireng ini. Kami mengikuti apa yang telah ditinggalkan oleh KH. Hasyim Asy’ari yang paling utama adalah bagaimana membangun persaudaraan dan persatuan, kemudian karena ini lembaga pendidikan jadi penekanan terhadap belajar ilmu agama dengan benar jadi tidak salah menafsirkan apa yang diajarkan agama,” jelasnya. (Vb/*)

Petisi Pembubaran Densus 88 dan BNPT Dinilai tak Beralasan

September 25, 2021 by  
Filed under Hukum & Kriminal

Vivaborneo.com, Samarinda — Adanya keinginan segelintir orang yang membuat petisi untuk membubarkan Detasemen Khusus Anti Teror dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dinilai sangat tidak beralasan dan mengada-ada.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Timur (PWI Kaltim), Endro S Efendi yang dimintai komentarnya tentang adanya niatan beberapa orang yang menginginkan pembubaran tersebut.

Sejarah kelam aksi terorisme dan radikalisme di Indonesia, sudah mengoyak persatuan dan kesatuan di Indonesia. Bahkan, proses pemulihan agar kembali seperti di masa lalu, tak semudah membalik telapak tangan. 

“Di antara warga, masih terbersit rasa saling curiga dan was-was, karena trauma yang mendalam dari kejadian sebelumnya,” ujar Endro yang merupakan Alumni PPRA LVII Lemhannas RI, pada Jumat (24/9/2021).

Karena itu, tegasnya, ketika ada usulan pembubaran BNPT terlebih pada Densus 88 yang selama ini terbukti sukses menangkap pelaku aksi terorisme dan aksi radikalisme, sangat tidak beralasan. 

Menurut Endro, mencegah jauh lebih baik. Jika aksi terorisme dan radikalisme terjadi, dampaknya sangat besar dan tidak mudah mengobatinya. Dengan hadirnya BNPT dan Densus 88, bisa mencegah lebih awal, dan potensi kerusakan yang lebih besar bisa diantisipasi.  

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Kaltim (FKPT Kaltim) H. Achmad Jubaidi

“Karena itu, secara pribadi pun saya sangat tidak setuju dibubarkan. Karena proses rekrutmen pelaku aksi bom bunuh diri dan pelaku terorisme dan aksi radikalisme, sampai sekarang masih berlangsung. Sebab ini fenomena gunung es. Yang tidak terlihat masih banyak dan terus diidentifikasi,” jelas Endro yang juga merupakan mahasiswa Pascasarjana Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Aji Muhammad Idris Samarinda.

Sementara itu ditempat terpisah, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan  Terorisme Kaltim  (FKPT Kaltim) H. Achmad Jubaidi mengatakan BNPT dan Densus 88 sangat dibutuhkan mengingat ancaman intoleransi, radikalisme, terorisme, saat ini terus saja meningkat.

“Ancaman ini semakin tahun terus meningkat. Buktinya apa? Banyak penangkapan-penangkapan terduga teroris di daerah-daerah. (Setelah tertangkap) mereka ini kan perlu dibina, diarahkan. Disamping deradikalisasi juga perlu kontra radikalisasi, pencegahan. Sekali lagi BNPT dan Densus 88 tetap dibutuhkan,” tegas Jubaidi.(Vb/*)