Subscribe to Vivaborneo.com  Informatif, Santun, Tak TerbatasNews FeedSubscribe to Vivaborneo.com  Informatif, Santun, Tak TerbatasComments

ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Satlantas Polres Batu Berbagi Sayur Pada Warga Terdampak Banjir

November 26, 2021 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BATU – Satlantas Polres Batu dalam rangkaian Operasi Zebra Semeru ’21 menggelar hakti Sosial – Jum’at pada ke warga terdampak banjir di lokasi bencana Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jum’at (26/11/2021).

“Kegiatan ini merupakan kepedulian Satlantas Polres Batu terutama untuk ibu-ibu terdampak bencana banjir bandang dengan memberikan bahan sayur untuk memasak kegiatan sehari-hari,” ujar Kasatlantas Polres Batu AKP Indah Ctra Fitriani SIK.

kegiatan Bhakti Sosial dilakukan jajaran satlantas Polres Batu setiap Jum’at yang dikenal dengan “ Jum’at Berkah “. Kali ini dengan sasaran warga terdampak banjir bandang di Kota Batu beberapa waktu lalu.

Indah sapaan akrab Kasat Lantas mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan peduli sesama terutama bagi ibu-ibu yang menjadi korban bencana banjir bandang di Desa Bulukerto. Ia juga menambahkan kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Operasi Zebra Semeru 2021..

Indah bersyukur kegiatan ini berjalan lancer dan berharap sayur yang dibagi pada warga dapat memberikan manfaat bagi ibu-ibu yang terdampak bencana di Desa Bulukerto.

Salah satu warga desa Bulukerto penerima bantuannya terdampak bencana banjir bandang Fitri 28 th menyampaikan ucapan terima kasih kepada Satlantas Polres Batu yang telah berbagi sayur gratis kepada warga Desa terdampak bencana.

“Saya warga Desa Bulukerto mengucapkan banyak terima kasih kepada Satlantas Polres Batu karena sudah peduli kepada kami berbagi sayuran gratis, bantuan ini sangat bermanfaat sekali bagi kami terutama ibu-ibu yang setiap hari memasak di dapur,” katanya. (Buang Supeno)

Poltek Samarinda Desain Pembangunan Pondok Pesantren

November 20, 2021 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk membantu merancang dan membuat gambar desain Rencana Pembangunan Pondok Pesantren Bumi Pelangi Mantaaba.

Melalui Yayasan Bumi Pelangi Mantaaba, yang beralamat di Perum Bumi Sambutan Asri, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, yayasan mengajukan permohonan  kepada Polnes untuk membantu merancangbangun pondok pesantren mereka.

“Mendapat kepercayaan ini,  maka dibentuk tiga tim pengabdian sebagai tim pendamping untuk dapat menyelesaikan Gambar Rencana Bangunan dan Rencana Anggaran Biaya Pembangunan Pondok Pesantren Bumi Pelangi Mantaaba,” kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Raudah, Jumat (19/11/2021)

Dijelaskan Raudah, Yayasan Bumi Pelangi Mantaaba, telah mengajukan permohonan tim pendamping rencana pembangunan pondok pesantren ini kepada Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda.

Tim Pengabdian Masyarakat terdiri dari  Raudah Ahmad,S.ST.,M.Eng sebagai ketua didampingi Sujiati Jepriani, ST., M.Eng, Dr. Ir, Tumingan, MT, Budi Nugroho, ST., M.Eng dan Dra. Haidah, M.Pd, Garini Widosari, S.Si., M.Sc.

“Pendampingan tersebut dimaksudkan untuk membantu membuatkan Gambar Rencana Bangunan dan Rencana Anggaran Biaya Pembangunan Pondok Pesantren Bumi Pelangi Mantaaba. Karena ini memang kualifikasi dan tugas kami, maka melaui Polnes, kami membentuk tim pengabdian masyarakat untuk membantunya,” jelasnya pada Jumat (18/11/2021).

Ditambahkan Raudah, agar dapat membantu masyarakat tersebut, permohonan dari Yayasan Bumi Pelangi Mantaaba direspon oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda melalui Surat No. 175a/PL.7.4/AM/2021 tanggal 3 Juni 2021.

”Salah satu hasil pengabdian tersebut yaitu pada laporan pengabdian ini dengan judul Perencanaan Desain 3D Konsep, Gambar Arsitek dan Master Plan Pondok Pesantren Bumi Pelangi Mantaaba Samarinda,” ujar Raudah.

Yayasan Bumi Pelangi Mantaaba berdasarkan akta notaries pada 16 Oktober 2020 dengan visi “Menjadi Yayasan Islam yang maju dan terdepan di Kalimantan Timur dalam upaya mencetak generasi Qurani yang unggul, berintegritas, cerdas, amanah, dan mandiri pada tahun 2025.  (Vb/Yul)

DKP3A  Gelar Bimtek Front Office Disdukcapil

November 17, 2021 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BALIKPAPAN – Pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten/kota. Pelayanan tidak hanya dalam penyediaan dokumen yang dibutuhkan, tetapi juga petugas yang andal di bagian front office.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita mengatakan, petugas front office adalah orang pertama yang akan ditemui atau dijumpai oleh masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan. Sehingga petugas harus menguasai semua aturan, standar pelayanan dan seluruh kebijakan terkait adiminstrasi kependudukan dan pencatatan sipil.

“Agar masyarakat dapat memahami, mengenal dan dapat pengetahuan baru tentang produk-produk dari administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, termasuk situasi dan kondisi kantor,” ujar Soraya pada kegiatan Bimtek Front Office Disdukcapil Se Kaltim, berlangsung di Hotel Golden Tulip Balikpapan, Selasa (16/11/2021).

Soraya menambahkan, ruang pelayanan dukcapil bisa mengadopsi dari ruang pelayanan dan front office pelayanan swasta seperti di bank. Tata ruang yang rapi, ac, tempat duduk yang layak, antrian yang jelas, dan pelayanan yang tertib dan teratur.

“Di beberapa Disdukcapil kabupaten/kota di Kaltim sudah menerapkan design sistem pelayanan swasta ini ke sistem pelayanan publik mereka, yaitu memiliki ruang pelayanan yang nyaman dengan design modern, menggunakan sistem antrian secara elektronik, ramah terhadap lansia, penyandang disabilitas, ibu menyusui dan anak,” terang Soraya.

Ia berharap semakin baik pelayanan yang diberikan, maka kepercayaan masyarakat semakin tumbuh dengan baik, dan tujuan akhirnya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan dan tertib administrasi kependudukan.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta. Hadir menjadi narasumber perwakilan Ditjen Dukcapil Kemendagri RI Febryan Denistya Perdana, Kepala Biro Organisasi Setda Prov Kaltim Iwan Setiawan, dan Akademisi Fisipol Universitas Mulawarman Abdullah Karim. (dell)

Aliran Air Diputus PDAM, Santri Menumpang Mandi di Masjid

November 17, 2021 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TANJUNG REDEB – Nasib para santri di Pondok Pesantren Thubassalam, cukup memprihatinkan. Pondok yang terletak di Jalan Ma’arif, Kelurahan Gunung Panjang, Tanjung Redeb, Berau ini sempat 22 hari kekurangan beras.

Selain itu, selama 6 bulan terakhir, para santri harus menumpang mandi di masjid yang ada di dekat pondok. Ini terjadi karena sambungan air bersih PDAM diputus, lantaran menunggak pembayaran.

“Mau bagaimana lagi, saya merasa bertanggung jawab meneruskan perjalanan pondok ini,” sebut Neri, pengasuh sekaligus kepala MTs Ma’arif Tanjung Redeb.

Dijelaskan, pondok ini menampung 15 santri yang bersekolah di MTs Ma’arif. Para santri berasal dari berbagai kampung di Berau, di antaranya Kampung Tanjung Batu, Kampung Dumaring, Kampung Mantaritip, Kampung Seramut, Kampung Inaran hingga Kampung Merancang.

Dikatakan Neri, pondok ini didirikan oleh tokoh ulama Berau, H Asrul Sani, pada 2019 lalu. Tak hanya sebagai pendiri, tapi sekaligus juga menjadi donatur tetap. Impiannya, bisa membantu para santri bersekolah gratis dan bisa mencapai cita-citanya.

Namun, beliau tutup usia. Praktis tidak ada lagi donatur yang memberikan dukungan untuk pondok pesantren ini. Akibatnya, seluruh aktivitas pondok berjalan apa adanya, bahkan serba kekurangan. Puncaknya, para santri sempat mengalami kekurangan Beras selama 22 hari.

Tak hanya soal kebutuhan pokok, urusan kebutuhan air bersih juga tersendat. Sambungan air PDAM ke pondok ini juga sudah diputus selama 6 bulan, karena menunggak pembayaran.

Mendengar kabar ada santri di pondok yang sudah 22 hari kekurangan beras, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau memberikan bantuan beras sebanyak 100 kg melalui program Berau Taqwa.

“Kami akan memberikan dukungan tiap bulan, terutama kebutuhan pokok para santri ini,” sebut Wakil Ketua IV Baznas Berau, Maria Yosephi, saat berkunjung ke pondok tersebut, Selasa (16/11).

Maria berharap, akan semakin banyak muzaki atau donatur yang memberikan perhatian untuk para santri ini. Para donatur dipersilakan menyalurkan zakat, infak, sedekah ke Baznas Berau, agar tiap bulan bisa menyantuni para santri tersebut.

“Dengan begitu, mereka bisa belajar dengan tenang tanpa harus memikirkan besok akan makan apa,” imbuh Maria.

Terkait sambungan air PDAM, Maria menyampaikan, akan segera berkoordinasi dengan direktur PDAM untuk penyambungan kembali. “Sehingga para santri tidak lagi menumpang mandi di masjid yang ada di dekat pondok,” pungkasnya.  (*)

Asty Ajak Ortu Sayangi Anak

November 17, 2021 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SANGATTA – Dimasa pandemi COVID-19, kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak semakin meningkat. Di sejumlah daerah di Indonesia, ada saja terjadi peristiwa seperti itu.

Asti Mazar

“Kita tidak ingin kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak terjadi di Kutim. Untuk itu, saya mengajak kepada ibu-ibu, untuk terus mewaspadai tindak kejahatan seperti itu di likungkungan kita masing-masing,” kata Wakil Ketua DPRD Kutim Asty Mazar.

Politis Partai Golkar ini menjelaskan berbagai laporan kasus kejahatan menjadikan anak sebagai korban kekerasan, membuat geram dirinya. Anak yang seharusnya dilindungi dan didik dengan maksimal sebagai generasi masa depan, malah dijadikan bahan derita mereka.

“Tindakan seperti itu tidak bisa dibiarkan. Ibu-ibu yang masih suka bentak anaknya, cubit anaknya kurangi ya!,” pesan Asti.

Ia mengatakan bahwa praktek kekerasan terhadap anak bukan hanya terjadi di luar rumah namun juga bisa terjadi di dalam rumah. Untuk itu, Asti mengajak semua pihak menyerukan tindakan tegas dan saling mendukung melindungi anak.

“Pemerintah harus hadir. Kita mendorong pemerintah lebih proaktif lagi. Karena anak membutuhkan perhatian. Jangan jadikan korban kekerasan,” pungkasnya. (adv)

Next Page »