ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Asa di Balik Tumpukan Sampah dari Siti Salamah

April 3, 2022 by  
Filed under Profile

JAKARTA – Terik sinar matahari tepat di atas kepala, menambah peluh seorang pria yang tengah bekerja. Dengan menggendong keranjang, membawa tongkat besi lengkap dengan topi capingnya, berulang kali ia mengobrak-abrik tumpukan sampah berharap menemukan barang bernilai agar dapat terus mengepulkan asap di dapurnya.

Itulah gambaran seorang pemulung yang mengais rezeki yang dikenal sebagai pejuang pengolah sampah. Mengumpulkan sebanyak-banyaknya sampah untuk dijual menjadi tujuan mendapatkan penghasilan bagi keluarganya.

Di kota besar, tak jarang disuguhkan dengan pemandangan perempuan, anak-anak hingga lansia menyandang keranjang dan menyusuri jalan, mencari rejeki dengan memulung. Jangankan bersekolah, ketiadaan biaya pada akhirnya memaksa anak-anak di bawah umur turut berjibaku dengan sampah demi memenuhi kebutuhan hidup.

Sadar atau tidak banyak yang merasa iba dengan profesi yang mereka jalankan. Tapi tak banyak yang tergerak untuk melakukan aksi nyata membantu memerhatikan kesejahteraan mereka.

Adalah sosok Siti Salamah yang tak asing di kalangan pemulung di kota Tangerang Selatan, Banten. Selama bertahun-tahun Siti mendedikasikan diri untuk mendampingi ribuan pemulung di Jurang Mangu Timur mulai dari pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi.

Wanita berusia 34 tahun ini memulai aktivitasnya di lapak pemulung sejak tahun 2015.

Awalnya Siti mendirikan Rumah Pohon yang dulunya bernama Taman Maghrib Mengaji. Siti membantu anak pemulung mendapatkan pendidikan non formal sekaligus spiritual yang berdampak baik pada karakter mereka.

Melalui Rumah Pohon, Siti juga melakukan pengembangan kepada masyarakat. Bersama dengan rekan-rekannya, Siti memberikan pembinaan kepada para ibu pemulung agar mampu bersaing dan mandiri.

“Pemulung harus diberdayakan untuk mengubah stigma negatif dan menaikkan taraf hidup mereka yang terpinggirkan dan termarjinalkan”, ujar Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2021 Kategori Kelompok dari Astra Siti Salamah.

Pada tahun 2018, Siti bersama sejumlah rekannya mendirikan Waste Solution Hub, penyedia solusi pengolahan sampah terintegrasi. Waste Solution Hub atau WasteHub memberdayakan kaum marjinal terutama pemulung dalam program layanannya dan hadir memberi kesempatan kepada para pemulung untuk mendapatkan binaan dan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik.

Model Kelola WasteHub memotong proses yang bisa dipersingkat. Selama ini sampah dari rumah diambil pemulung untuk diberikan ke lapak kemudian dijual ke tempat besar melewati empat hingga lima pengepul kakap. Harga sampah plastik biasanya berkisar dua ribu rupiah per kilogram sedangkan di industri besar bisa sampai lima ribu rupiah per kilogram sehingga dengan proses yang dipersingkat, margin sebesar 2 kali lipat tersebut bisa langsung masuk ke kantong para pemulung.

Hal tersebut pada akhirnya membawa para pemulung di Jurang Mangu Timur ke level yang lebih baik. Perjuangan Siti dalam solusi pengelolaan sampah terintegrasi yang melibatkan para pemulung ini berhasil menjadikannya sebagai penerima apresiasi 12th SATU Indonesia Awards tingkat nasional untuk Kategori Kelompok yang mewakili lima bidang sekaligus, yaitu Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan dan Teknologi.

Atas apresiasi tersebut, Siti mendapatkan dana bantuan kegiatan sebesar Rp60 juta dan pembinaan kegiatan dari Astra yang dapat dikolaborasikan dengan kontribusi sosial berkelanjutan Astra yaitu Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra.

INOVASI SOSIAL WASTE SOLUTION HUB

Ibukota negara, Jakarta tidak hanya menjadi pusat pemerintahan tetapi juga telah menjadi pusat segala pertumbuhan dan perkembangan. Menurut data Kementerian Dalam Negeri, dengan jumlah penduduk sebesar 11,25 juta jiwa per tahun 2021 lalu, Jakarta menghasilkan volume sampah mencapai sebesar 8.000 ton setiap harinya.

Berangkat dari kegelisahan Siti Salamah dan rekan-rekannya atas permasalahan sampah yang terjadi, mereka menggagas kegiatan inovasi sosial yang berfokus pada pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular di daerah urban, Waste Solution Hub.

Program ini melakukan pendekatan sistem teknologi yang terintegrasi dan melibatkan multi-pihak. Ada sejumlah program pengelolaan sampah, namun kegiatan aktivitas sosial untuk turut memperhatikan kehidupan para pemulung menjadi nilai tambah dan pembeda Waste Solution Hub.

Program yang dilakukan yaitu pengelolaan sampah event dan cluster perumahan dilakukan dengan proses end-to-end untuk menambah nilai berkelanjutan. Program ini juga melakukan pelatihan intensif pemulung dilakukan untuk memberikan peluang tambahan dan keterampilan serta program konsultan keberlanjutan untuk menghilangkan risiko dan tetap berkelanjutan, untuk proyek #lesswaste atau bahkan #zerowaste.

Hingga kini, Waste Solution Hub telah mengedukasi lebih dari 23.000 pengunjung, menangani lebih dari 10 proyek, memiliki lebih dari 60 orang relawan, mengelola lebih dari 2.400 kilogram sampah, memberdayakan lebih dari 1.200 pemulung, dan mendistribusikan 3.066 paket sembako untuk pemulung.

WasteHub menargetkan dapat melibatkan setidaknya 10.000 mitra pemulung, meningkatkan 100 persen pendapatan para pemulung, menargetkan pengelolaan 1.000 ton sampah per

hari, menghasilkan 1.000 produk daur ulang serta mengembangkan 10 area pusat daur ulang serta pembelajaran di seluruh Indonesia.

Semangat Siti Salamah dan Waste Solution Hub dalam mengelola sampah dan memperhatikan kesejahteraan para pemulung sejalan dengan Sustainable Development Goals Indonesia dan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa. (*)

Model Asal Anggana Sabet Juara di Pesona Batik Nusantara 2022

March 28, 2022 by  
Filed under Profile

Shifa Nur Raisya Putri

JAKARTA – Model asal Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim ini, menunjukkan kemampuannya di ajang nasional. Pemilik nama lengkap Shifa Nur Raisya Putri ini, berhasil menyabet gelar juara di ajang Pesona Batik Nusantara 2022. Event itu digelar di Luminor Hotel Jakarta, 18-20 Maret 2022 tadi.

Dalam ajang yang digagas Direktorat Penyelenggara Event Nasional dan Internasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama Plor Management itu, Shifa mengenakan batik Kaltim dengan tema Bali Menari.

“Tema event Pesona Batik Nusantara 2022 itu memang Bali Menari. Karena itu, busana yang ditampilkan Shifa adalah perpaduan batik Kaltim dengan etnik Bali,” sebut Sariati, ibunda Shifa yang mendampingi putrinya selama beraksi di Jakarta. Ibunda Shifa yang juga sekretaris Desa Sungai Mariam inilah yang mendesain busana, hingga memberikan sentuhan make up pada wajah putrinya saat berlaga.

Dikatakan Sariati, jumlah peserta Pesona Batik Nusantara itu lebih dari 100 orang dari seluruh Indonesia. Sementara dari Kaltim, hanya Shifa yang mewakili provinsi ini.

Sepekan sebelumnya, di ajang Super Model Indonesia 2022, Shifa juga menjadi runner up alias juara kedua dalam event yang digelar di Swiss Belhotel, Mangga Besar, Jakarta itu. Event yang digelar 11-12 Maret 2022 itu juga diikuti lebih dari 70 peserta dari seluruh Indonesia. Tentu saja, prestasi yang diraih ini bukan hal yang mudah, karena harus menyisihkan ratusan peserta lainnya.

“Saya memang suka dunia model sejak kelas 3 SD,” kata putri pertama dari dua bersaudara, pasangan Aris dan Sariati ini. Sejak itu, Shifa mengoleksi banyak piala dari ajang berlenggak-lenggok di atas catwalk. Kini, Shifa yang duduk di kelas X jurusan multimedia SMK Medika Samarinda itu, semakin memantapkan dirinya berkarir di bidang ini. (*)

Supriyanto Edukasi Warga Melek Hukum

March 9, 2022 by  
Filed under Profil

DR. Supriyanto, SH. MH

Siapa yang tidak kenal DR. Supriyanto,SH MH, Kajari Kota Batu. Lapisan masyarakat dari 3 kecamatan yang ada di kota dingin Batu, langsung secara kompak menyebut.. kenal.

Supriyanto resmi dilantik menjadi Asisten bidang Pengawasan (Aswas) Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu, (9/3/2022).

Selama menjabat Kajari Batu 2 Tahun lebih,  Supriyanto banyak dikenal masyarakat, orangnya supel dan suka bergaul serta banyak ide cemerlang. Bahkan saat berbincang dengan vivaborneo terlontar ungkapan yang jarang terdengar di kalangan adyaksa. Tugas utama kejaksaan pada sisi aspek hukum.

Oleh karena itu selama dia menjabat dan dipercaya sebagai jaksa maka harus bisa merealisasikan penegakan hukum yang memberi solusi.

“Seandainya  ada masalah hukum di masyarakat maka  kita harus cari tahu awal atau inti permasalahannya, baru kita tindak sampai akarnya. Kemudian kita kasih solusi supaya tidak sampai terulang kembali. Itu konsep kinerja saya,” paparnya. Supriyanto.

Dia mengibaratkan saat membersihkan halaman rumah kotor tidak bisa hanya dengan menyapu dan membersihkan kotorannya saja tanpa mencari tahu penyebabnya. Ini hal paling penting. Setelah itu baru membenahi upaya pencegahan agar halaman rumah kita tetap bersih dan asri.

Konsep inilah sehingga.Supriyanto yang sarat gagasan dan ide mudah masuk disemua lorong dan lini heterogenitas masyarakat kota Batu dan diterima.

Supriyanto. resmi dilantik sebagai Kajari Batu dan menyerahkan jabatan sebagai Kajari Kab. Gorontalo pada bulan Agustus Tahun 2020, dan mulai beraktifitas di Kajari Batu pada  tanggal 31 Agustus 2020.

Bertugas di Kota Batu yang merupakan Kota Wisata yang memiliki keanekaragaman potensi wisata dan budaya sehingga memunculkan gagasan berbagai Program, yang intinya penyuluhan hukum bisa masuk diseluruh lapisan masyarakat dari berbagai kalangan dan kelompok yang ada di Kota Batu, dengan pendekatan tebar senyum melek hukum..

Program Supriyanto meluncur di tengah masyarakat seperti Jaga Desa (Jaksa Menjaga Desa Sejahtera), Jaksa Sahabat Jurnalis, Jaksa Sahabat Guru, Jaksa Sahabat Pemuda, Jaksa Sahabat Petani, Jaksa Sahabat PHRI, Jaksa Peduli Pariwisata, Jaksa Peduli Lingkungan, Jaksa Peduli Bencana, Jaksa Sayang Anak, Jaksa Masuk Sekolah/Kampus, Jaksa Menyapa (di RRI/Televisi).

Guna memberikan pencerahan hukum di kalangan pesantren dibuat program Jaksa Masuk Pesantren. Demikian pula dengan komunitas Penghayat dibuat program jaksa sedulur penghayat, jaksa peduli budaya/seniman mocopat serta Ngopi Saja (Ngobrol Inspiratif Sama Jaksa), Podcast Pro-Satu (Program Suara Adhyaksa Kejari Batu).

Melalui program “Jaksa Peduli Wisata” Kejari Baru bersama Disparta Kota Batu merangkul semua elemen kepariwisataan Kota Batu mulai PHRI, Fordewi, Pokdarwis dan Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, program tersebut merupakan layanan Hukum Kejari Batu untuk pengembangan Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Desa Wisata.

Tidak hanya sektor Pariwisata dan Ekonomi kreatif namun Supriyanto juga memunculkan gagasan pelestarian seni budaya salah satunya bersama Disparta Kota Batu menyelenggarakan Mocopat Idol untuk meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai kebudayaan di Kota Batu.

Supriyanto yang berasal dari Sragen kota di Jawa Tengah yang masih kental akan adat dan budaya Jawa. Beliaupun sempat menekuni dunia pedalangan dan dapat kembali menyalurkan hobinya yang telah lama tak ditekuni saat bertugas di Kota Batu.

Ibarat ikan bertemu kolam, langsung membaur berenang dengan sukaria. Terlebih, Dr. Supriyanto, juga memiliki misi untuk menyampaikan Sosialisasi Hukum kepada Masyarakat melalui media Wayang, seperti dilakukan saat sesi perpisahan dengan Warga Batu, Forkompinda, seniman dan pelaku wisata dan lainnya. Supriyanto mendalang di Singhasari Resort dengan lakon Wahyu Makothoromo, dengan pituturnya ingin menyampaikan pesan – pesan bahwa menjadi seorang pemimpin harus memberi contoh danberperilaku yang baik .

Langkah tersebut akan jauh lebih efektif, dimana Masyarakat akan lebih teredukasi tentang hukum dengan cara baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Rasa ingin selalu dekat dengan masyarakat selalu muncul dalam benak Dr. Supriyanto,  Melalui program yang terorganisir, dengan nama kegiatan “Penyuluhan Hukum Giat Jaga Desa (Jaksa Menjaga Desa Sejahtera) yang dilaksanakan secara bergantian di setiap Desa dan Kelurahan di Kota Batu.

Kegiatan ini memberikan edukasi dan sharing tentang pertanyaan-pertanyaan terkait hukum yang dihadapi oleh masyarakat Kota Batu. Keseluruhan progam-program tersebut dalam wadah PRAJA-SATU yaitu Program Jaksa Sahabat Kota Batu Kejaksaan Negeri Batu juga membentuk tim pemberantasan mafia tanah.

Upaya ini di lakukan agar masyarakat Kota Batu lebih terbantu karena adanya Praktik mafia tanah yang sangat meresahkan dan dapat berpotensi menghambat investasi di Kota Batu, yang dapat berimplikasi terhadap perkembangan perekonomian masyarakat Kota Batu.

Inisasi meningkatkan peran karyawan Kejari Batu dalam meningkatkan keterbukaan infomasi publik serta penyebarluasan tugas fungsi Kejaksaan Negeri Batu,  dibentuk tim Publikasi Kejari Batu, yang bertugas mendokumentasikan dan mengungah seluruh kegiatan Kejaksaan Negeri Batu setiap hari nya pada media sosial bagi Facebook, Instagram, Twitter, Youtube maupun Website.

Kegiatan tersebut juga sebagai salah satu sarana bagi masyarakat yang ingin menyampaiakn kritik dan saran pada Kejaksaan Negeri Batu. Kejaksaan Negeri  Batu yang senantiasa memberikan pelayanan prima dan menerapkan budaya anti korupsi kepada masyarakat.

Kejaksaan Negeri Batu, kini bukan lagi lembaga yang menakutkan melainkan sahabat yang mencerahkan.

Berkat prestasi dan kinerjanya, wajar kemudian Kejari Batu meraih Predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) Kota Batu Tahun 2021 dari Kementerian PAN RB Republik Indonesia.

Kejari Baru  terus berupaya meningkatkan manajemen perubahan, penguatan Ketatalaksanaan, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas dan Penguatan Pengawasan, serta Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

Sebagai rasa syukur atas apa yang telah diraih, Kejaksaan Negeri Kota Batu ingin lebih dekat lagi kepada seluruh Warga Masyarakat Kota Batu dengan mengadakan Jum’at Berkah dengan berbagi rezeki himpunan dari para Karyawan Kejari Batu diberikan kepada sesama yang melewati depan kantor Kejari di jalan Sultan Agung No.7, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur .

Semoga di jabatan baru Asisten pengawas ( Aswas ) di Kejati DIY, mampu mengawasi penegakan hukum sesuai amanah tugas utama kejaksaan , penegakan hukum dengan memberi solusi. (Buang Supeno)

Prangko Tanggap Bencana ‘Letusan Semeru’

February 28, 2022 by  
Filed under Profile

Oleh: EkoWahyuanto

Prangko Letusan Gunung Semeru

Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur, merupakan puncak gunung berapi tertinggi di Jawa. Tahun lalu, tepatnya 4 Desember 2021, mengalami erupsi dahsyat. Letusannya menghempaskan ribuan ton abu vulkanik, melelehkan lava pijar cair dan panas guguran, serta hujan abu. Mengakibatkan arus air bah deras,  mengalirkan material vulkanik dari lereng bagian atas, menerjang kawasan pemukiman, mematahkan kaki jembatan Glagah Perak, jalur vital transportasi kedua lokasi itu. Erupsi Semeru akibatnya, kerusakan lingkungan dan  sejumlah jiwa melayang.

Dalam upaya mitigasi dan tindakan dini terhadap bencana alam,  pemerintah mencanangkan program bertajuk “Indonesia Tanggap Bencana”. Gerak cepat dalam menanggulangi dampak bencana serta pengabdian para pegiat bencana dalam melakukan pertolongan pertama, dipotret dalam sebuah seri prangko berjudul “Letusan Semeru” terbit Senin 28 Februari 2022.

Melalui program penerbitan prangko 2022, Direktorat Pos Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo, sesuai UU No 38 tahun 2009 dan Permen Kominfo No 21 Tahun 2012 Tentang Prangko, mengangkat subyek letusan Gunung Semeru dalam tema Indonesia  Tanggap Bencana.   Seri “Letusan Semeru” ini sekaligus menjadi terbitan perdana seri prangko di tahun 2022.

Pemerintah dalam hal ini Kominfo, didukung  Kementerian Sosial selaku PIC, PT. Pos Indonesia dan Peruri, bersama Pokja Nasional Prangko telah merancang seri prangko tersebut pasca terjadinya erupsi Semeru di penghujung tahun lalu.

Prangko adalah carik kertas kecil, berukuran antara 2 X 3 cm, dicetak secara security printing, dan digunakan sebagai pengganti alat bayar pengiriman pos. Melalui prangko dapat didokumentasikan peristiwa penting seperti bencana alam, sebagai sarana pembelajaran, dengan pesan pesan pentingnya mitigasi dini bagi masyarakat terdampak.

Prangko “Letusan Semeru” ini akan menjadi dokumen penting bagi Indonesia sebagai negara dengan barisan gunung berapi terpanjang di dunia. Prangko Letusan Semeru ini dilengkapi barcode, mengarah pada web https://geologi.esdm.go.id untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kebencanaan, termasuk informasi kebencanaan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi-PVMBG. Lembaga di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral-ESDM ini, mempunyai tugas melaksanakan penelitian, penyelidikan, perekayasaan dan pelayanan di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Melalui prangko “Letusan Semeru” public dapat masuk ke portal tersebut dan melihat informasi seputar bencana geologi

Prangko dapat menjadi sarana promosi wisatake dunia internasional, betapa Indonesia memiliki keindahan alam terutama gunung berapi yang indah dan memikat. Selain itu setiap penerbitan prangko dicatatkan pada organisasi pos dunia, Universal Postal Union (UPU), sehingga pesan dalam prangko dapat mendunia.

Dalam jangka waktu tertentu, prangko “Letusan Semeru menjadi dokumen kebencanaan dan dapat dikoleksi sebagai benda collectable bernilai tinggi. Setelah diterbitkan, filatelis akan memburu benda kecil itu untuk dikoleksi dan diperdagangkan.

Jutaan tahun lalu, Pulau Jawa termasuk Jawa Timur sering dilanda bencana gunung meletus. Sebagai wilayah ring of fire di Asia Pasifik kisah runtuhnya beberapa kerajaan di Jawa juga terkait bencana alam ini. Tidak heran jika sejak ratusan tahun lalu masyarakat telah akrab dengan kisah cerita rakyat terkait meletusnya gunung berapi.

Prangko Indonesia yang mengangkat kisah dalam tema gunung berapi diantaranya; Gunung Bromo terbit tahun 1987, 2017, cerita rakyat Tengger terbit tahun 1998., Letusan Tambora terbit dalam SS tahun 2015. Disamping itu ada seri gunung 2003 bentuk trapezium ada 5 gunung, yaitu G. Kerinci, G. Merapi, G, Tambora, G. Krakatau, G. Raung. Tangkuban Prahu terbit tahun 1961. 100 Tahun Meletusnya Krakatau terbit tahun 1983.

Di Jawa Timur, kisah sukuTengger misalnya, merupakan salah satu cerita rakyat lereng Bromo, disampaikan secara turun-temurun hingga kini. Pemerintah sudah menerbitkan Prangko tentang cerita seputar kawah Bromo dan peristiwa Kasodo tahun 1987 dengan total produksi 2 juta keeping dalam seri pariwisata Indonesia. Sedangkan untuk upacara Kasodo termasuk dalam seri cerita rakyat yang terbit tahun 1998 sebanyak 5 buah gambar dan Sampul Hari Pertama – SHP dan souvenir sheet. Jadi prangko selain sebagai alat bayar juga sarana edukasi bagi generasi melenial.

Sejarah lain yang dipotret dalam prangko diantaranya, prangko bertemakan Gunung Tambora dalam tajuk Tambora Menyapa Dunia tahun 2015, yakni bertepatan dengan 200 tahun terjadinya erupsi Gunung Tambora tepatnya tahun 1915 hingga menenggelamkan satu kota, dan membuat langit dihampir seluruh belahan dunia gelap. Prangko ini dihiasi gambar berlatar belakang gugusan bukit Gunung Tambora, beberapa perempuan yang menggunakan rimpu, yaitu kain sarung yang digunakan menutupi kepala yang hanya menampakkan wajah.

Seri prangko yang terkait dengan peduli bencana alam antara lain seri Merapi tahun 1954, Tsunami Aceh tahun 2005, 200 Tahun Meletusnya G. Tambora tahun 2015, 100 Tahun Meletusnya Krakatau tahun 1983, Bencana Alam Meletusnya Gunung  Agung  tahun 1963, bencana tsunami di Flores tahun 1961 (cetak tindih), bencana alam 1953 (meletusnya  G. Sangeang Api NTB  dan banjir di Aceh), seri bencana alam tahun 1967 dan seri bencana alam meletusnya G. Kelud tahun 1966.

Kisah- kisah tragis, dan informasi tentang kebencanaan dinarasikan pada bagiaan diskripsi penerbitan prangko, sehingga prangko mencatat jejak sejarah, menjadi sarana informasi dan komunikasi serta pembelajaran yang murah dan efektif. (*)

Penulis adalah Analis Kebijakan Ahli Madya Kemkominfo – Kandidat Doktor Universitas Negeri Jakarta

Ghaib Sampurno, Dari Tangan Dinginnya Lahir  Pebliyard Unggulan

February 21, 2022 by  
Filed under Profile

Ghaib Sampurno, ketua POBSI Kota Batu

Di Kota Batu, siapa yang tidak kenal nama Ghaib Sampurno. Ketua Persatuan Olahraga Bilyard Seluruh Indonesia ( POBSI) Kota Batu. Dari sentuhan tangan dinginnya banyak melahirkan pebilyard muda yang membawa nama harum kota wisata Batu.

Jika pertama ketemu dengannya tentu tidak akan mengira jika dia penhobby olahraga tusuk bola. Penampilannya sangat bersahaja, sederhana dan pendiam, dengan potongan rambut di kuncir belakang.

Ghaib Sampurno yang lahir di Kota kelahiran Bung Karno Blitar 7 November 1963, putra seorang tentara pejuang.  Orangnya tenang dan suka menolong teman.

Sejak usia masih SMP, Ghaib begitu panggilan akrabnya  sudah mengenal olah raga bilyard. Awalnya ia hanya melihat orang bermain bilyard ketika usai pulang sekolah.

Ketertarikan olahraga tusuk bola ini terus berlanjut dengan seringnya ikut main bersama-sama temannya di rumah bola di Blitar. Akhirnya bilyard menjadikan hobby utamanya dan dari sanalah ia bisa menyekolahkan kedua putrinya hingga lulus SMAK Yos Soedarso Batu.

Ghaib tertarik main olahraga bilyard karena olahraga ini unik. Bagaimana atlet bisa memainkan  “Cue Ball (bola putih)  untuk memasukkan bola lainnya hingga habis. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dari permainan olahraga bilyard kata Ghaib.

Disebutkan, ternyata ada beberapa hal yg menarik juga daripada olahraga billiard ini, selain melatih ketangkasan, juga melatih strategi dan logika. Bola yang akan kita masukkan ke lubangnya, perlu perhitungan  juga agar berhasil. Untuk membuat arah bola yang tepat, maka kita perlu membuat perhitungan sudut , tenaga pukulan dan kecepatan moment bola tersebut,.

Menarik juga bola yang akan kita tembak, bisa jadi tak masuk ke lubangnya, tapi menghantam bola lainnya, sehingga bisa jadi  malah bola lain yang tak diperkirakan sebelumnya yang malahan masuk. Seperti hal nya dalam kehidupan sehari hari bisakita mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan. Namun tanpa diduga, dari kegagalan itu bisa mendapat sebuah keberuntungan yang tidak terduga sebelumnya. Karena itu janganlah selalu memandang negatif sebuah kegagalan.

“Kalau kita bisa berpikir positif, siapa tahu ada hikmahnya di balik kejadian tersebut. Jalan nasib tak bisa diduga kemana larinya, tapi kita bisa berencana dan berusaha kemana mengarahkan nya,” kata Ghaib..

Menurut Ghaib, bermain adalah naluri manusia, walau sudah tak muda lagi, ia tetap senang bermain, dalam bentuk permainan yang mungkin berbeda dengan permainan anak kecil.  Ada sebagian orang dewasa yang begitu kecanduan dengan permainan atau hobby nya, seperti memancing, mengutak-atik kendaraan, main musik, nonton bola dan berbagai bentuk hobby lainnya.

“Saking kecanduannya, ia malah menyepelekan hal-hal lainnya seperti keluarga,” kata Ghaib.

Terlalu kuatnya hoby main bola sodok, akhirnya Ghaib Sampurna mendirikan klub bilyard  di rumahnya yang diberi nama “ GS Bilyard “, singkatan dari namanya  didirikan tahun 2000  awalnya dengan menggunakan bola bilyard kecil.

Dua tahun kemudian 2012, memulai dengan menggunakan bola besar. Para penghobi olahraga bilyar kota Batu mengusulkan Ghaib Sampurna untuk menjadi ketua Persatuan Olahraga Bilyard Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Batu tahun 2014, bahkan sekarang sudah 2 kali periode menduduki jabatan ketua POBSI.

Ingin Jadi Ketua KONI

Semangat untuk mengembangkan olah raga selain bilyard terus berkecamuk dihati Ghaib. Oleh karena itu  jika digelar pemilihan Calon Ketua KONI Kota Batu, dirinya siap mencalonkan diri.

Daikui, Kota Batu mempunyai potensi untuk pertumbuhan kegiatan olahraga. Namun KONI belum maksimal melihatnya. Oleh karena itu dia sudah menyusun strategi untuk bisa tampil dalam jajaran KONI kedepan.

Ghaib melihat, anggaran KONI cukup besar tetapi penyaluran untuk membina setiap cabang olahraga dinilai terlalu kecil. Disebutkan cabang olahraga bilyard di bawah naungan POBSI yang dia pimpin, setiap tahun hanya diberi dana pembinaan Rp.28 juta saja. Sehingga setiap ada kejuaraan baik Kejurkot maupun ke Jurda yang diikuti atlit bilyard selalu pihaknya yang “nomboki “.

Kakek dengan 3 Cucu ini terus berkarya dalam memajukan kegiatan ke-olahragaan di Kota Apel Batu. Ia mempunyai harapan yang telah diukirnya selama ini menjadi prasasti hidupnya dan semangat anak dan cucunya kelak. (Buang Supeno)

Next Page »