ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Dirut Bank Banten Tegaskan Layanan Digital Segera Diluncurkan, Mulai dari EDC Hingga Mobile Banking

March 8, 2022 by  
Filed under Tehnologi

JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk (BEKS) atau Bank Banten berkomitmen akan terus meningkatkan dan mengembangkan layanan berbasis digital.

Layanan berbasis teknologi dan digitalisasi ini kedepannya akan menjadi solusi bagi kemudahan nasabah dan masyarakat.

Hal itu ditegaskan Direktur Utama Bank Banten Dr. Agus Syabarrudin saat menjadi pembicara di momen Peringatan HUT Ke-5 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Jakarta, Senin (7/3/2022) malam.

“Kami sudah berkomitmen layanan bank harus masuk ke sektor digitalisasi, untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujar Agus.

Ia juga menegaskan bahwa Bank Banten siap bermitra dan bekerjasama dengan SMSI untuk mengembangkan digitalisasi.

Saat ini diketahui, SMSI bersama Bukit Algoritma tengah membuat ekosistem digital untuk menjawab tantangan masa depan, yakni berupa konsep Metaverse Nusantara.

Merespon hal ini, Dirut Bank Banten mengaku tertarik untuk mensupport langkah SMSI tersebut.

“Kami juga terus menggali bagaimana sebenarnya Metaverse ini menjadi teknologi yang dibutuhkan masa depan,” ujar Agus.

Sementara tentang rencana peluncuran berbagai produk digital Bank Banten, Agus menegaskan hal itu akan terwujud dalam waktu dekat ini dan bisa selesai di tahun 2022.

Produk digital yang telah disiapkan oleh Bank Banten di antaranya layanan Mobile Banking, Cash Manajement System (CMS), hingga fasilitas Electronic Data Capture (EDC) untuk pembayaran pajak yang tersedia di setiap UPT Samsat maupun gerai-gerai Samsat di wilayah Banten.

Agus juga mengungkapkan bahwa proses persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah keluar dan bertahap bisa segera dimulai, dan yang pertama adalah sistem Electronic Data Capture (EDC).

“OJK udah ngeluarin suratnya. Persetujuan untuk segera dilakukan. Kemarin kita rapat di hari Rabu dengan OJK, dan akhirnya mereka menyepakati untuk segera di mulai, untuk yang EDC,” jelas Agus ditemui lebih lanjut usai acara HUT Ke-5 SMSI.

Dalam waktu dekat ini Bank Banten menjamin pembayaran pajak sudah bisa non-tunai dengan fasilitas EDC.

“Sudah siap kita sebenarnya, dalam proses semuanya, tinggal masalah izin (OJK) aja. Nama mobile banking kita tuh ‘Jawara’, sudah lengkap fasilitasnya seperti bank lain,” jelasnya lagi.

Layanan Mobil Banking yang akan diluncurkan Bank Banten juga nantinya bisa digunakan untuk berbagai layanan, seperti pembayaran BPJS, listrik, hingga PDAM.

“Fasilitas pembayaran seperti ada dengan BPJS, TV Kabel, HP Pasca Bayar, PLN, PDAM, Telkom, sudah ada lengkap semua dan lainnya juga,” jelasnya.

Dalam proses perijinannya, pihak OJK dalam hal ini selaku regulator tengah melakukan pengkajian, khususnya dari segi administrasi dan kelayakan.

“Kan kita udah uji coba. Sampai saat in kita uji coba. Jadi jangan sampe ada masalah di kemudian hari, itu yang OJK khawatirkan. Jadi kami mengikuti apa yang OJK minta, dan kita penuhi ketentuan adminstratifnya. Mudah-mudahan dari sisi teknologi semuanya sudah kita uji, sudah memadai dari sisi keamanan. Cyber security sudah kita jagain ‘sih’,” ujarnya.

Agus pun optimistis layanan digital Bank Banten, di antaranya Mobile Banking Jawara akan segera mendapatkan persetujuan dari pihak OJK, dan berharap bulan April mendatang sudah bisa diluncurkan.(*/wit)

Kolaborasi POLNES  dan FKM Unmul Bangun Jembatan Tipe Busur

December 21, 2021 by  
Filed under Berita, Tehnologi

Vivaborneo.com, Samarinda — Kolaborasi antara Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman (FKM-UNMUL) menghasilkan  sebuah karya  berupa  jembatan tipe busur yang ramah lingkungan.

“Saat ini, penggunaan material kayu sebagai bahan konstruksi Jembatan sederhana mulai ditinggalkan dan beralih ke jembatan beton ataupun baja. Pertimbangan durability dan kekuatan struktur” ujar Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Insan Kamil, pada Senin (20/12/2021).

Dijelaskan, dari tinjauan ekologis, kayu tetaplah material yang paling mampu diperbaharui oleh alam dibandingkan material baja maupun beton.

Apalagi, kembali ke material alam yang ecological merupakan isu dari United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang perlu didukung oleh institusi pendidikan di seluruh dunia, termasuk oleh Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) maupun  Universitas Mulawarman.

“Mengaplikasikan teori di kampus menjadi suatu pekerjaan yang nyata di lapangan. Diharapkan kolaborasi ini akan menyebarkan trend dan turut serta mensukseskan kampanye isu pemanasan global (global warming)  di dunia ini,” harap Insan Kamil.

Dijelaskannya, di lokasi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman (FKM-UNMUL) telah memiliki jembatan kayu sebagai media yang menyeberangi kanal dengan lebar 8-9 meter (m). Namun,  jembatan penghubung tersebut dibangun dengan cara tradisional dimana terlalu banyak tonggak-tonggak kayu yang dapat menutupi lalu lintas sungai serta menghambat aliran sungai dan lalu lintas di bawahnya.

Jembatan kayu tradisional yang setipe juga banyak digunakan di beberapa anak sungai Mahakam sehingga mempersempit bahkan menutup akses lalu lintas di bawahnya. Konstruksi tersebut juga mengakibatkan menumpuknya sampah yang hanyut di sungai.

Pengabdian kepada Masyarakat ini diawali dengan penentuan bentang dan tinggi bebas jembatan. Kemudian dilanjutkan dengan perencanaan dan perhitungan kekuatan material. Produksi bagian-bagian dari jembatan diproduksi di bengkel jurusan Teknik Sipil Polnes. Kemudian pada tahap perakitan dan erection dilakukan di lapangan.

Dijelaskan Insan Kamil, keunikan dari pengabdian ini adalah dalam pengapilikasian model jembatan busur yang cukup menarik sehingga diharapkan kembali dapat menjadi sebuah pilihan dalam penentuan jenis jembatan bagi pengguna.

Selain menyediakan ruang bebas kayu dengan sistem bongkar rakit, menyajikan estetika  yang lebih luas di bawah jembatan tentunya. Dimana, ruang bebas yang cukup luas dapat mengakomodir lalu lintas air di bawah jembatan.

Ditambahkan Insan Kamil, dengan melatih tukang kayu tradisional dan penyertaan mahasiswa teknik sipil Polnes dalam perencanaan dan fabrikasi jembatan tipe busur,  diharapkan dapat memberi pengalaman dan pengetahuan baru bagi masyarakat pertukang kayuan Samarinda.

 “Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didukung oleh tujuh orang dosen, lima teknisi dan 24 mahasiswa teknik sipil Politeknik Negeri Samarinda. Kolaborasi dengan FKM-UNMUL, yang memiliki kemampuan dan kurikulum promosi, diharapkan dapat memperluas dan lebih dapat diterima ide utama dalam pengaplikasian jembatan busur ini dengan segala kelebihan dan teknologinya,” ujarnya.(*/adv)

Teknik Sipil Polnes Lakukan Pemetaan Sungai Mahakam dengan Batimetri

November 9, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur, Tehnologi

Vivaborneo.com, Samarinda — Longsoran tebing sungai di bawah air dapat memicu bencana alam bagi orang yang berada di sekitarnya.

Seperti yang terjadi saat kejadian longsoran ini terjadi pada tebing sungai Mahakam yang berada di daerah sekitaran Intake PDAM Teluk Lerong, Samarinda.

Untuk mengantisipasi kejadian bencana akibat terjadinya longsoran tebing sungai Mahakam di sekitar kota Samarinda, Jurusan Teknik Sipil Politeknik negeri Samarinda (Polnes) melakukan pemetaan dan pengukuran potensi bencana dengan alat ukur Batimetri.

“Hari ini kita akan mulai mengadakan pengukuran kedalaman sungai atau kontur sungai Mahakam yang berlokasi di dekat Pom Bensin Karang Asam. Ini sebagai usaha untuk mengetahui di dalam sungai tersebut terjadi kelongsoran atau tidak,” ujar Pramono, SST, MengSc selaku Ketua Tim Pengabdian POLNES, pada Sabtu, 25 September 2021.

Tim Pengabdian diketuai oleh Pramono, SST, MengSc, dan beranggotakan Dr. Insan Kamil, serta Tommy Ekamitra S, PhD. Selain itu juga dibantu oleh tiga orang mahasiswa Polnes, sehingga diharapkan  mampu memberikan kontribusi dalam hal perencanaan Pemetaan Profil Dasar Sungai Dengan Alat Batimetri.

Alat Batimetri adalah ukuran dari tinggi rendahnya dasar laut atau sungai. Penggunaan alat ini dapat mengetahui perubahan kondisi hidrografi di suatu tempat, baik laut maupun sungai.

Menurut  Purnomo,  usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kelongsoran pada tebing sungai  dengan cara melakukan pengukuran, agar tidak terulang kembali kejadian serupa  pada tebing sungai.

Tim Pengabdian diketuai oleh Pramono, SST, MengSc, dan beranggotakan Dr. Insan Kamil, serta Tommy Ekamitra S, PhD. Selain itu juga dibantu oleh tiga orang mahasiswa Polnes.

Dengan beranggotakan tiga orang dan berkolaborasi dengan tiga orang mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda, dimulailah pemetaan profil dasar sungai dengan menggunakan alat batimetri.

“Cara pengukuran dengan alat Batimetri ini dengan kapal yang selalu bergerak ke arah hulu sungai, pelan-pelan. Jalannya  sangat pelan, agar datanya yang bisa diambil memiliki kerapatan gambar,” jelasnya.

Pramono menerangkan  data yang didapat adalah sebanyak lebih dari 1.170 titik, yang berarti data kontur sungai sangat rapat dan jelas tampilannya.

Pemetaan juga dilakukan pada bagian tepi sungai atau tebing sungai untuk mengetahui potensi terjadinya kelongsoran tebing. Dengan demikian, akan diketahui potensi kebencanaan yang dapat mengancam lingkungan maupun manusia.

“Data semakin rapat semakin bagus, dimana nanti gambar kontur bawah sungainya akan terlihat dengan jelas,” ujar Pramono.

Seorang mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda bernama salah satu mengatakan, pemetaan ini dilakukan juga pada pada lokasi yang telah terjadi kelongsoran, yaitu di bagian tepi yang longsor, kurang lebih pada kedalamannya 5,7 meter sampai 8 meter. 

Sungai Mahakam telah ratusan tahun menjadi alat transportasi bagi masyarakat yang terletak  di provinsi Kalimantan Timur dan bermuara di Selat Makassar.

Sungai dengan panjang sekitar 920 Km ini membelah Kota Samarinda melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir.

Sungai Mahakam sejak dulu memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya sebagai sumber air, potensi perikanan maupun sebagai prasarana transportasi.

Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini tim berasal dari bidang keahliannya. Tim terdiri ketua yaitu satu orang dosen dan dua orang anggota. Tim telah berpengalaman dalam melakukan berbagai kegiatan pengabdian meliputi pembinaan, pelatihan, konsultasi, pendampingan, dan pengembangan pemberdayaan masyarakat.(vb/yul/Adv)

Jurusan Teknik Sipil POLNES Beri Pelatihan Moulding dan Mebeler

October 18, 2021 by  
Filed under Daerah, Tehnologi

Vivaborneo.com, Samarinda — Sebanyak 15 orang yang memiliki profesi dan berlatar belakang tukang kayu, mendapatkan pelatihan moulding atau mebeler dari Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Samarinda (POLNES).

Kegiatan pelibatan masyarakat di sekitar kampus POLNES ini merupakan bentuk Program Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Teknik Sipil dalam pengenalan alat-alat permesinan kayu moulding atau mebel.

Kepala Jurusan (Kajur) Teknik Sipil, Dr. Ir. Tumingan, MT  menjelaskan seluruh peserta adalah warga yang tinggal di sekitar kampus POLNES dan  sehari-hari memang berprofesi sebagai tukang kayu khususnya terampil pada bidang pembuatan moulding atau mebel.

“Peserta tidak saja diajarkan praktek tetapi juga teori bagaimana cara penggunaan alat-alat permesinan pertukangan dengan lancar dan memenuhi standar keamanan dan keselamatan kerja,” jelasnya usai pembukaan pelatihan yang berlangsung di Bengkel Teknik Sipil, Komplek POLNES, pada Sabtu (16/10/2021).

Dijelaskan Tumingan,  inisiatif memberikan pelatihan bagi para pekerja bidang pertukangan moulding atau mebel di sekitar kampus POLNES  ini karena masih tingginya permintaan terhadap barang-barang furniture dan meubel. Tetapi sumber daya manusia yang ada tidak mampu memenuhi permintaan karena masih menggunakan alat-alat manual.

Selama sehari penuh, para peserta pelatihan diajarkan menggunakan beberapa mesin, diantaranya mesin  penyerut kayu, pelubang  dan pemotong kayu  hingga merangkai kayu dan melakukan finishing. Pelatihan yang diberikan selama dua hari ini berhasil membuat meja dari bahan palet bekas peti kemasan.

Dipilihnya bahan kayu limbah bekas peti kemasan ini dikarenakan harganya murah serta tekstur kayu yang ringan dan berserat bagus. Kayu yang kerap disebut masyarakat sebagai jati belanda ini cukup diminati masyarakat ketika telah menjadi barang jadi seperti meja-kursi hingga lemari dalam bentuk sederhana.

“Biasanya mereka menggunakan kayu-kayu khas Kalimantan seperti kayu Putih dan Meranti. Namun kita coba untuk memberikan alternatif yaitu kayu-kayu limbah yang harganya sangat murah dan hasil akhirnya tetap sangat menarik,” ujarnya.

Beberapa tenaga pengajar yang dilibatkan dalam kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun ini adalah, Ir. M. Salmani, MT, Erwin Natta, Arfa Hatta, Djuriadi, Parimin dan Datuk Kipliansyah.

Sementara itu salah seorang peserta, Izhar merasa bersyukur telah mendapatkan pengetahuan tentang peralatan-peralatan permesinan yang canggih yang dapat mempercepat pekerjaan.

Peserta lainnya, Muhammad David mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat karena masih banyak pengetahuan permesinan yang tidak mereka ketahui.

“Sangat bermanfaat sekali bagi kami yang tinggal di sekitar kampus POLNES karena diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan. Memang kami biasa membuat meja-kursi namun di POLNES peralatannya sangat lengkap dan kami beruntung bisa diberi kesempatan untuk praktek langsung,” ujar David.(VB/YUL)

KPU Samarinda Jamin Pelaksanaan Pilkada Sesuai Standar Covid-19

November 8, 2020 by  
Filed under Tehnologi

SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda menjamin kesehatan pemilih aman dengan pelaksanaan Pilkada sesuai dengan standar covid-19.

“Secara nasional KPU pada Pilkada ini seluruhnya menggunakan standar protokol kesehatan, ” kata Komisioner KPU Samarinda, Dwi Haryono kepada media ini.

Dwi Haryono

Komisioner KPU Samarinda Divisi Perencanaan Program, Data dan Informasi ini menyebutkan seluruh KPPS sudah dilakukan rapit tes dan semuanya dinyatakan non reaktif.

“Masyarakat jangan takut kesehatan terjamin. Semua menggunakan standar covid-19. Mulai masuk dengan mencuci tangan, disediakan sarung tangan, kemudian wajib pakai masker dan sebagainya, ” katanya.

Dia pun mengimbau kepada KPPS untuk membuat TPS di ruang terbuka dan mematuhi standar protokol kesehatan

” TPS hendaknya di ruang terbuka dan menjaga jarak dan patuhi protokol yang ada, ” tutupnya (man)

Next Page »