ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Cari Solusi Permasalahan STIPER, DPRD Kutim Bentuk Pansus

April 16, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait STIPER beberapa hari sebelumnya, DPRD Kutim segera mencarikan solusi terbaik agar permasalah cepat selesai. Unsur pimpinan menggelar rapat membentuk Pansus (Panitia Khusus) terkait hal tersebut, Kamis (14/4/2022)

Pansus menunjuk  Faisal Rachman sebagai Ketua. Kepada media ini Faisal Rachman membenarkan jika dirinya disepakati dalam rapat pimpinan untuk memimpin Pansus tersebut.

“Karena waktu terus berjalan, kami sepakat untuk bergerak cepat. Malamnya kami bertemu dengan Yayasan STIPER, untuk mendengar permasalahan yang terjadi selama ini,” kata Failsal menjelasan.

Pertemuan yang berlangusung pukul 21.00 Wita di Lignite Coffe, jalan Wahab Syahrani itu, juga dihadiri Ketua Yayasan STIPER Syaiful Ahmad, Wakil Ketua Arif dan pengurus lainnya Nurul. Sedangkan dari Pansus, selain Ketua Faisal juga ada Wakil Ketua Alvian Aswad dan Sekretaris Jimmy.

Pada kesempatan itu, Faisal menanyakan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan Kampus, termasuk tujuan didirikannya STIPER sejak awal hingga sekarang. Termasuk pendaaaan operasional pergurun tinggi tersebut sampai sekarang.

Setelah mendengar informasi dari Yayasan STIPER, pihaknya sepakat untuk menyelamatkan perguruan tinggi itu secepat mungkin. “Kami juga akan menggali informasi dari berbagai pihak, termasuk dari Pemkab Kutim, terkait komitmen pendaaan untuk STIPER ke depan. Kemudian kami juga akan berkonsultasi ke BPK (Badan Pengawas Keuangan) Provinsi Kaltim, terkait dana hibah dari Pemkab Kutim ke STIPER. Kami juga akan konsultasi ke Kemendagri dan dan Kementerian terkait, guna menyelamatkan perguruan tinggi tersebut,” jelas Faisal.

Menurut Faisal, jika dilihat dari pendaaan, STIPER akan sulit berkembang, lantaran hanya brsumber dana hibah dari Pemkab Kutim saja. Itu pun hanya untuk gaji dosen dan karyawan. Sedangkan keperluan operasional lainnya tidan mencukupi.

“Hal seperti ini harus kita carikan jalan keluar, agar keberadaan perguruan tinggu kebanggaan masyarakat Kutim  ini bisa lebih eksis dan menjadi andalan serta mampu mendukung program Pemkab Kutim ke depan,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Sedangkan Syaiful Ahmad usai pertemuan kepada satumejanews.id menuturkan, pihaknya suah menyampaikan berbaga informasi kepada Pansus. Dia juga mengaku senang adanya Pansus ini, sehingga akan lebih memberikan dorongan dan motivasi bagi civitas akademi dan pengurus Yayasan serta pihak terkait, untuk menyelamatkan STIPER.

“Justru ini sangat baik. Kami berharap dengan adanya Pansus ini, bisa memberikan jalan keluar dan solusi yang baik terhada permasalahan yang kami hadapi,” kata Syaiful.

Diakatakan, keberadaan STIPER sebenarnya untuk mendukung dan menopang Pemkab Kutim dalam program pemerintah, terutama di sektor pertanian dan perkebunan serta agribisnis dan agroindustri. Namun jika kondisi yang ada seperti sekarang, akan sulit berkembang, karena pendaaan sangat terbatas, lantaran hanya dari satu sumber saja, yakni Pemkab Kutim. (*/wrd)

Ratusan Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Gedung DPRD Kutai Timur

April 12, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Gelombang protes terkait wacana  perpanjangan masa jabatan presiden, dan usulan penundaan Pemilu 2024 hingga  kenaikan PPN serta BBM terus meluas ke berbagai belahan pulau Indonesia.

Di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur,  gerakan kolektif dari Aliansi Rakyat Kutim Menggugat melakukan aksi unjuk rasa pada hari ini, Senin (11/4/2022), pukul 10.00 Wita,  dimulai di simpang tiga jalan Pendidikan.

Ratusan jumlah massa aksi tersebut membawa bendera masing-masing organisasi, poster dan bendera berisi tuntutan kepada pemerintah.

Adapun tuntutan tersebut:

  1. Menolak dengan tegas perpanjangan masa jabatan Presiden Republik Indonesia, dan penundaan pelaksanaan pemilihan umum 2024.
  2. Menolak serta segera batalkan kenaikan PPn 11%, BBM dan usut tuntas penyebab kelangkaan pertalite serta solar.
  3. Segera sahkan RUU PKS tanpa dipreteli, dan RUU Masyarakat Hukum Adat.
  4. Wujudkan keadilan, dan kebebasan dalam perguruan tinggi di Kabupaten Kutai Timur.
  5. Mendesak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sesegera mungkin memaksimalkan reformasi birokrasi demi meningkatkan kualitas, dan inovasi pelayanan publik.
  6. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur harus memprioritaskan, dan mendukung sektor pertanian dalam menciptakan produktivitas, komoditas unggulan berlandaskan agribisnis-agroindustri, hingga ketahanan pangan yang memadai.
  7. Mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melakukan investigasi ke industri ekstraktif yang diduga melakukan pelanggaran lingkungan.
  8. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur secepatnya menyelesaikan produk hukum ketenagakerjaan secara partisipatif, yang melibatkan seluruh lapisan angkatan kerja.
  9. Mendesak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mencabut Izin Usaha Toko Modern yang melanggar peraturan kepala daerah.
  10. Menuntut pemerintah agar memulihkan hak-hak korban banjir, serta menyusun rencana penanggulangan bencana hingga deklarasikan darurat iklim di Kabupaten Kutai Timur.
  11. Investigasi praktik kartel, dan penyebab utama terjadinya kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Kutai Timur.

Namun juga terdapat sejumlah masalah lokal turut diajukan sebagai tuntutan. Salah satunya adalah menuntut pemerintah agar memulihkan hak-hak korban banjir Sangatta, serta menyusun rencana penanggulangan bencana hingga mendesak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk melakukan deklarasi krisis iklim.

Jenderal lapangan (Jendlap) Geral mengungkap, bukan hanya isu nasional yang kita angkat, tetapi isu daerah juga seperti banjir yang melanda dua kecamatan pada bulan Maret lalu, yang menelan banyak kerusakan dan kerugian tidak dapat dinilai sebagai bencana alam semata. Terlebih faktor yang menyebabkannya adalah curah hujan.

“Puluhan ribu warga terdampak banjir, dan ironisnya hak-hak yang seharusnya didapatkan sebagai korban tidak sepenuhnya diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur,” ungkapnya.

Padahal, menurutnya, pembiayaan pemulihan pasca banjir jelas-jelas termaktub di beberapa sumber diantaranya: Belanja Tidak Terduga dari APBD Kutai Timur 2022 sebesar Rp15 miliar, dana kontijensi dan stimulan dari pemerintah pusat.

Senada dengan Jendlap, Koordinator Lapangan (Korlap)  Aksi Aliansi Masyarakat Kutim Menggugat Agus Kurniady menilai, pengaturan tata kelolah lingkungan selama ini tidak benar-benar memperhatikan prinsip dasar ekologi, dan ekosistem.

“Sesungguhnya masalah lingkungan yang kita hadapi sejak dulu adalah buah dari buruknya kebijakan pemerintah,” ungkap Agus dihadapan para demonstran.

Kekeliruan dan juga pelanggaran dalam mengatur Rencana Tata Ruang Wilayah salah satunya, menjadi musabab yang paling signifikan atas terjadinya bencana alam di Kabupaten Kutai Timur. Oleh karenanya, sambung Agus, pemerintah sepatutnya menengok kesalahan tersebut kemudian menindaklanjutinya secara serius.

Jangan lagi warga menjadi korban akibat kejahatan lingkungan, dan sudah waktunya bukan kita lagi yang harus menanggungnya,” tegasnya.

Di penghujung aksi, di depan gedung perwakilan rakyat pada pukul 12.45 Wita, massa yang terdiri dari organisasi kemahasiswaan STIPER, STAIS, STIE, GMNI, HMI, PMII, TIP3KS serta Fraksi Rakyat Kutim itu bersama Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang serta unsur pimpinan DPRD Kabupaten Kutai Timur menandatangani surat tuntutan terbuka. (ma/mh/hd)

 

Konstituen Dewan Pers di Kutim Berbagi Ratusan Takjil

April 11, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Tiga organisasi konstituen Dewan Pers di Kutai Timur tak mau ketinggalan berbagi keberkahan di momen Ramadan tahun ini. Tiga organisasi konstituen Dewan Pers itu masing-masing organisasi wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta dua organisasi perusahaan pers yakni Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kutim.

Jika sebelumnya, Jumat (10/4/2022) melaksanakan bersih lingkungan di Lingkar Masabang Sangatta Selatan, ketiga organisasi ini kembali melakukan aksi berbagi takjil, Minggu (10/4/2022) tadi.

Ratusan takjil dibagikan untuk masyarakat Kutim. Pembagian difokuskan di Simpang 4 Lampu Lalulintas (traffic light) Jalan Karya Etam Desa Sangatta Utara Kecamatan Sangatta Utara.

Ketua PWI Kutim, Ibnu Djuraid bersama Sekretaris Wardi mengatakan, kegiatan dimulai pukul 16.30 Wita-18.00 Wita. Acara ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan setiap Ramadan.

“Usai berbagi takjil, kami lanjut buka bersama sesama anggota PWI, SMSI, dan JMSI,” ujar Ibnu.

Meskipun kerap melakukan pertemuan antar-wartawan, namun silaturahmi tak boleh terputus. Apalagi hal ini dilakukan di momen Ramadan. Tentu akan menambah nilai ibadah. “Semoga saja silaturahmi ini terus terjalin. Pun harapan kami, takjil yang dibagikan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ketua SMSI Kutim, Dhedy, SP bersama Sekretaris Muhammad Yodiq mengaku, ini kali kedua berbagi takjil untuk masyarakat. Diketahui, SMSI Kutim baru aktif sejak 2022. “Meskipun baru terbentuk, namun program sudah berjalan jauh sebelum SK diterima. Di antaranya berbagi takjil pada tahun lalu dan saat ini,” kata Dhedy.

Keberadaan SMSI tak hanya menaungi media, akan tetapi memberikan manfaat lebih untuk masyarakat. Khususnya di Kutim. Baik masalah pemberitaan maupun kegiatan sosial yang berhubungan langsung dengan masyarakat maupun pemerintah.

“Kami akan selalu berjalan beriringan dengan organisasi konstituen Dewan Pers. Seperti PWI dan JMSI yang ada di Kutim,” pungkasnya. (wrd)

Ekspose Hasil Pembangunan, Wakil Bupati Yakin Realisasikan Program Kerja

March 3, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

Kasmidi Bulang saat Ekspose Hasil Pembangunan satu Tahun Pemerintahan ASKB di ruang Meranti (foto: Wahyu Yuli Artanto)

SANGATTA– Optimisme dalam membangun Kutai Timur Sejahtera Untuk Semua akan dapat terwujud sesuai target yang sudah ditentukan, hal itu disampaikan Wakil Bupati H Kasmidi Bulang saat Ekspose Hasil Pembangunan satu tahun Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang (ASKB) yang digelar diruang Meranti, Kantor Bupati,Rabu,(3/2/2022).

“Walaupun masih kondisi Pandemi, kita mampu merealisasikan program yang sudah ada secara bertahap,dan sebagai  wujud komitmen kami(ASKB) untuk menyelesaikan,” jelasnya.

Secara umum Kasmidi menjelaskan  terkait 7 program strategis yang menjadi andalan bersama Bupati Ardiansyah Sulaiman, perlahan tapi pasti akan mampu terwujud dengan didukung sepenuhnya  oleh semua stekholder terkait tidak terkecuali masyarakat Kutim.

Program Infrastruktur merupakan salah satu bidang yang sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai salah stu upaya pemerataan pembangunan di 18 Kecamatan yang ada.

“Ditahun kemarin (2021), Sebanyak 10.500 Lahan yang sudah tersertifikasi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang merupakan Program sertifikasi lahan, sebagai upaya mendukung kapasitas lahan masyarakat yang ada di Kecamatan Sangatta Selatan, Kecamatan Teluk Pandan serta Kecamatan Muara Wahau,” jelasnya.

Kasmidi Membeberkan, yang tidak boleh dilupakan adalah perbaikan dan peningkatan gang, jembatan dan jalan antar kecamatan,yang juga menjadi bagian dari program prioritas yang masuk dalam bidang infrastruktur tersebut, antara lain peningkatan jalan lingkungan berupa Semenisasi jalan antar kecamatan dan Gang pada  tahun 2021 sepanjang 13 Km.

“Serta peningkatan kualitas jalan yang sebelumnya masih tanah sepanjang 59 km,” urainya.

Selanjutnya , Rehabilitasi serta pembangunan  jembatan dengan Kontruksi beton sepanjang 37,7 Km dan pembangunan jembatan kontruksi kayu sepanjang 500 meter. Rehabilitasi rumah layak huni juga menjadi salah satu capaian program keberhasilan pembangunan  pemkab Kutim di tahun 2021, dimana sebanyak 1028 hunian masyarkat yang tersebar di 18 Kecamtan, program tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas warganya agar hidup lebih sejahtera.yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus(DAK) dan Benkeu. Kemudian, pembangunan instalasi pengelolaan air limbah Komunal sebanyak 4 unit.

“Peningkatan jalan Kabupaten dengan Hotmix beton sepanjang 7,1 km dengan menggunakan dana DAK, dan pemeliharaan jalan Kabupaten sepanjang 26,4 km dengan metode swakelola,”jelasnya.

Sebagai daya dukung sektor pertanian yang juga menjadi bagian dari misi pembangunan daerah, sepanjang tahun 2021 pemerintah kabupaten membangun 5 embung (Penampung air) yang tersebar di beberapa Kecamatan yang ada di Kutim.

“Dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi kita juga melakukan  normalisasi 8 sungai,’terangnya.

Penyedian jaringan internet desa yang masuk skala prioritas Pemkab Kutim juga tak ketinggalan, sepanjang tahun 2021 sebanyak 72 desa yang tersebar di 18 kecamatan.

“Sesuai janji kita(ASKB) saat kampanye, kini masyarakat sudah  bisa menikmati layanan (internet) tersebut, dan sisanya di tahun ini(2022) akan segera kita selesaikan, “pungkasnya. (*/k6)

Yuriansyah Ditunjuk Jadi Penjabat Seskab

March 3, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA– Mengisi kekosongan “kursi” jabatan Sekretaris Kabupaten (Seskab) definitif Kutai Timur (Kutim), akhirnya Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman menunjuk Yuriansyah sebagai Pejabat (Pj) Seskab. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah Yuriansyah sebagai Pj Seskab dilaksanakan di ruang Meranti, Kantor Bupati, Rabu (2/3/2022). Disaksikan Wakil Bupati H Kasmidi Bulang, Ketua DPRD Kutim Joni, Forkopimda dan beberapa pimpinan OPD.

Pengangkatan dan Pelantikan Penjabat Seskab Kutim ini dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati Kutim Nomor: 821/115/BKPP-MUT/III/2020 tanggal 2 Maret 2022. Dengan memperhatikan Surat Gubernur Kaltim Nomor: 821.2/III.3-1213/TUUA/BKD/2022 tanggal 24 Februari 2022. Ardiansyah menjelaskan pelantikan dan pengambilan sumpah Pj Seskab hari ini merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2018 tentang Penjabat Seskab. Serta Permendagri Nomor 91 tahun 2019 tentang Penunjukan Penjabat Seskab.

“Penjabat Sekretaris Daerah akan mengemban tugas selama tiga bulan. Sejak tanggal dilantik dan atau berakhir dengan sendirinya saat Sekretaris Daerah defenitif hasil dari seleksi terbuka dilantik Bupati,” tambah orang nomor satu di Pemkab Kutim tersebut.

Kemudian Ardiansyah meminta Pj Seskab yang baru, bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Tak lupa ia mengucapkan selamat bertugas kepada Yuriansyah yang saat dilantik turut disaksikan sang istri.

“Selamat mengemban amanah ini dengan baik, jaga martabat diri dan Pemkab Kutim. Dalam melaksanakan tugas, harus jujur dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku” pesannya.

Selanjutnya Bupati Ardiansyah menyampaikan harapannya kepada Pj Seskab untuk dapat mengkoordinasikan semua program administratif dan kebijakan Pemkab Kutim. Khususnya dalam melaksanakan tugas pembangunan di Kutim. Seperti soal keterlambatan pembayaran gaji ASN dan TK2D di lingkungan Sekretariat Kabupaten (Setkab), karena belum adanya pejabat definitif atau Pengguna Anggaran (PA) yang memiliki kewenangan untuk pencarian anggaran. Pelantikan Pj Seskab yang dimulai pukul 14.00 WITA berakhir sekitar pukul 14.30 WITA. (*)

Next Page »