ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Narapidana Rutan Tanah Grogot Dapat Remisi Khusus

May 16, 2022 by  
Filed under Paser

TANA GROGOT – bertepatan perayaan hari raya Waisak, pada hari ini Jajaran Rutan Tanah Grogot menyelenggarakan penyerahan remisi khusus kepada warga binaaan pemasyarakatan yang beragama Budha, Senin (16/05/2022).

Bertempat di Aula Rutan, Kepala Rutan Tanah Grogot yang diwakili Dimas Suryanata selaku Kasubsi pelayanan tahanan menyerahkan langsung remisi khusus tersebut.

Kepala Rutan Tanah Grogot Doni Handriansyah melalui kasubsi pelayanan tahanan menyampaikan bahwa remisi khusus keagamaan diberikan kepada Narapidana di hari besar keagamaan sesuai dengan agama masing masing.

“Setiap hari besar nasional khususnya hari keagamaan, pemerintah memberikan potongan kurungan masa pidana kepada warga binaaan sebagai wujud perhatian pemerintah serta reward karena sudah memenuhi persyaratan administratif dan substantif,” ungkap Doni kepada media

Kepala Rutan juga memberikan selamat kepada warga binaaan yang mendapatkan remisi khusus, ia berharap untuk menjadikan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri.

” Tak lupa juga saya ucapkan selamat kepada saudara kita yang mendapatkan remisi khusus, semoga ini menjadi titik awal untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.

Sementara itu kasubsi pelayanan tahanan menerangkan, di Rutan Tanah Grogot sendiri yang mendapat remisi khusus hari raya Waisak sebanyak satu orang dengan besar remisi 1 (satu) bulan.

Mengacu pada keputusan menteri hukum dan HAM RI nomor : PAS-675.PK.05.04 Tahun 2022 tentang pembagian remisi hari raya Waisak, penyerahan remisi khusus ini dilaksanakan tak hanya di Rutan Tanah Grogot, namun dilakukan serentak se -indonesia, ini adalah wujud kehadiran pemerintah dalam memperhatikan masyarakat nya tanpa memandang ras dan suku.

Kegiatan penyerahan remisi dilaksanakan setelah warga binaan selesai menjalankan ibadah Sembahyang Waisak, seluruhnya berjalan dengan aman dan tertib. (*/yun)

Pemprov Bangun IPA Cendana 4 dan IPA Bengkuring 2

May 16, 2022 by  
Filed under PDAM Samarinda

Ali Rachman

SAMARINDA – Demi membantu kelancaran pemenuhan kebutuhan air bersih warga Kota Samarinda, tahun ini Pemprov Kaltim akan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cendana 4 di Jalan Cendana. Instalasi baru  ini nantinya akan memperkuat IPA  Cendana 1 (300 liter per detik) dan IPA Cendana 2 (480 liter per detik).

Selain IPA Cendana 4 yang akan dibangun dengan APBD Provinsi Kaltim, tahun ini juga akan dibangun IPA Cendana 3 oleh investor Korea Selatan. IPA Cendana 4 sendiri akan dibangun dengan kapasitas 200 liter detik.

“Alhamdulillah usulan kami dipenuhi.  Kami usulkan Rp 41 miliar dan kabarnya saat ini sudah dalam proses verifikasi hasil lelang. Usulan tersebut termasuk Rp 2 miliar untuk peralatan uji laboratorium,” kata Direktur Teknik Perusahaan Daerah Air Minum Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda H Ali Rachman, Minggu (15/5/2022).

Tambahan kapasitas produksi 200 liter per detik itu akan sangat membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga Samarinda, khususnya dalam jalur distribusi IPA Cendana. Ke depan, Perumdam Tirta Kencana juga  akan mengusulkan peningkatan kapasitas Intake Karang Asam yang hingga saat ini menjadi sumber air baku IPA Cendana.

Intake Karang Asam sudah berusia cukup tua, sehingga perlu perbaikan dan peningkatan kapasitas pompa dan pipa  hisap lebih besar untuk memasok bahan baku IPA Cendana. Perbaikan Intake Karang Asam diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 5 miliar.

Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda juga mengusulkan  pembangunan (redesign) untuk Intake Bengkuring. Pasalnya saat terjadi banjir di Bengkuring, produksi air bersih tidak bisa dilakukan.

“Mudah-mudahan pembangunan intake baru di Bengkuring bisa dilakukan tahun depan. Usulan kami Rp 3 miliar dengan desain terapung agar saat terjadi banjir produksi air bersih tetap bisa dilakukan,” papar Ali Rachman.

“Tentu kami sangat berterimakasih kepada Pemprov Kaltim atas dukungan ini. Insyaallah bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi warga Kota Samarinda,” pungkas Ali Rachman.

Dukungan lain yang sudah diberikan selama kepemimpinan Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi adalah pembangunan IPA Bengkuring 2. IPA ini dibangun karena IPA Bengkuring 1 sudah dalam kondisi kurang baik dan saat banjir tak bisa berproduksi.

Selain itu, jumlah penduduk (konsumen) yang terus bertambah seringkali menyebabkan distribusi air harus dilakukan secara bergilir. Kapasitas produksi IPA Bengkuring nantinya akan menjadi 120 liter detik (60×2).

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR dan Pera Kaltim Rahmat mengungkapkan untuk peningkatan IPA Bengkuring 2 kapasitas 60 liter per detik masuk dalam kegiatan pengelolaan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) lintas kabupaten dan kota, Pemprov Kaltim menghabiskan anggaran sebesar Rp 8,5 miliar.

“IPA Bengkuring 2 dikerjakan dengan APBD Provinsi Kaltim tahun 2021. Sedangkan IPA Cendana 4 masih dalam tahap lelang. Mohon doa agar semua berjalan lancar,” sebut Rahmat. (sam)

Pemkab PPU Gelar Gotong-royong Melalui Jumat Bersih

May 14, 2022 by  
Filed under PPU

PENAJAM– Aparatur Sipil  Negara (ASN) maupun Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tampak antusias melaksanakan gotong royong Jumat bersih di seputar kantor Bupati PPU, Jumat, (13/5/2022) pagi. Kegiatan ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka tahapan penilaian Adipura di Kabupaten PPU.

Pelaksanaan gotong-royong bersih-bersih di lingkungan Setkab PPU dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab PPU,  Ahmad Usman. Kegiatan ini diawali dari depan kantor bupati hingga belakang kantor dengan berbagai peralatan yang telah disiapkan oleh masing-masing pegawai yang ada.

“ Kami mengajak kepada seluruh ASN maupun THL di instansi masing-masing untuk mengaktifkan kembali kegiatan gotong-royong di lingkungan kerja masing-masing. Secara umum himbauan  ini juga kami sampaikan kepada masyarakat mulai tingkat RT dan pusat-pusat pelayanan yang ada di PPU untuk membentuk budaya bersih dan sehat di lingkungan masing-masing, “ kata Ahmad Usman.

Ditambahkannya bahwa kegiatan gotong royong  bersih-bersih tersebut juga merupakan bagian dari tahapan persiapan penilaian Adipura yang dikhususkan di masing-masing SKPD, kelurahan, desa, pasar, pelabuhan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di PPU.

“Untuk itu kami mengajak mengaktifkan kembali kegiatan gotong royong kebersihan khususnya pada lokasi-lokasi tersebut sehingga ada akselerasi pembenahan lingkungan yang semakin bersih dan sehat, “ harapnya.

Sementara itu saat ditemui dalam kegiatan ini salah satu ASN dilingkungan Setkab PPU, Julisa mengatan kegiatan bersih-bersih pada hari Jumat pagi menurutnya sangat baik dilaksanakan. Alasannya salah satunya adalah selain bersih-bersih memang merupakan kegiatan positif bagi lingkungan, dari pelaksanaan ini juga dapat menjadi kegiatan olahraga bagi rekan-rekan ASN maupun THL.

“ Lumayan keringatan setelah bersih-bersih keliling kantor pagi ini. Itung-itung sambil olahraga pagilah, “ kata Julisa.

Dia menambahkan kegiatan bersih-bersih tersebut diharapkan dapat terus dilakukan walaupun tidak setiap pekan tapi paling tidak setiap bulan ada kegiatan semacam itu. Karena menurutnya walaupun bersih-bersih itu dilaksanakan hanya sebentar saja di hari Jumat pagi, namun jika rutin dilaksanakan akan memberikan hasil yang maksimal. (adv/Humas6/*DiskominfoPPU)

Plt. Bupati PPU Lantik 11 Kader Desa Bersih Narkoba (Bersinar)

May 13, 2022 by  
Filed under PPU

PENAJAM – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam, menghadiri acara Launching Desa Bersih Narkoba (Bersinar) Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara pada, Jum’at (13/05/2022). Giat tersebut sekaligus melantik 11 Kader Desa Bersinar.

Tampak hadir juga Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim), Brigjen Pol Wisnu Andayana, S.St., M.K. dan Kepala Desa Bangun Mulya, Bambang Sudono saat melantik Kader Desa Bersinar. Kader-kader ini terbagi dalam tiga bagian, yakni kader pemberantasan, kader rehabilitasi, dan kader pencegahan.

Perlu diketahui bahwa sebelum pelantikan 11 kader ini, kader yang terpilih tersebut sudah dibentuk dan juga dilatih pada Pelatihan Kader Desa Bersinar pada tanggal 11-12 Mei 2022 lalu.

Plt. Bupati PPU Hamdam, dalam sambutannya mengajak warga Benuo Taka untuk menjadi garda terdepan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Terutama dengan adanya pelatihan melalui Program Desa Bersinar ini.

“Mari bersama-sama kita sukseskan Program Desa Bersinar ini, dengan mengubah desa yang berstatus rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba menjadi desa yang bersih dari narkoba,” tegas Hamdam.

Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten PPU tengah bertransformasi untuk menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera, seiring dengan pembangunan Ibu Kota Negara.

“Untuk itu, dibutuhkan generasi yang produktif dan terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNNP Kaltim, Wisnu Andayana menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba ini sangat berbahaya karena menyerang jantung kehidupan manusia. Maka dari itu semua elemen masyarakat harus bekerja sama dalam mengurangi penyalahgunaan tersebut.

“BNN bekerja sendiri nol besar tanpa bantuan bapak/ibu semua itu tidak mungkin, harus menjalin komunikasi. Kita saling membantu, bapak/ibu semua,” ungkapnya.

Selain itu, Wisnu menyatakan bahwa pengedar narkoba ada di sekitar kita. Maka, apabila kita mengetahui ada penyalahgunaan berupa pemakaian narkoba harap dilaporkan agar bisa direhabilitasi.

“Pemakai narkoba adalah korban, mereka tidak akan ditangkap dan diproses hukum. Sebaliknya, harus dibantu untuk direhabilitasi,” ajaknya.

Sementara itu juga, Bambang Sudono selaku Kades Bangun Mulya sekaligus Ketua Desa Bersinar, menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba ini perkembangannya sangat masif sehingga pencegahannya harus masif pula sesuai dengan Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024.

“Saya harap dengan terbentuknya Desa Bersinar ini, Kabupaten Penajam Paser Utara dapat memiliki tempat rehabilitasi narkoba,” pungkasnya. (adv/DiskominfoPPU)

DPMPD Kaltim Apresiasi  Yayasan PADI Kawal Pembentukan MHA Rangan

May 13, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim mengapresiasi peran Yayasan PADI Indonesia yang mengawal rencana pembentukan Masyarakat Hukum Adat (MHA) Rangan, Desa Rangan, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser.

“Semoga prosesnya lancar dan segera terbit Surat Keputusan Kabupaten Paser tentang pengesahan pembentukan MHA Rangan, sehingga bisa segera diakui keberadaannya,”ujar Kepala DPMPD Kaltim M Syirajudin saat menerima kunjungan Perwakilan Yayasan PADI Indonesia Ahmad (Among), di Ruang Kepala DPMPD Kaltim, Kamis (12/5/2022) kemarin.

Dia menilai pengakuan terhadap MHA penting agar hak-haknya terlindungi. Utamanya terkait pengelolaan hutan adat yang dianggap penting dilindungi untuk menjaga kelestariannya untuk kepentingan hidup orang banyak.

Seperti MHA Mului, Desa Swan Slutung, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser yang berkomitmen menjaga kelestarian hutan gunung lumut. Keberadaannya membawahi lima Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kaltim.

“Terima kasih Pak Among yang sudah mengawal pembentukan MHA Rangan. Termasuk yang dulu mengawal pembentukan MHA Mului. Semoga kedepan semakin banyak MHA terbentuk sebagai pengakuan keberadaan masyarakat adat di Kaltim,” katanya sambil menyebut di Kaltim baru ada dua MHA yakni MHA Mului, Desa Swan Slutung, Kecamatan Muara Komam dan MHA Paring Sumpit, Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser.

Among menambahkan proses pembentukan MHA Rangan sudah memasuki tahap verifikasi. Bila memenuhi syarat akan segera ditetapkan sebagai MHA baru di Paser.

“Latar belakang pembentukan MHA Rangan karena masyarakat adat ingin menetapkan hutan yang ada di wilayahnya sebagai hutan adat. Proses pengakuan hutan adat harus diawali ada pengakuan MHA,” katanya.

Hutan adat itu ingin dilindungi karena menjadi sumber penghidupan masyarakat, karena di dalamnya ada sumber air dan terdapat buah-buahan.

“Uniknya MHA Rangan masyarakatnya homogen. Ada masyarakat lain karena dulunya daerah transmigrasi. Tidak hanya masyarakat asli adat. Yang jelas Desa Rangan masih ada kearifan tradisi lokal, aturan adat, dan tarian adat,” katanya.(AM)

Next Page »