Berita Bohong Menjadi Ancaman Nilai Moderasi Beragama

June 17, 2021 by  
Filed under Politik dan Pemerintahan

Vivaborneo.com, Samarinda — Saat ini,  hidup damai dalam kebersamaan seolah menjadi barang mahal. Kepercayaan terhadap nilai moderasi dan kebersamaan tenggelam diakibatkan oleh berita bohong (hoaks).

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian  Agama Kaltim, yang diwakili oleh Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Drs, Samudi, dalam acara “Pengarusutamaan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan”, di Samarinda, Kamis (17/6/2021).

Apalagi, ujar Samudi, beragamnya Indonesia dengan ribuan pulau dan ratusan suku serta agama, menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki ancaman intoleransi tinggi.

“Secara sederhana moderasi beragama sebagai sikap dan perilaku yang selalu mengambil posisi di tengah-tengah (wasathiyah), selalu bertindak adil dan tidak berlebihan atau ekstrem,” jelasnya.

Harus diakui, menurutnya, tanpa mencari informasi sekalipun, masyarakat kebanjiran informasi, karena informasi datang sendiri melalui telepon seluler. Masyarakat telah memasuki era keterbukaan yang nyaris tanpa batas.

“Saat ini orang lebih cepat percaya hoaks yang dibungkus sentimen agama ketimbang pengetahuan dari sumber agama itu sendiri. Memang seperti itulah konsekuensi dunia media sosial,” ujarnya.

Dalam kontek keindonesiaan, dapat dirumuskan sebanyak  mungkin ukuran, batasan dan indikator untuk menentukan cara pandang, sikap, dan perilaku beragama, namun secara sederhana dapat tergambar dalam empat indikator yaitu, komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, akomodatif terhadap budaya lokal.

Dalam acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini diisi oleh pemateri KH Muhammad Rasyid dari MUI Kaltim dengan materi “Islam dan Wawasan Kebangsaan Kebangsaan dalam Moderasi Beragama”, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim, Achmad Jubaidi, MSi dengan materi “Menangkal Radikalisme dan Terorisme”, Ketua FKUB Kaltim Asmuni Ali dengan materi berjudul “Peran FKUB dalam Memperkokoh Moderasi Beragama” dan Dr Hj Aminah, MPh. dengan judul “Peran Perempuan dalam Mengaktualkan Moderasi Beragama Kepada Umat”.

Peserta moderasi ini diantaranya Majelis Ta’lim se-Kota Samarinda, organisasi wanita, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan penyuluh PNS di Kota Samarinda.(*)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.