Saat PPKM Harga Daging Sapi dan Ayam di Paser Alami Penurunan Harga

July 31, 2021 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Harga daging sapi dan ayam di Kabupaten Paser di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengalami penurunan harga.

Pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah di pasar Induk Penyembolum Senaken pada Jumat (30/7/2021) pagi, beberapa kebutuhan yang mengalami penurunan harga diantaranya daging sapi (Rp150 ribu-Rp130 ribu), daging ayam (Rp28 ribu-Rp25 ribu), dan telur (Rp 27 ribu -Rp25 ribu).

Cabe Tiwung mengalami penurunan (Rp70 ribu-Rp65 ribu). Sementara cabe merah besar dan cabe keriting stabil di kisaran Rp40 ribu.

“Beras masih stabil di harga Rp10 ribu perkilogram. Harga gula juga masih sama dengan bulan lalu yakni Rp12.500, dan minyak goreng juga bertahan di harga Rp16 ribu per liter,” kata Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Paser Muhammad Ilmi di sela peninjauan.

Lanjut Ilmi, bawang merah mengalami kenaikan dari bulan lalu dari harga Rp 25 ribu menjadi Rp37 ribu perkilogram. Sedangkan harga bawang putih menurun dari Rp24 ribu menjadi Rp22 ribu perkilogram.

Ilmi menilai kenaikan harga bawang dikarenakan komoditas itu didatangkan dari luar daerah yang tidak jarang pendistribusiannya terhambat karena cuaca.

Informasi yang ia terima, pada umumnya harga bawang mengalami kenaikan satu bulan setelah panen.

“Jika seperti itu tidak apa-apa, tapi kalau ada penimbunan barang dari pelaku usaha akan kita tindak tegas,” jelasnya.

Pemkab Paser mengimbau masyarakat di saat PPKM ini untuk tidak membeli barang denga panik (Panic Buying).

“Masyarakat jangan belanja secara berlebihan dan pedagang selalu berkordinasi dengan Disperindagkop Paser jika ada kenaikan harga barang,” kata Ilmi.

Ilmi memastikan ketersediaan bahan pangan daerah cukup hingga tiga bulan kedepan, bahkan cukup sampai akhir tahun. (*)

Paskibraka Paser Ikuti Upacara Tantingan

July 31, 2021 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Sebanyak 42 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mengikuti upacara tantingan, di Hotel Kyriad Sadurengas, Jumat (30/07/2021).

“Tantingan ini langkah awal kesiapan peserta sebelum dilakuknya karantina untuk melihat kesiapan peserta,” kata Kepala Bidang Bidang Pemuda pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Pujiono.

Pujiono menerangkan anggota paskibraka tahun ini merupakan mereka yang lulus seleksi pada tahun 2020.

“Karena tidak ada pengibaran bendera pada tahun lalu mereka tidak melakukan tugas,” ujarnya.

Lanjut dia, mereka yang terseleksi tahun lalu kembali bertugas pada tahun ini.

Sebelum mengikuti karantina selama dua pekan, 42 paskibraka ini sebelumnya telah menjalani tes usap antigen.

Dikatakan Pujiono seharusnya ada 45 paskibraka yang bertugas pada upacara HUT ke-76 RI namun 3 orang tidak bisa berpartisipasi dikarenakan terpapar Covid-19.Ia memastikan pelaksanaan upacara HUT RI tahun ini atas izin pemerintah pusat.

“Empat puluh dua Paskibraka ini nantinya akan bertugas pada upacar pengibaran dan penurunan bendera saat upacara HUT RI,” tutupnya. (*)

Paser Raih Predikat Kabupaten Layak Anak Tingkat Pratama

July 29, 2021 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Pemerintah Kabupaten Paser berhasil meraih predikat Pratama pada Penghargaan Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA) tahun 2021 yang dianugrahkan secara virtual oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, di Pendopo Kabupaten, Kamis (29/07/2021).

“Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi Kabupaten kabupaten/kota dan provinsi untuk menjadikan program pembangunan anak sebagai prioritas,” kata Manteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf menilai penghargaan ini merupakan motivasi Pemerintah bersama dunia usaha dan masyarakat untuk bersinergi mewujudkan kota layak anak.

“Dalam mewujudkan KLA perlu sinergitas tinggi antara lintas sektoral, karena tanpa itu, kita tidak akan bisa,” ungkapnya.

Wakil Bupati berharap Kabupaten Paser dapat naik ke tingkat Nidya. Oleh karena itu diperlukan penyamaan persepsi, visi dan misi dengan stakeholder terkait.

“Kabupaten kabupaten Paser akan membuat Peraturan Daerah (Perda) perlindungan anak untuk mendukung penghargaan KLA tingkat Nidya,” ujar Wabup.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A) Paser Hadijah mengatakan untuk naik tingkat Madya paling tidak 200 sekolah sudah dikategorikan ramah anak. Sementara saat ini baru 79 sekolah yang dinyatakan ramah anak.

“Seperti sekolah ramah anak, kita baru memiliki berapa, seharusnya 50 persen jika kita ingin meningkatkan ke madya,” kata Hadijah.

Ia menambahkan Pemkab Paser juga harus membentuk Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PABM) di tiap desa.

Predikat Pratama pada Penghargaan Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA) pertama kali diraih Kabupaten Paser pada tahun 2015. Kemudian tahun 2018, 2019, dan 2021. (*)

 

Bupati Paser Evaluasi Penanganan Covid-19

July 29, 2021 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Bupati Paser dr Fahmi Fadli memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 yang dihadiri Kepala Perangkat Daerah, Pimpinan RSUD, perwakilan Polres dan Kodim di ruang rapat Sadurengas, Kamis (29/07/2021).

“Saya akan keluarkan instruksi Bupati sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur Nomor 14 tentang PPKM Mikro di Kabupaten Paser,” ucap Bupati Fahmi.

Instruksi tersebut diantaranya berisi tentang pembatas jam malam hingga pukul 22.00 WITA. Bupati berharap masyarakat mematuhi instruksi tersebut.

“Pembatasan kegiatan perekonmian di malam hari. Kafe-kafe, angkringan, kita sepakati jam berapa harus penutupan. Satgas Covid melakukan yustisi sudah ada pedoman jam 10 tidak boleh lagi ada kegiatan,” ujar Bupati.

Di lingkungan Pemerintahan, Bupati menginstruksikan 75 persen ASN bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Selebihnya bekerja di kantor atau Work From Office (WFO). Upaya ini dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Bupati juga menyoroti kegiatan isolasi mandiri (isoman) yang dilakukan pasien Covid-19. Menurutnya isoman kurang efektif karena minimnya pengawasan. Hal itu tak terlepas dari keterbatasan jumlah personel Satgas, tenaga dan fasilitas. Oleh karena itu Bupati meminta pengawasan aktif dari pihak RT dan Kepala Desa.

Satgas Covid-19 Paser masih menimbang apakah akan mengambil alih isolasi mandiri secara terpadu.

“Perlu kiranya Pemkab mengambil alih melakukan penanganan pasien isolasi mandiri terpusat. Perlu disiapkan segala sesuatu tempat dan fasiltiasnya. Seperti gelombang awal (saat pertama muncul Covid-19) ada penginapan di hotel. Kalau di kecamatan hingga tingkat desa susah memantau,” ungkap Bupati.

Untuk mencegah melonjaknya pasien Covid-19, Pemkab Paser memastikan ketersediaan tempat tidur pasien di RSUD. Namun ia mengingatkan pihak rumah sakit untuk memastikan ketersediaan oksigen.

“Satgas ketersediaan oksigen yang diketuai Sekda agar berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim. Pastikan oksigen bisa suplai dan memenuhi kebutuhan RSUD. Jangan sampai ada kekosongan. Kita tidak bisa diam diri,” katanya.

Selebihnya adalah program vaksinasi yang akan terus berlanjut secara bertahap. Kemudian Bupati juga mengingatkan Camat agar memantau para kepala desa untuk memastikan alokasi 8% dana desa untuk penanganan Covid-19.

“Saya harap camat untuk memantau dana desa dimana delapan persen untuk penanganan covid. Banyak dana desa yang belum terserap maksimal,” tutup Bupati. (*)

Petani Paser Rasakan Manfaat Program Peremajaan Sawit

July 29, 2021 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Paser Djoko Damono mengatakan bahwa program replanting atau peremajaan kebun kelapa sawit saat ini mulai dirasakan para petani di Kabupaten Paser.

“Program replanting telah berjalan. Saat ini KUD Sawit Jaya, Desa Sawit Jaya Kecamatan Long Ikis telah merasakan manfaatnya,” kata Djoko Bawono, Rabu (28/07/2021).

Sejak diluncurkan program replanting pada tahun 2017, hingga pertengahan tahun 2021 ini sudah ada sekitar 7.041,46 hektar sawit masyarakat di Kabupaten Paseryang telah mendapatkan alokasi anggaran.

Replanting merupakan program Ditjenbun Kementerian Pertanian dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Kementrian Keuangan, dengan total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp185,9 Milyar lebih.

“Hingga saat ini realisasi fisik di lapangan telah lebih dari 66,12 %, dimana progres ini adalah sampai dengan bibit sawit tertanam,” ungkap Djoko.

Djoko mengemukakan, berdasarkan pantauan yang dilakukan Dinas Perkebunan dan Peternakan, beberapa kelompok pekebun telah melaksanakan replanting tahap pertama. Bahkan sudah ada pekebun yang memperoleh hasil produksi sawit walaupun masih buah pasir, namun telah memperoleh manfaat ekonomis dari program tersebut.

“Hasilnya di luar dugaan. Sebagai contoh di KUD Tani Subur Desa Rangan Timur Kecamatan Kuaro, hasil pantauan yang dilakukan, ada yang sudah memperoleh manfaat ekonomis hingga sebesar Rp1,5 juta per bulan per hektarnya dengan umur tanaman diatas 2,5 tahun dengan varietas BTN yang berasal dari penangkar bibit kelapa sawit oleh KUD Sawit Jaya Kecamatan Long Ikis,” jelas Djoko.

Demikian juga hasil pantauan yang dilakukan di beberapa lokasi yang berbeda baik di Kecamatan Pasir Belengkong dan Kecamatan Long Ikis, program PSR menunjukkan pekembangan yang signifikan.

“Mudah-mudahan program PSR ini dapat juga dirasakan kelompok pekebun Swadaya yang jumlahnya di Kabupaten Paser luasannya mencapai ribuan hektar ” harap dia.

Ia juga berharap target dari Ditjenbun Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Paser tahun ini seluas 4000 ha dapat direalisasikan dalam rangka peremajaan tanaman kelapa sawit yang sudah masuk kategori dilakukan replanting.

Selanjutnya kata Djoko, informasi aturan program replanting, masyarakat bisa mendapatkan informasi melalui Bidang Perkebunan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser dengan alamat Kompleks Perkantoran Gentung Temiang, Jl. Kusuma Bangsa Km.05, Gedung F Lantai II Tanah Grogot atau melalui Website resmi Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser https://disbunak.paserkab.go.id/ (*/adv)

Next Page »