Stok Darah Plasma Konvalesen Minim, Pasien Menunggu Pendonor

August 3, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Meningkatnya permintaan darah plasma konvalesen akibat tingginya angka kasus Covid-19 menyebabkan kekosongan di Palang Merah Indonesia (PMI) Samarinda.

“Stok darah plasma konvalesen saat ini masih minim, terdapat 23 pasien harus menunggu antri pendonor dan terbanyak untuk golongan darah B,”ungkap Plt.Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Samarinda Helda Fitriyani, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepone. Senin (3/8/2021)

Helda mengatakan, persediaan darah plasma konvalesen sudah sepekan lebih mengalami kekosongan di PMI. Hal ini terjadi karena tinggi kasus Covid di kota Samarinda.

Dirinya menyebutkan terdapat kendala dalam memenuhi ketersedian seperti mendapatkan penyintas Covid yang memenuhi standar tidak lah mudah. Sementara alat dimiliki PMI sendiri sempat mengalami trouble dan juga ketersediaan kantong mengalami kendala dari pihak suplyer.

Dalam perekrutan dan pendataan penyintas Covid, pihaknya telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota dan Rumah Ulin Arya dalam gerakan pahlawan plasma.

“Kami sendiri selama ini memberikan pelayanan plasma konvalesen tidak hanya wilayah Samarinda, tapi juga diluar Samarinda seperti Tenggarong, Balikpapan, Paser, Tarakan dan Nunukan,”ungkapnya

Untuk memenuhi stok plasma PMI juga melakukan rekrutmen kembali dari pendonor penyintas Covid baik yang lama maupun yang baru.

“Kepada masyarakat yang pernah terpapar covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh atau negative, agar bisa mendonorkan darahnya, karena darah plasma konvalesen sata ini sangat dibutuhkan,” tutupnya. (*/smr)

Kantor PWI Kaltim Disemprot Desinfektan

August 2, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Hampir sepekan, kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim di Jalan Biola No. 8 Samarinda dijadikan lokasi isolasi mandiri untuk para wartawan. Sebagai upaya pencegahan, kantor organisasi profesi para wartawan itu pun disemprot desinfektan.

“Kebetulan dapat pinjaman alat semprot dari pengurus PWI Kaltim yang juga jadi ketua RT di Kampung Jawa. Jadi kita semprot setidaknya untuk memberikan rasa aman dan nyaman,” sebut Sekretaris PWI Kaltim Wiwid Marhaendra Wijaya yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Dikatakan, secara rutin, kantor PWI Kaltim akan disemprot cairan desinfektan. “Sebagai pencegahan saja. Namanya juga ikhtiar,” tambah Wiwid yang menyemprot seluruh ruangan lantai satu kantor ini.

Di lantai dua, tugas penyemprotan diteruskan wartawan Antara, M Ghofar yang juga pengurus PWI Kaltim. Wartawan yang sehari-hari bertugas di Penajam Paser Utara itu, menyisir ruang aula, dan beberapa ruangan lain di lantai dua. “Sekalian olahraga. Lumayan berkeringat,” sebut Ghofar.

Ia pun terpaksa bertahan di Samarinda sampai dinyatakan negatif, dan kembali melaksanakan tugas peliputan di Penajam Paser Utara.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim Endro S. Efendi, berharap pekan ini wartawan yang sedang menjalani isolasi mandiri bisa dinyatakan negatif dan kembali berkumpul bersama keluarga. “Saat ini kondisi teman-teman sudah semakin membaik. Memang sempat ada yang kehilangan nafsu makan, tapi kini sudah mulai mau makan lagi,” bebernya.

Begitu juga wartawan yang sedang menjalani isolasi di rumah, dikabarkan juga semakin membaik. “Mudah-mudahan semuanya bisa lepas dari proses isolasi, dan dinyatakan negatif,” sambungnya.

Kepada para wartawan yang sedang bertugas di lapangan, Endro kembali mengingatkan untuk selalu taat protokol kesehatan. “Jaga diri sendiri, maka itu akan menjaga orang lain dan keluarga,” pungkasnya. (*)

Satgas Oksigen Kaltim Antisipasi Kelangkaan

August 1, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA -Satuan Tugas Pemenuhan Kebutuhan Oksigen di Provinsi Kaltim dengan dasar pembentukannya dengan Surat Keputusan Gubernur Kaltim nomor 447/K.310/2021 tadi pagi melaksanakan rapat koordinasi secara daring dan luring dipimpin langsung oleh ketua yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim,

“Rakor ini untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan oksigen untuk menunjang kebutuhan pelayanan rumah sakit akibat meningkatnya kasus covid-19 yang sangat tinggi di Kaltim” kata Muhammad Sa’bani selaku ketua Satgas, Jumat pagi (30/7/2021).

Adapun diselenggarakan rakor tersebut tidak hanya menghitung berapa kebutuhan Oksigen secara riil saat ini di semua sarana Kesehatan di Provinsi Kaltim, tetapi juga mendengar laporan langsung kemampuan produksi oksigen dari beberapa produsen di Kaltim,

“Dalam rapat tadi juga kita meminta laporan terkini kemampuan produksi oksigen dari beberapa produsen di Kaltim dan laporan kebutuhan dari semua sarana Kesehatan yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan,” lanjutnya serius.

Terungkap pula beberapa masalah dan kendala di lapangan berdasarkan laporan para pihak yang mengikuti rapat ini,

“Ada beberapa permasalahan yang ditemukan di lapangan dan hasil rapat tadi mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi beberapa masalah dan kendala tersebut yang kemudian langsung di respon cepat oleh anggota Satgas untuk ditindaklanjuti”, jelasnya

Lebih lanjut dijelaskan “Mengenai masih kurangnya tabung oksigen di Kalimantan Timur padahal kemampuan produksi masih memungkinkan, kemudian juga tingginya permintaan dari masyarakat langsung diluar kebutuhan rumah sakit dan beberapa kendala pabrik oksigen seperti masalah listrik, masalah transportasi seperti pasokan bahan baku dari luar pulau hingga pekerja yang terpapar covid-19,” ungkap Sa’bani.

Kemudian dari laporan Kepala Disperindagkop Prov Kaltim disampaikan bahwa hingga hari ini stok oksigen masih terjamin supply nya untuk semua rumah sakit yang ada di Kaltim,

“Sampai hari ini supply oksigen masih mencukupi untuk kebutuhan rumah sakit namun hanya bertahan 1-2 hari kedepan saja, mudahan produksi semakin baik dan tidak ada masalah sehingga stok selalu ada dan terjamin kebutuhan” menurut M. Yadi Robbyan Noor mantan Kabiro Humas Kaltim ini. (mf/ky)

Kadisdik Kaltim Antar Bantuan untuk Wartawan

August 1, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Anwar Sanusi langsung datang ke Kantor PWI Kaltim di Jalan Biola Samarinda, begitu mendapat kabar ada wartawan yang sedang menjalani isolasi mandiri.

“Saya baru pulang dari perjalanan, tiba-tiba ditelpon Kepala Dinas Pendidikan. Beliau minta ditemani ke kantor PWI. Beliau mengantarkan langsung bantuan bahan makanan untuk wartawan,” sebut Taufik, pengurus PWI Kaltim yang pertama kali dikontak Kepala Dinas Pendidikan Kaltim.

Di Kantor PWI Kaltim, Kepala Dinas Pendidikan Anwar Sanusi menyerahkan dukungannya kepada Sekretaris PWI Kaltim Wiwid Marhaendra Wijaya dan pengurus PWI Kaltim M Ghofar, yang keduanya sedang menjalani isolasi mandiri.

“Saya tidak menyangka beliau langsung yang datang ke sini,” sebut Wiwid. Tak lupa, mewakili wartawan yang sedang isolasi mandiri, Wiwid menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang sudah diberikan.

Bahan makanan yang diberikan, juga didistribusikan kepada wartawan yang sedang isolasi mandiri di rumah. “Kebetulan ada wartawan yang juga isolasi di rumah, karena istri dan anaknya juga positif. Jadi sekalian isolasi, kami antarkan bahan makanan untuk membantu,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Anwar Sanusi berharap, wartawan yang sedang isolasi mandiri bisa segera sehat. “Nanti kalau sudah sehat, sudah bebas Covid, bisa kongko-kongko,” ujarnya.

Dikatakan Anwar, wartawan juga menjadi mitra strategis Dinas Pendidikan Kaltim, sehingga harus diberikan semangat dan motivasi. “Selama ini, sosialisasi kegiatan Dinas Pendidikan Kaltim juga banyak dibantu wartawan,” ujarnya.

Dukungan untuk kesembuhan wartawan juga datang dari Kepala Biro Lembaga Kantor Berita Nasional Antara Kaltim, Hakim. Dengan membawa makanan siap santap dan bahan makanan lainnya, Hakim langsung datang ke Kantor PWI Kaltim.

“Cepat sehat, cepat bisa aktivitas,” kata Hakim kepada wartawan Antara, M Ghofar yang juga sedang isolasi mandiri.

Hingga (1/8/21) sore tadi, Kondisi para wartawan yang sedang isolasi mandiri terus membaik. Bahkan saat ini bukan hanya wartawan yang sedang isolasi mandiri.

“Ada warga yang bekerja di salah satu bengkel, tadinya mau pulang ke Jawa, ternyata pas dicek positif. Karena tidak ada tempat, kami bantu untuk isolasi mandiri di sini juga,” sebut Munanto, anggota Dewan Kehormatan PWI Kaltim.

Menurutnya, masih ada ruangan yang bisa dimanfaatkan, sehingga tidak ada masalah ketika ada tambahan warga yang isolasi mandiri.

Ketua PWI Kaltim, Endro S Efendi, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak kepada para wartawan yang saat sedang menjalani isolasi mandiri, baik yang isolasi di kantor PWI Kaltim maupun di rumah.

“Terima kasih untuk Kepala Dinas Pendidikan Kaltim. Sebelumnya kami juga berterima kasih atas dukungan Wakil Gubernur pak Hadi Mulyadi. Pokoknya semua pihak yang sudah memberikan perhatian, kamu haturkan banyak terima kasih. Semoga bantuan dan dukungan yang diberikan, dibalas oleh Allah,” pungkas Endro. (*)

Dampak Pandemi Covid, Nasib Seniman Ludruk RRI Surabaya Menjerit

July 27, 2021 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

MALANG – Nasib para seniman di masa pandemi Corona jauh dari untung. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, kini nasib seniman mencoba bertahan hidup ketika panggung – panggung hiburan seni nyaris sepi. Seniman yang kerap bikin tertawa kini menjerit merenungi nasib

Koordinator Seniman Ludruk RRI Surabaya Kukuh Setyo Budi menjelaskan, seniman ludruk kini sudah tidak ada kegiatan sama sekali. Mereka hanya di rumah. Apalagi kondisi RRI Surabaya di “ Lockdown “. Praktis tidak ada pekerjaan. Selama ini siaran ludruk yang ada di Radio, hanya memutar rekaman lama dengan mengganti nama saja.

“Maklum tidak ada produksi baru,” Ungkap Kukuh Setyo Budi saat dikonfirmasi, Senin ( 26/7/2021 ).

Disebutkan seniman menjadi salah satu profesi yang terpuruk di tengah pandemi dan larangan berkerumun. Panggung mereka terbiasa menampilkan karya terbaiknya, harus berhenti. Sementara dapur tetap harus mengepul. Bagaimana para seniman Ludruk RRI Surabaya dan seniman lainnya di Tanah Air berjibaku di tengah sepinya kerumunan dan tak adanya panggung tempat pementasan?

Menurut Kukuh, jika ada yang mampu membuat program virtual atau di Youtube bagus. Ttetapi hal itu tidak mudah, perlu biaya dan modal juga dan hasilnya belum tentu dapat dinikmati tergantung berapa jumlah yang melihatnya.

Apapun mereka lakukan, termasuk banting setir, untuk sementara waktu. Sudah hampir 1 tahun lebih mereka harus memutar otak untuk hidup. Apalagi yang hanya menggantungkan hidupnya sebagai seniman. Terpaksa ada yang beralih profesi menjadi ojek online, bagi yang punya kendaraan bermotor. Ada juga yang jualan makanan, alat kesehatan seperti masker dan tissue serta kerja apa saja yang penting bisa untuk menyambung hidup. Kalau yang punya asset terpaksa harus dijualnya.

Diakui Kukuh, Pemprov Jatim pernah memberikan bantuan bagi seniman terdampak pandemi covid, pada bulan puasa lalu tetapi sangat terbatas jumlahnya. Sehingga seniman Ludruk RRI Surabaya tidak mendapat bagian. Tetapi hal itu tidak membuatnya berkecil hati. Sebagai seorang koordinator ludruk RRI Surabaya yang mempunyai anggota 50 sampai 60 seniman tetap melakukan berbagai terobosan, agar anggotanya bisa hidup dalam situasi seperti ini, dengan menggalang kerjasama dengan pihak pengusaha. Namun, hasilnya tetap nihil.

Dikatakan Kukuh, banyak seniman yang meninggal, bukan karena Covid tetapi karena stress, depresi karena tidak bisa manggung lagi. Pentas dan berkarya bagi seniman adalah hidup.

Kukuh berharap kepada Pemerintah untuk memberikan ruang dan waktu bagi seniman untuk bisa pentas, berkarya meskipun dengan aturan yang ketat. Pemerintah bisa memfasilitasi dengan virtual dan lain-lain. Jangan keseniannya yang dimatikan tetapi aturlah penontonnya.

“Misalkan ada warung jual pecel yang ramai pembelinya, masa warungnya yang di robohkan. Pembelinya diatur biar tidak berkerumun. Disitu satgas harus berperan menata bukan malah membongkar,” papar Kukuh Setyo Budi yang alumni Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Surabaya yang pernah meraih penata musik terbaik dalam festival Karya Tari Jatim 2014, penata pakeliran terbaik festival dalang bocah Surabaya 2016 dan menjadi duta Indonesia dalam tim kesenian keliling Perancis 1994, Keliling Eropa 2009 dan Tim kesenian keliling Australia 2011

Disebutkan Selama ini pihak RRI dalam setiap pertemuan atau rapat pleno selalu menyampaikan seniman harap bersabar, dalam menghadapi pandemi covid . Tetapi tidak ada solusi bagaimana bisa keluar dari jeratan kesulitan ekonomi para seniman ludruk RRI Surabaya yang terdampak pandemic covid, Padahal kondisi ludruk RRI Surabaya, bagai hidup segan matipun tidak mau. (Buang Supeno)

 

Next Page »