Kasus Antigen Bekas, IAI Kaltim Beri Tanggapan

May 2, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Terungkapnya penggunaan alat rapid antigen bekas di Bandara Kualanamu Medan, Sumatra Utara mendapat tanggapan Pengurus Daerah (PD) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kaltim.. Hal paling utama yang ingin disampaikan adalah adanya penggunaan istilah kurang tepat digunakan sebagian media massa.

“Sempat ada berita yang menyebutkan, mereka yang ditangkap di Bandara Kualanamu terkait antigen bekas adalah petugas farmasi,” sebut Ketua PD IAI Kaltim M Nasruddin, Minggu (2/5/2021)

M Nasruddin

Menurut Nasruddin, penggunaan istilah petugas farmasi jelas kurang tepat. Dijelaskan, sesuai Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian, disebutkan bahwa tenaga farmasi adalah tenaga yang melakukan pekerjaan kefarmasian terdiri atas apoteker dan tenaga teknis kefarmasian.

“Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai profesi apoteker dan sudah mengucap sumpah jabatan sebagai apoteker,” sambungnya. Dalam kewenangannya, apoteker tidak memiliki tugas dan kewenangan mengambil sampel untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.

“Jadi kurang tepat kalau yang ditangkap itu disebut sebagai petugas farmasi,” katanya meluruskan.

Penggunaan istilah tenaga farmasi, menurutnya sangat meresahkan para profesi apoteker di Tanah Air. Karena itu, ia berharap media massa, termasuk siapa saja, semakin berhati-hati dalam penulisan profesi tertentu.

Sementara itu, terkait kasus yang membuat publik tercengang dalam penggunaan rapid antigen bekas, Nasruddin mengatakan tidak ingin mencampuri hal itu. Akan tetapi, berangkat dari contoh kasus tersebut, ia mengingatkan anggota IAI Kaltim untuk selalu bekerja dengan baik dan profesional.

“Apoteker itu harus bekerja baik selamanya. Harus cermat dan teliti, karena ini menyangkut nyawa orang lain,” pungkasnya. (*)

Ketua TP PKK Samarinda Serahkan APD ke Posyandu

April 23, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Samarinda, Hj Rinda Wahyuni Andi Harun membagikan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai upaya antisipasi penyebaran virus covid-19.

APD tersebut dibagikan di Kantor Kecamatan Samarinda Ulu untuk Posyandu di wilayah Kelurahan Bukit Pinang, Jumat (23/4/2021) pagi

yang sudah menjadi pandemi global tersebut. Seperti yang dilakukan di, dengan membagikan sejumlah APD untuk sejumlah

Istri Wali Kota Samarinda Andi Harun ini mengaku sangat bangga dengan pengadaan APD untuk Posyandu yang dianggarkan melalui dana Kelurahan Bukit Pinang itu.

“Saya lihat sendiri APD-nya juga bagus-bagus. Semoga bisa bermanfaat untuk menekan risiko penyebaran Covid-19. Ini kunjungan yang kedua saya di Samarinda Ulu sekaligus untuk berkenalan dengan para kader PKK di sini. Sebelumnya, beberapa hari lalu saya hadir di kegiatan kursus menjahit bagi ibu-ibu di Kelurahan Dadi Mulya,” tuturnya.

Rinda juga mengajak para kader PKK setempat dan masyarakat luas untuk bersama mendoakan agar pandemi Covid-19 ini bisa segera berlalu.Tidak hanya dari Samarinda, tetapi untuk seluruh dunia, agar masyarakat bisa terus sehat dan kembali hidup normal seperti sedia kala.

” Insya Allah, kalau kita taat terhadap protokol kesehatan, kita semua akan dijauhkan dari penyakit apapun,” ungkapnya.

Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi dan Ketua TP PKK Samarinda Ulu Sri Surpiati. Juga ada Lurah Bukit Pinang Eko Purwanto bersama Ketua TP PKK Bukit Pinang Partamalita Hatmuasa. (*/dn)

Wali Kota Samarinda Ikut Vaksin Bersama Wartawan

March 8, 2021 by  
Filed under Kesehatan, Samarinda

SAMARINDA – Sebanyak 500 dosis vaksin diberikan pada vaksinasi di lingkungan pejabat dan staf di lingkungan Pemprov dan DPRD Kaltim, Pemkot dan DPRD Samarinda serta para jurnalis yang dilaksanakan di GOR Segiri Samarinda, Senin (8/3/2021).

Wali Kota Samarinda Andi Harun saat membuka kegiatan memberikan motivasi kepada masyarakat Kota Samarinda untuk mengikuti vaksin Covid-19. Ia juga langsung mendaftar diberikan suntikan vaksin.

Andi Harun mengaku saat disuntik tidak merasakan sakit. Ia juga merasa tidak mengalami efek apa-apa.

“Dokter dan tim medis meminta untuk menunggu minimal 30 menit apakah ada reaksi atau tidak. Bila tidak ada reaksi saya boleh meninggalkan tempat, kalau ada reaksi akan dilakukan perawatan medis atau treatment, “ ujar Andi Harun.

Kota Samarinda saat ini telah memasuki vaksin tahap 2 sejak (1/3). Vaksin ini diberikan untuk lansia, pelayanan publik, guru, pedagang di pasar, termasuk TNI / Polri sebanyak 1200 vaksin.

Andi Harun menjelaskan, penanganan Covid-19 ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah saja karena Covid-19 adalah musuh bersama, tetapi partisipasi seluruh tingkat masyarakat sampai RT harus bersama gotong royong mempercepat penanganan Covid – 19 di Kota Samarinda.

“Sampai ditingkat RT kepatuhan Protokol Kesehatan harus dilaksanakan yang tentu menjadikan aparatur di pemerintahan membutuhkan waktu yang sangat ekstra untuk menumbuhkan era baru dalam penanganan Covid-19 di Kota Samarinda,” tegasnya. (*/adv)

Jangan Kendur Disiplin Protokol Kesehatan

February 19, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali meningkat di Kaltim. Perkembangan pada Kamis (18/2/2021) terdapat tambahan harian terkonfirmasi positif sebanyak 518 kasus, sementara sembuh atau selesai isolasi 492 kasus.

“Intinya, kalau kita mau sehat, ya disiplin protokol kesehatan. Jangan kendur,” tegas Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim Yudha Pranoto, Jumat (19/2/2021).

Penularan tinggi yang kembali terjadi menurut Yudha, bisa dipastikan karena kurangnya disiplin masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan.

Sebab jika media penyebaran Covid-19 ini diisolasi atau ditutup, maka akan sangat sulit virus berbahaya ini masuk ke tubuh-tubuh yang lain. Dengan begitu maka tidak akan terjadi penularan dan penyebaran lagi.

“Protokol kesehatan 5M itu cara termudah dan terbaik untuk memutus rantai penularan Covid-19. Hanya butuh kedisiplinan bersama,” tukas Yudha.

Protokol kesehatan 5M itu adalah memakai masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah.

Penambahan kasus positif tertinggi kemarin berasal dari Kutai Timur dengan 153 kasus dan Balikpapan dengan 117 kasus.

“Tambahan kasus positif terjadi di semua kabupaten dan kota. Jadi dimana pun kita berada, 5M tidak boleh kendur,” pesan Yudha lagi. (sam)

Sekata Medical Center Layani PCR dengan Alat Milik Sendiri

February 4, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA –Masyarakat Samarinda tidak perlu harus antri di Rumah Sakit atau Bapelkes, untuk mendapatkan layanan Sweb PCR (polymerase chain reaction) yaitu pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri atau virus yang ada dalam tubuh manusia, cukup datang ke Sekata Medical Center yang terletak di Jalan P. Suryanata Air Putih Samarinda, sekitar 200 meter dari simpang empat air putih.

“Di Samarinda selama ini yang punya alat PCR hanya rumah sakit. Sekata Medical Center baru satu-satunya poliklinik yang memiliki alat PCR. Sehingga jika ada yang meminta test PCR pekerjaannya tidak perlu dirujuk ketempat lain, langsung bisa ditangani sendiri, sehingga cepat selesai, dan bisa memberikan hasil 1x 24 jam”, jelas dr. Desi .Nurhuda penanggung jawab Klinik Sekata Medical Center.

Dijelaskan Desi, jika pasien memerlukan cepat hasil PCR ambil sampel pagi, sore bisa diketahui hasilnya. Namun pelayanan standar Sekata 1×24 jam untuk mengantisipasi ada halangan yang tidak terduga.

Sesi pengambilan sampel setiap hari ada dua sesi, mulai dari Senin sampai dengan Sabtu. Untuk sesi pagi pendaftaran dan pengambilan sampel jam 08.00 hingga jam 10.00. Sesi siang pendaftaran dan pengambilan sampel jam 13.00 hingga jam 16.00. Sampelnya diambil dari hidung dan dari mulut.

“Setiap pasien diambil sampel maka pada saat itu juga sudah bisa langsung dikerjakan”, jelas Desi.

Menurutnya, dalam satu kali pekerjaan alat PCR yang dimiliki Sekala Medical Center mampu memeriksa 99 sample sekaligus.

“Jika sampel yang masuk lebih dari 99, maka harus dua kali pekerjaan. Jam 11.00 mulai pemeriksaan, waktu normal selesai pekerjaan pemeriksaan sampel sekitar 5 jam selesai..” jelasya.

Selain melayani PCR, Sekata Medical Center juga melayani Rapid Antigen. Untuk proses pekerjaan antara 15-20 menit.

“Jika tidak banyak antrian, maka 30 menit sudah bisa terima hasilnya. Namun jika pasien banyak, harus sabar menunggu”, jelasnya.

Menurut Lukman Hakim, owner Sekala Medical Center, kelebihan Alat PCR yang dimiliki oleh Sekata Medical Center adalah memiliki akurasi 99 persen.

“Alat yang kami miliki langsung di import dari German dan memiliki akurasi 99 persen. Minim sekali negative false, apalagi positif false.”, jelas Lukman Hakim.

Untuk tarif pelaksanaan PCR di Sekata hanya Rp.900 ribu. Sementara untuk antigen Rp230 ribu.

“Harga ini relatif murah untuk wilayah Samarinda,” jelas Lukman.

Sekata Medical Center juga melayani pengambilan sampel ditempat. Pasien tidak perlu datang ke klinik. Petugas akan mendatangi ke tempat pasien.

“Misalnya perusahaan yang memerlukan test PCR untuk karyawan, kita bisa kirim petugas ke perusahaan tersebut dan ambil sampel disana, sehingga waktunya tidak terbuang harus menuju ke klinik”, jelas Lukman. (vb-01)

Next Page »