Sambut IKN, Mawar Undang Alumni Lemhannas

May 4, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Menyambut rencana pemindahan ibu kota negara di Kaltim, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Aji Mirni Mawarni, menyerap aspirasi dan masukan dari para alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang ada di Bumi Etam.

Senator yang akrab disapa Mawar ini, mengundang pengurus Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Komisariat Kaltim, dalam acara buka puasa bersama di salah satu restoran di kawasan Jalan Juanda Samarinda, Senin (3/5/2021).

Dikatakan Mawar, sesuai putusan yang sudah diambil Presiden Joko Widodo, ibu kota negara akan dipindahkan di kawasan Penajam Paser Utama. Menyambut hal tersebut, Mawar menyampaikan, perlu penguatan dan peningkatan sumber daya manusia di Kaltim.

“Sebetulnya, komisi II DPD RI tidak membidangi sumber daya manusia. Namun, ketika saya turun menyerap aspirasi, ujung-ujungnya yang perlu segera diperhatikan adalah peningkatan SDM,” tuturnya.

Ia mengakui, selain SDM, tentu yang juga memprihatinkan adalah kondisi infrastruktur di Kaltim. Masih banyak daerah di Kaltim belum tersentuh pembangunan. Termasuk belum dialiri listrik. Sebagai wakil daerah Kaltim, Mawar mengakui, banyak kelemahan Kaltim saat berjuang dana pembangunan di pemerintah pusat.

“Anggota DPR RI asal Kaltim, hanya 8 orang. Itu pun hanya 5 yang ber-KTP Kaltim. Dengan jumlah itu, Kaltim selalu kurang dapat perhatian,” katanya. Bandingkan dengan wakil rakyat asal provinsi yang ada di Pulau Jawa, jumlahnya bahkan sampai ratusan orang.

“Sehingga suara Kaltim kurang didengar,” sambungnya. Sementara DPD RI juga tidak punya banyak wewenang. Sebanyak 4 wakil daerah Kaltim di DPD RI hanya bisa sebatas memberikan usulan. Namun untuk pembahasan sampai keputusan, tak lagi berperan.

Akan tetapi, bukan berarti hal bisa dijadikan alasan. “Kita harus terus berjuang. Harus terus bersuara,” imbuhnya.

Sementara dalam kesempatan tersebut, Ketua IKAL Komisariat Kaltim Prof. Dr. Dwi Nugroho Hidayanto, M.Pd. menyampaikan beberapa pokok pikiran dari kepengurusan IKAL Kaltim. “Kami berharap, pemikiran yang disampaikan, bisa diteruskan ke pemerintah pusat,” harapnya.

Berbagai pokok pemikiran yang disampaikan di antaranya menyangkut indeks ketahanan nasional Kaltim, indeks sumber daya manusia, dan juga isu seputar ibu kota negara. Tak kalah pentingnya, persoalan sumber daya manusia juga jadi perhatian serius.

Dalam kesempatan itu, pengurus IKAL Kaltim yang hadir di antaranya Hj Rahmawati, Edwin Noviansyah, Hajaturamsyah, Achmad Sofyan, Yusak Hudiyono, M Yuhdi dan Endro S Efendi. (*)

Desa Sungai Payang Ditantang Jadi Desa Mandiri

May 3, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim M Syirajudin saat menerima kunjungan Kepala Desa Sungai Payang Rusdin

SAMARINDA – Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara ditantang harus mampu meningkatkan status desanya dari desa maju menjadi desa mandiri atau status tertinggi Indeks Desa Membangun (IDM).

“Sudah didatangi Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar tantangannya harus mandiri. Harus termotivasi. Sebab pak menteri juga mengaku yakin Desa Sungai Payang bisa meningkat menjadi mandiri dengan keberhasilan pengelolan BUMDesnya,”ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim M Syirajudin saat menerima kunjungan Kepala Desa Sungai Payang Rusdin, di ruang kerjanya, Senin (3/5/2021).

Karenanya perlu dibahas secara khusus melibatkan pemangku kepentingan terkait upaya peningkatan indikator penilaian IDM yang dianggap masih lemah. Termasuk menyamakan persepsi terkait pengisian form penilaian indikator IDM agar pengisiannya sesuai dan dapat meningkatkan poinnya.

Kalau soal Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), kata dia tidak usah diragukan. Sebab keberhasilan pengelolaan BUMDes dengan kemitraannya sudah berhasil mendongkrak status IDM Desa Sungai Payang dari awalnya sangat tertinggal menjadi maju.

“Tapi harus meningkat menjadi mandiri, karena pak manteri saat kunjungan ke daerah lain pasti akan menceritakan keberhasilan Desa Sungai Payang. Makanya kita harus mampu wujudkan tantangan berhasil menjadi desa mandiri,”katanya.

Disisi lain dia menyebut DPMPD Kaltim sebenarnya ada kegiatan pelatihan peningkatan IDM. Hanya saja karena keterbasan anggaran lokus pelatihan hanya di Kabupaten Kutai Barat dan Kutai Timur.

“Ternyata ampuh dan efektif. Bersama aparatur bedah titik lemah. Dan langsung praktik isi form indikator IDM agar pengisiannya tepat. Seperti Kutai Timur dari Sembilan desa yang dihadirikan dipastikan naik statusnya karena kurang pas dalam pengisian form pada penilaian IDM 2020,”katanya.

Kepala Desa Sungai Payang Rusdin menyebut indikator yang masih lemah terkait masalah akses jalan menuju dan jarak tempuh menuju akses layanan kesehatan. Belum ada dokter atau hanya ada bidan desa.

“Termasuk terkait lingkungan karena pernah banjir pada 2018,”katanya sambil menyebut bahwa desa yang berdiri sejak 25 Juli 1971 ini dulunya terisolir dan baru terbuka akses jalan pada 2006.(AM)

Mendes PDTT Puji Desa Sungai Payang

May 2, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar

KUTAI KARTANEGARA –”Saya melihat masa depan Indonesia sangat cerah, kalau dilihat dari Desa Sungai Payang ini,” puji Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (1/5/2021).

Pujian itu disampaikan Abdul Halim Iskandar lantaran Desa Sungai Payang yang beberapa tahun sebelumnya merupakan Desa Tertinggal, tahun ini bakal mendapat status baru sebagai Desa Maju.

Melihat sukses hebat desa ini, Menteri yang bertanggung jawab dengan urusan pembangunan desa itu meyakinkan bahwa ke depan Desa Sungai Payang akan menjadi Desa Mandiri.

Sejumlah sukses Desa Sungai Payang sebelumnya dipaparkan oleh Rusdin, sang kepala desa.   Selain keberhasilan mengubah Desa Tertinggal menjadi Desa Maju, juga keberhasilan mereka mengurangi penduduk miskin dari sebelumnya ratusan orang menjadi penerima BLT (bantuan langsung tunai), saat ini tinggal hanya 12 orang penerima.

Sebelumnya desa ini juga memiliki banyak kasus stunting dan gizi buruk. Tapi saat ini, status desa stunting sudah tidak mereka sandang lagi.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari sukses kami mengelola Bumdes Payang Sejahtera,” ungkap Rusdin.

Tahun 2020 lalu saja, omzet badan usaha milik desa itu sudah mencapai Rp7,8 miliar dengan keuntungan bersih sebesar Rp603 juta. Tidak kurang 157 penduduk setempat bekerja di Bumdes Payang Sejahtera. Di antaranya meliputi usaha jasa angkutan sawit dan CPO kerja sama dengan perusahaan sawit. Jasa bus angkutan karyawan, jasa laundry dan house keeping, dan catering karyawan serta jasa angkutan batu palu kerja sama dengan perusahaan tambang batu bara.

“Tahun depan, kami targetkan omzet Rp10 miliar. Kami akan tetap bermitra dengan perusahaan sawit dan tambang batu bara yang ada di sekitar kami,” yakin Rusdin.

Didampingi Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, Menteri Abdul Halim juga meninjau pabrik pengolahan kompos yang dikelola bumdes dan juga berkunjung ke Bumdes Sumber Purnama Desa Loa Sumber. Tampak juga Kepala DPMPD Kaltim Syirajuddin.

“Sepulang dari sini, saya akan langsung rapat dengan Menteri ESDM agar perusahaan tambang bisa bermitra dengan bumdes dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan di desa,” tutup Menteri Abdul Halim memberi semangat. (*/sam)

Kunjungi Bumdes Payang Sejahtera, Mendes PDTT Tunjukkan Komitmen

May 1, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

KUKAR — Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar melakukan kunjungan kerja ke BUMDes Payang Sejahtera, Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (1/5/2021).

Abdul Halim menegaskan kunjungannya ke Kaltim merupakan komitmennya terhadap urusan pembinaan BUMDes. Menurutnya BUMDes dalam kondisi sekarang sudah setara dengan BUMN dan BUMD karena sudah berbadan hukum. Yang membedakan hanya levelnya. BUMN level nasional, BUMD daerah, dan BUMDes pada level desa.

Dia mengaku yakin seperti BUMDes Payang Sejahtera bisa tergolong BUMDes maju seperti sekarang tidak luput dukungan daerah.

Karenanya dia mengajak provinsi dan kabupaten juga ikut memberikan perhatian terhadap pengembangan BUMDes di wilayah masing-masing.

“Saya melihat Desa Sungai Payang dengan BUMDes Payang Sejahtera menjadi masa depan cerah. Semoga desa-desa lain juga dapat mengikuti, ” katanya.

Disisi lain, dia mengaku setelah kembali ke Jakarta akan langsung bertemu Menteri ESDM membicarakan kemungkinan agar usaha sektor migas dan pertambangan ikut memberi dukungan pengembangan BUMDes di wilayah operasionalnya. Mengingat banyak perusahaan migas dan batubara yang lokasinya di desa-desa.

Abdul Halim yakin, Desa Sungai Payang yang dikelilingi perusahaan tambang dengan dukungan perusahaan status desa tidak hanya maju, tapi bisa menjadi mandiri.

Sementara Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menyebutkan kedatangan Gus Menteri bagian mendorong desa berbuat terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya pengelolaan BUMDes.

“Dengan pengelolaan BUMDes meningkat diharap memberi manfaat bagi masyarakat desa. Meningkatkan harkat martabat masyarakat desa, ” katanya.

Dia mengaku bangga dengan Desa Sungai Payang yang berhasil mengelola BUMDes, sehingga menjadikan status desanya dari sangat tertinggal menjadi maju. Di Kutai Kartanegara kata dia terdapat 188 BUMDes, 31 pemula, 70 berkembang, dan 29 maju.
“BUMDes Payang Sejahtera termasuk yang maju. Dan lomba tingkat nasional menjadi terbaik II” katanya.

BUMDes Payang Sejahtera mengembangkan beberapa unit usaha, yakni jasa angkutan TBS, jasa angkutan CPO, pengelolaan BRILink, jasa perantara BBM, jasa angkutan batu palu, catering karyawan , suplai air minum karyawan, KPS SPAM, peternakan sapi, jasa bus angkutan karyawan, jasa laundry dan housekeeping di mess karyawan.(AM)

Safaruddin: Polda Kaltim Harus Lakukan Langkah Preventif

April 30, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

Safaruddin

BALIKPAPAN – Usai terungkapnya kasus kecurangan layanan rapid test antigen menggunakan alat medis kedaluwarsa di Bandara Internasional Kualanamu, anggota DPR RI Dapil Kaltim, Safaruddin angkat bicara. Dia mengimbau agar jajaran Polda Kaltim melakukan langkah pencegahan di wilayah hukumnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu menegaskan, kecurangan rapid test antigen tidak hanya merugikan masyarakat. Namun juga berpotensi meningkatkan penyebaran Covid-19. Pasalnya, pemeriksaan kesehatan penumpang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jangan sampai kejadian di Sumatera Utara terjadi di Kaltim. Oleh karena itu, Polda Kaltim harus mengambil langkah preventif. Apalagi saat ini aktivitas bandara di Kaltim semakin padat jelang Lebaran,” tegas anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Safaruddin sangat menyayangkan kecurangan yang melibatkan petugas medis di Bandara Internasional Kualanamu itu. Apalagi alat pengambilan sampel hanya dicuci dengan air. Hal ini tentunya dapat menyebabkan penyebaran Covid-19 semakin masif.

“Di Kaltim ini ada beberapa bandara, termasuk dua bandara besar di Balikpapan dan Samarinda. Perlu dilakukan pemeriksaan untuk pencegahan agar kecurangan layanan rapid test antigen tidak terjadi di Kaltim. Tidak hanya di bandara saja, seluruh tempat layanan rapid test harus diperiksa,” tegasnya.

Diberitakan, Ditkrimsus Polda Sumut menggerebek lokasi layanan rapid test antigen bekas di lantai II area Mezzanin Bandara Internasional Kualanamu, Selasa (27/4/2021) sore. Penggerebekan ini diduga terkait adanya kecurangan layanan rapid test antigen.

Informasi yang dihimpun, lima petugas rapid test antigen telah diamankan dari lokasi. Turut diamankan berbagai alat-alat kesehatan pemeriksaan rapid test. Mereka yang diamankan di antaranya RN (admin), AD (analis), AT (analis), EK (analis) dan EI (kasir). (*)

Next Page »