ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Waspada Ubur-Ubur Beracun Saat Liburan ke Pantai

December 26, 2016 by  
Filed under Opini, Wisata

VIVABORNEO.COM, Cerita berenang bersama ubur-ubur laut di Pantai Tanjung Jumlai membuat saya mencari tahu informasi seputar hewan lucu namun sangat  berbahaya ini pada warga sekitar. Hasilnya?, “Jangan sekali-kali menyentuh ubur-ubur, sebelum kita yakin benar bahwa itu tidak beracun!”

Apapun jenis ubur-ubur yang ada di laut, sebaiknya dihindari. Karena, racun ubur-ubur dari tingkat ringan hingga berat mungkin terkandung di tentakel-nya

Cerita Azis (35 th) warga sekitar pantai Tanjung Jumlai Tengah menuturkan, bahwa dirinya pernah disengat oleh ubur-ubur. Jenis ubur-ubur yang menyengatnya adalah ubur-ubur kotak. Dikatakan ubur-ubur kotak karena bentuk kepalanya tidak bulat sempurnya, melainkan menyerupai kotak tidak sempurna.

Azis yang seorang nelayan ini sehari-harinya memang selalu bersentuhan dengan air laut. Selain mencari ikan dengan perahu miliknya, dia juga memasang jaring di bibir pantai.

Setiap hari dirinya memasang jaring panjang dari pantai menuju arah laut. Panjang jaring miliknya mencapai 300 meter. Azis mengakui dia memasang jaring pada pagi hari sekira jam 5-an dan menarik hasil dari jaringnya pada sekitar pukul 7 atau 8 pagi.

Suatu ketika, ujarnya, di pagi hari yang cerah, kejadiannya sekitar setahun yang lalu, dirinya ingin mengangkat jaring yang dipasangnya. Azis masuk ke dalam air unt uk melepaskan ikatan arah ujung laut. Tiba-tiba dirinya merasakan sesuatu menyengat kaki dan pinggangnya. Rasanya panas seperti terbakar. Sakit seperti ditusuk-tusuk jarum.

Pengalaman puluhan tahun melaut, dirinya tahu jika telah disengat ubur-ubur. Dia melihat, ubur-uburnya berwarna merah dengan tentakel yang lebat dan panjang mencapai 50 centi meter.

Walau tampak indah, namun setiap ubur-ubur memiliki racun yang berbahaya. Rabun mereka gunakan untuk pertahanan diri ataupun mencari makanan

“Cepat-cepat saya naik ke darat karena saya tahu jika tidak kuat maka bagian tubuh yang tersengat  bisa mati rasa dan mungkin saya akan mati tenggelam kalau tidak cepat keluar dari air,” ujarnya bercerita.

Rumahnya yang berjarak hanya 100 meter dari bibir pantai memudahkannya untuk meminta pertolongan. Luka bekas sengatan dibersihkan dan diobati. Setelah minum obat penahan rasa sakit, dan diobati seadanya, dirinya beristirahat.

“Rasanya sakit sekali. Selain seperti rasa terbakar,  sakitnya seperti ditusuk-tusuk dengan jarum. Badan demam dan sering kentut-kentut buang angin karena sakit yang tidak tertahankan,” ujarnya mengenang.

Gejala ini berlangsung selama lebih dari 24 jam. Namun, efek racun yang kuat, Azis hanya bisa berisitirahat saja selama seminggu. Selama sepekan itu, ujarnya tubuhnya masih terasa lemah seperti orang tidak bersemangat. Bekas sengatannya baru hilang selama sebulan.

Dirinya mengingatkan kalau ubur-ubur merah dan biru memiliki racun yang kuat. Tidak saja Azis, anak-anak kampung di sekitar pantai pun rupanya sudah diingatkan oleh orang tua mereka untuk tidak berenang  apalagi menyentuh dua jenis ubur-ubur ini.

“Ubur-ubur merah dan kotak dia punya  jenggot (tentakel-maksudnya) sangat lebat dan banyak. Ukurannya juga panjang-panjang,” ujarnya dengan logat Bugis yang kental.

Jika tersengat ubur-ubur dengan tingkat racun tinggi, saran Azis, harus cepat-cepat di bawa ke rumah sakit. Jika tidak akan berbahaya karena sakitnya membuat badan demam, sesak nafas dan rasa terbakar yang sangat sakit.

Hingga kini, ucapnya, tidak ada penawar rasa sakit selain obat dari dokter. Karena jika salah penanganan akan justru menambah parah sengatan yang menyisakan racun pada bulu-bulu tentakel yang masih menempel di tubuh.(vb/yul)

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.