ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Tarakan masih Digencang Gempa Bumi Susulan

December 25, 2015 by  
Filed under Kalimantan Timur

VIVABORNEO.COM, Warga Kota Tarakan Kalimantan Utara kembali merasakan gempa bumi susulan sekitar pukul 13.15 wita. Warga yang merasakan guncangan gempa ini berhampuran ke luar rumah karena takut bangunan yang mereka tinggali roboh.

Gempa susulan memang masih sering terjadi walaupun intensitas dan kekuatan gempa susulan lebih kecil daripara gempa bumi pada Senin dinihari lalu. Namun gempa susulan terjadi sejak senin dan selasa, serta hari ini pada Jumat (25/12).“Getarannya seperti kena ombak di kapal. Walaupun tidak sebesar goncangan seperti Senin malam lalu, namun gempa susulan ini cukup menakutkan,” ujar Arbain (48 th)  pada vivaborneo.com, Jumat siang.

Seperti yang diceritakan oleh Arbain, warga Kelurahan Juata Kerikil yang mengisahkan pada saat kejadian gempa 6,1 SR dirinya sedang tertidur. Dirinya kaget karena tanah di dalam rumah bergoyang. Setelah tersadar dari tidur, dirinya langsung bangun dan secara spontan memegangi perabotan terutama lemari yang akan rebah.

“Saya kaget dan tanpa sadar memegang lemari ddi dalam kamar yang akan roboh karena besarnya guncangan. Setelah sadar bahwa itu gempa bumi, saya memanggil anggota kelaurga lain untuk segera ke laur rumah karena takut rumah roboh,” ujarnya.

Seingat Arbain, dirinya pernah merasakan egmpa bumi besar sekitar tahun 1980-an. “Mungkin tahun 1983, lakau tidak salah,” ujarnya singkat.

Arbain yang berprofesi sebagai nelayan ini juga mengisahkan kalau pada saat gempa bumi terjadi, teman-teman nelayan yang kebetulan sedang melaut, mengatakan bahwa ombak di laut pada saat itu dalam kondisi gelombang mati.

“Gelombang mati” adalah istilah nelayan untuk menunjukkan bahwa ombak di laut tidak besar dan tidak ada hempasan yang kuat.

Arbain berharap, bencana alam ini dapat berakhir dan warga dapat tenang tanpa was-was terjadi gempa bumi susulan.

“Semoga saja gempa susulan ini berakhir dan tidak ada gempa bumi yang lebih besar.  Kami sangat takut jika ada getaran yang lebih besar. Kami takut terjadi tsunami,” ucapnya penuh harap.(vb/yul)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.