ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

PLTS Bertambah 4.884 Unit

December 23, 2010 by  
Filed under Berita

SAMARINDA–vivaborneo.com, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Drs H Amrullah mengungkapkan hingga 2010 terjadi peningkatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 4.884 unit atau sebesar 32,9% dibanding jumlah PLTS pada 2008.
“Jumlah PLTS pada 2008 adalah 14.852 unit dan saat ini jumlahnya sudah mencapai 19.736 unit atau terjadi peningkatan sebesar 32,9 persen,” ujar Amrullah di ruang kerjanya, Rabu (22/12).

Titik lokasi PLTS antara lain tersebar di kabupaten/kota seperti Nunukan (Sembakung, Sebatik Barat, Nunukan dan Sebuku), Tana Tidung (Sesayap), Malinau (Malinau Selatan, Malinau Barat, Pujungan dan Malinau Kota), Bulungan (Tanjung Palas dan Sekatak), Berau (Tabalar, Biatan dan Maratua), Kutai Timur (Kaliorang, Kaubun, Sengata Selatan, Karangan, Teluk Pandan, Sandaran, Sangkulirang dan Bengalon), Kutai Kartanegara (Kota Bangun, Muara Kaman dan Kembang Janggut), Panajam Paser Utara (Sepaku), Kutai Barat (Laham, Melak dan Muara Komam), Paser (Longkali dan Batu Engau).

PLTS yang tersebar berasal dari alokasi dana APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Tahun ini sebanyak 2.400 unit PLTS baru dari alokasi APBN masih ditangguhkan. Penambahan PLTS hanya dilakukan melalui alokasi APBD Provinsi sebanyak 355 unit.

“Ini adalah bagian dari perjuangan agar kebutuhan listrik masyarakat Kaltim dapat terlayani secara lebih luas. Kita berharap 2.400 unit PLTS melalui APBN yang ditangguhkan, bisa direalisasikan tahun depan,” imbuhnya.

Selain membangun PLTS, tahun ini Distamben telah membangun 7 Digester Biogas di Kaliorang, Kutai Timur. 7 Digester Biogas tersebut menambah satu digester biogas yang telah dibangun pada 2008 lalu. (vb/sam)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.