ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Kaltim Tinjau Ulang Rencana dan Kebijakan Program Pangan

December 1, 2013 by  
Filed under Agrobisnis

Share this news

BALIKPAPAN – vivaborneo.com, Terbentuknya daerah otonomi baru Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang merupakan hasil pemekaran dari Kalimantan Timur (Kaltim) menjadikan posisi dan kondisi pangan di Kaltim perlu ditinjau ulang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim usai pembukaan  Rapat Evaluasi Program tahun 2013 dan Persiapan Pelaksanaan Kegiatan tahun 2014 Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Kaltim,  di Balikpapan, Rabu malam (27/11).

“Jika masih bersatu antara Kaltim dan Kaltara, pencapaian pemenuhan pangan di Kaltim telah mencapai lebih dari 86 persen. Namun setelah terbentuknya Kaltara maka posisi tersebut semakin turun mencapai angka 71 persen,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya akan merencanakan ulang seluruh kebijakan dan program-program pangan setelah terbentuknya Provinsi Kaltara. Dengan terbentuknya Kaltara, otomatis Kaltim hanya terdiri dari tiga kota dan tujuh kabupaten.

Kota dan kabupaten tersebut yaitu Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Kutai Timur, Berau, Penajam Paser Utara dan Tanah Paser.

“Untuk itu saya berharap kita semua harus bekerja keras lagi. Langkah yang dilakukan adalah membuka lahan atau cetak sawah baru di Kutai Timur, Kutai Barat, PPU dan Paser serta peningkatan waktu tanam yang selama ini hanya satu kali panen menjadi dua kali panen,” ujarnya.

Beruntungnya lumbung padi atau lumbung pangan di Kaltim selama ini yang berada di Kab. Kukar dan PPU tidak terlepas ke Kaltara juga. Sehingga target pencapaian swasembada beras tidak terlalu berat walau harus disusun ulang.

Namun kendala yang dihadapi, walau telah terbentuknya Kaltara dan lumbung pangan Kaltim tidak ikut terlepas, namun jumlah penduduk terbanyak yang memerlukan konsumsi nasi setiap harinya, konsentrasinya masih berada di Kaltim terutama terpusat di Balikpapan dan Samarinda.

Ibrahim menyatakan pihaknya bersama kabupaten/kota akan berusaha menyusun ulang rencana dan program kerja di 2014 dengan fokus pada lahan-lahan di Kaltim saja.

Dengan lahan yang tersedia (eksisting) seluas hamper 100.000 ha, upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target swasembada beras adalah dengan mengusahakan lahan-lahan yang ada dapat ditanami dua kali setahun. Demikian juga  produktivitas akan ditingkatkan dari 4,7 ton menjadi minimal 5 ton per hektar (ha) dengan perlakuan pertanian yang lebih baik.

“Kita berharap, himbauan atau gerakan kepada masyarakat untuk mengurangi makan  nasi dengan beralih mengonsumsi bahan pangan lainnya seperti singkong, jagung, sagu, mie dan lainnya, dapat ikut berpengaruh pada pencapaian swasembada beras” harapnya. (vb/yul)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.