ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Disbudpar Kaltim Komitmen Bangun Keberlanjutan Pariwisata

December 15, 2015 by  
Filed under Berita

VIVABORNEO.COM,  Komitmen Kalimantan Timur untuk terus memajukan industri pariwisata sebagai alternatif menggerakkan roda ekonomi masa depan setelah tidak bergairahnya sumber daya alam mineral dan bahan galian, sangatlah tepat.“Untuk mendukung pembangunan pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim telah mempersiapkan sejumlah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yaitu KSPN  Derawan dan sekitarnya, Kota Bangun-Tanjung Isuy dan sekitarnya, Danau Semayang dan sekitarnya serta  KSPN Long Bagun-Melak dan sekitarnya,” ujar Kepala Disbudpar Kaltim, H.M Aswin saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Destinasi Pariwisata Provinsi Kaltim, di Samarinda, Selasa (15/12).

Di Kaltim program pengembangan kawasan pariwisata sejumlah 15 kawasan yang  terintegrasi satu kota dengan kota lainnya dan dari satu obyek ke obyek lainnya. Sehingga, wisatawan yang berkunjung ke Kaltim dapat menghemat waktu kunjungan dan  biaya perjalanan.

Menurut Aswin, kegiatan sektor pariwisata harus ditingkatkan di masa mendatang seiring dengan berkurangnya penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resources) oleh dunia saat ini.

Disebutkan Aswin, pengembangan pariwisata di Kaltim meliputi wisata pedalaman, pesisir, keraton dan wisata Sungai Mahakam.

“Saya berharap semua peserta dapat memanfaatkan Focus Group Discussion ini sebagai sarana bertukar informasi, saling member masukan dan mengintegrasikan program di satu tempat dengan wilayah lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata, Frans Teguh, MA mengatakan pembangunan infrastruktur pariwisata sesungguhnya bukanlah untuk wisatawan tetapi untuk masyarakat luas.

“Kementerian Pariwisata sangat support untuk turut mengembangkan infrastruktur di daerah. Ini tentu bukan hanya peran kementerian tetapi juga daerah termasuk kabupaten dan kota,” ujar Frans saat diwawancara.

Acara yang berlangsung selama sehari penuh ini diikuti lebih dari 40 orang peserta dari perwakilan kabupaten Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Berau.

Peserta lainnya adalah dari Persatuan Hotel dan restoran Indonesia, Asita, akademisi, Himpunan Pramuwisata, Himpunan Pramusaji dan Badan Promosi Pariwisata Daerah.(vb/yul)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.