ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

BKPP Kaltim Persiapkan Demplot Pertanian Untuk Penas 2011

December 30, 2010 by  
Filed under Agrobisnis

SAMARINDA–vivaborneo.com, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kaltim terus mempersiapkan demplot-demplot untuk pertanian yang akan ditampilkan pada Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2011 di Kabupaten Kutai Kartanegara.Demplot-demplot yang dipersiapkan tersebut, antara lain  untuk kegiatan perkebunan, peternakan, perikanan, tanaman pangan, hortikultura, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BP-TPH), Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian dan kehutanan.

“Panitia melalui BKPP Kaltim untuk Penas KTNA 2011 nanti telah membuat rancangan membuat hamparan  yang dipetak-petak (demplot) untuk lahan tanaman pertanian. Dalam display tersebut akan ditampilkan tata kelola pertanian dari pembibitan hingga kegiatan memasuki masa panen,” kata Kepala BKPP Kaltim Hj Nur Hidayah.

Menurut dia, ini dipersiapkan dan dilakukan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemprov Kaltim dengan tujuan untuk memperlihatkan penguasan teknologi pertanian, khususnya teknologi terapan pada instansi teknis.

Sesuai dengan even nasional yang dilaksanakan tersebut, dimana KTNA Kaltim merupakan organisasi wadah berkumpulnya nelayan dan petani andalan Kaltim. Dan anggota KTNA ini telah memiliki kemampuan dalam tata kelola pertanian yang maju.

“Sesuai dengan keinginan pemperintah untuk menjadikan sektor pertanian sebagai bidang usaha andalan bagi Kaltim. Selain, karena Kaltim telah memiliki program menjadikan daerah ini sebagai pusat agroindustri dan energi terkemuka,” jelasnya.

Maka, pembangunan disektor pertanian dalam arti luas ini akan terus ditingkatkan pelaksanaan dan pengembangannya. Apalagi, dalam pembukaan PENAS KTNA 2011 nanti akan dihadiri langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tentu ini merupakan kesempatan bagi daerah, khususnya Pemprov Kaltim untuk menunjukkan hasil-hasil pembangunan disektor pertanian. Selain, kemampuan dalam  penguasaan alih teknologi para petani dan nelayan pada bidang usaha ini.

“Dengan tampilan pembangunan dan penguasaan teknologi petanian melalui demplot sebanyak sembilan lokasi tersebut. Tentu ini akan memberikan gambaran terhadap komitmen pemerintah melalui SKPD teknisnya dalam memberikan pembinaan dan dukungan kegiatan dilapangan,” demikian Nurhidayah. (vb/mas)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.