ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Turis Asing Minati Kerajinan Khas Kaltim

November 2, 2010 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

 

BALI – vivaborneo.com – Antusias para turis asing akan kerajinan khas Kaltim sangat besar, hal ini dilihat dari  kunjungan mereka ke stand Kaltim  sekaligus membeli beberapa  kerajinan khas Kaltim yang dijual sebelum acara pembukaan Borneo Extravaganza 2010, di Discovery Shopping Mall, Kuta, Bali. Borneo Extravaganza yang merupakan ajang  promosi pariwisata digelar dari tanggal 8 hingga 10 Oktober hingga adalah salah satu kegiatan pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI bekerja sama dengan provinsi yang ada di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan

Menurut Plt. Kadis Pariwisata Kaltim, H. Sulaiman, ditetapkannya Bali sebagai tempat diselenggarakannya Borneo Extravaganza ini untuk lebih menarik minat wisatwan luar maupun domestik ke Kalimantan khususnya Kaltim.

” Acara ini pertama kali diselenggarakan di Mal Taman Anggrek, Jakarta, pada 2004 lalu. Tahun ini merupakan penyelenggaraan Borneo Extravaganza keempat. Kenapa sekarang di Bali, karena turis asing maupun lokal banyak dibali, sehingga lebih dekat untuk mereka ketahui informasi pariwisata di Kalimantan khususnya Kaltim, “ jelas Sulaiman

Disadarinya bahwa tingkat kunjungan wisatawan ke Kaltim dengan wisata petualangan, tidak sebanyak Bali. “Rata-rata 21 ribu wisatawan pertahun, “ jelas Sulaiman. Belum banyaknya informasi yang diperoleh oleh wisatawan akan keanekaragaman flora dan fauna serta budaya dan tak ketinggalan pesona alam  Kaltim merupakan salah satu faktor belum maksimalnya kunjungan wisata ke Kaltim.

”Selain itu sarana dan prasaran ke dan dari objek wisata juga berpengaruh, saya berharap kabupaten kota yang memilki potensi budaya yang mempesona bisa lebih memperhatikan hal tersebut, “ kata Sulaiman lagi.

Saat membuka Borneo Extravaganza 2010 tersebut Ahli Bidang Ekonomi dan Iptek Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Titin Soekarya, yang mewakili Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, Jero Wacik, mengatakan pesona wisata yang dimiliki Kalimantan sama indahnya dengan Bali,

“Kalimantan tidak kalah dengan Bali. Pulau itu kaya akan keanekaragaman hayati dan budaya serta pesona alamnya. Melalui pameran wisata seperti inilah kesempatan membuka apa-apa yang dimiliki pulau itu kepada para turis. Semoga lebih banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke Borneo,” kata Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Iptek Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Titin Soekarya, dalam acara pembukaan pameran itu di Kuta,

Dikatakan, luasnya wilayah Nusantara harus ditawarkan pada para turis asing. Jenis wisata yang potensial, antara lain berpetualang masuk hutan belantara, mendaki gunung, dan melihat langsung hutan yang selama ini dikenal dengan paru-paru dunia, seperti Taman Nasional Danau Sentarum dan Betung Kerihun di Kabupaten Kapuas Hulu.

Selama pameran, Borneo Extravaganza antara lain menyajikan paparan tentang potensi wisata yang kini digiatkan, seperti seperti Museum Mulawarman, Tugu Khatulistiwa, serta Wisata Sungai Mahakam, Barito, dan Kapuas. Sedangkan pada wisata kuliner, disajikan sensasi menikmati makanan khas Kalimantan tempo dulu dan sekarang yang sudah bercampur dengan budaya Melayu dan Bugis. Kaltim dikuti oleh beberapa kabupaten kota yakni, Tarakan, Samarinda, Bontang, Kutai Timur dan Berau.

Paul, wisatawan asing dari Belanda ini sangat mengagumi tari-tarian yang dipersembahkan oleh keempat provinsi tersebut dan mengatakan berminat untuk mengunjungi Kalimantan.

“Saya cukup senang dengan adanya acara ini, Saya mendapatkan informasi yng cukup banyak tentang pariwisata yang ada di Kalimantan. Saya dan isteri akan ke Pulau Derawan karena  pulau ini punya pesona yang sangat indah dan menawan. Menurut informasi disana cocok untuk menyelam, saya suka melihat pesona bawah laut, “ kata Paul dalam bahasa Inggris yang cukup fasih. (vb/aer)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.