Subscribe to Vivaborneo.com  Informatif, Santun, Tak TerbatasNews FeedSubscribe to Vivaborneo.com  Informatif, Santun, Tak TerbatasComments

ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

H. Ali Ahmad Mendukung Pembangunan Smelter PT Freeport di Gresik

November 3, 2021 by  
Filed under Opini

MALANG – Anggota Komisi VII DPR RI H.Ali Ahmad SH mengapresiasi langkah dan komitmen yang dilakukan Pemerintah dan PT Freeport dalam memberikan sumbangsih bagi bangsa dan negara melalui smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Industri  Ekonomi Khusus Gresik Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kota Gresik Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Saya mengapresiasi komitmen pemerintah dan PT Freeport Indonesia terkait pembangunan smelter ini di Gresik, Jawa Timur. Tentu ini akan kami kawal terus,” ujarnya disela-sela acara Sinergitas Sinergitas BPH Migas dan DPR RI yang melakukan sosialisasi Kinerja dan Penyuluhan Regulasi BPH Migas Tahun anggaran 2021 hasil kerjasama PWI Malang raya  di Hotel Ijen Suites Malang, Selasa ( 2 /11/2021 ).

Pembangunan smelter di Gresik ini ternyata mendapatkan protes dari masyarakat Papua. H.Ali Ahmad mengetahui banyaknya protes dari masyarakat Papua mengenai proyek smelter Freeport dibangun di Gresik, karena tambang Freeport lokasinya di Papua.

“ Dari segi keadilan, wajar jika warga Papua protes, Karena Posisi tambang Freeport berada di Papua. Sehingga mereka sangat iri dengan di bangunnya Smelter di Gresik. Harapannya dengan adanya Smelter di Papua akan memberikan nilai tambah bagi daerah Papua sendiri, selain untuk menampung tenaga kerja juga menumbuhkan kegiatan industrialisasi di sana,” tandas politikasi PKB asal daerah pemilihan Malangraya.

Anggota Komisi VII DPR RI H.Ali Ahmad SH mengatakan, Freeport memutuskan membangun smelter di Gresik dengan berbagai pertimbangan, tidak langsung membangun begitu saja. Pertimbangan pembangunan smelter di Gresik pertama karena masalah keekonomian. Jika smelter dibangun di Papua, maka ongkosnya akan lebih mahal.

“Keekonomian, jika dibangun di Papua, biayanya akan jauh lebih besar,” tuturnya.

Alasan lainya Kata H. Ali Ahmad pembangunan smelter di Gresik karena sudah diputuskan dari 2017-2018 lalu. Pertimbanganya yaitu infrastruktur di Papua belum memenuhi persyaratan, termasuk persoalan listrik, sehingga tidak dibangun di Papua.

Oleh karena itu untuk mengetahui bagaimana kelanjutan pembangunan smelter, dirinya bersama Komisi VII DPR RI yang membidangi Pertambangan dan Industri akan mengadakan kunjungan kerja ke Los Angeles USA, 20 November 2021 mendatang.

“Saya akan bisa ngomong banyak tentang Freeport dan pembangunan Smelter di Papua dan Gresik, setelah pulang dari kunjungan kerja ke Los Angeles –USA ke Induknya PT. Freeport,” tegas H.Ali Ahmad bersemangat. (Adv/buang)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.