ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Kaltim Harus Miliki Asrama Mahasiswa di Mesir

October 14, 2009 by  
Filed under Berita

BALIKPAPAN -vivaborneo.com, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Farid Wadjdy menegaskan komitmen Pemprov Kaltim   dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk di dalamnya peningkatan SDM dalam kaitan pendidikan keagamaan.Salah satu upaya yang  dilakukan Pemprov Kaltim adalah membangun mes atau asrama tempat tinggal bagi mahasiswa-mahasiswa asal Kaltim  yang sedang menyelesaikan kuliah di Mesir.

“Beberapa daerah sudah memiliki asrama untuk mahasiswa-mahasisa mereka. Kaltim katanya kaya, tapi kok belum punya. Kalimantan Selatan,  ibarat hanya jualan ikan sepat dan ikan haruan sudah bisa membangun asrama di Mesir, mengapa Kaltim tidak bisa,” ujar Wagub Farid Wadjdy, belum lama ini.

Bukan hanya itu, Wagub juga menjanjikan beasiswa bagi mahasiswa Kaltim yang berprestasi untuk melanjutkan studinya ke Mesir. Menurut Wagub, hal ini perlu dilakukan agar semakin banyak SDM-SDM Kaltim yang mampu memiliki keilmuan di bidang pendidikan umum dan  keagamaan yang tinggi sehingga diharapkan selanjutnya pengembangannya bisa dilanjutkan di Kaltim.

“Kami sangat serius soal pendidikan ini. Memang membutuhkan pengorbanan dan biaya, tetapi itu harus dilakukan agar kita bisa lebih baik lagi ke depan,” kata mantan Kakanwil Depag Kaltim ini.

Sementara bagi guru-guru madrasah yang ada di Kaltim, Pemprov juga telah memperjuangkan insentif bagi mereka. Menurutnya, guru-guru madrasah tidak  beda dengan guru-guru umum lain     yang mengajar. Sebab itu, mereka juga berhak untuk mendapatkan insentif.

“Guru-guru madrasah juga pantas mendapatkan insentif.Tetapi saya ingatkan, pengabdian selanjutnya harus lebih ditingkatkan lagi dengan semangat keikhlasan,” kata Farid Wadjdy. (vb-03)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.