ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Produksi Sawit Meningkat 105.450 Ton

August 5, 2011 by  
Filed under Agrobisnis

SAMARINDA – vivaborneo.com, Produksi sawit dari perkebunan rakyat di Kaltim pada 2010 mengalami peningkatan sebesar 105.450 ton dibanding produksi tahun sebelumnya. Kenaikan ini sangat dipengaruhi oleh peningkatan luas tanaman sawit yang sudah menghasilkan dengan peningkatan luas tanaman menghasilkan sekitar  6.875 hektar.

“Produksi sawit dari perkebunan rakyat tahun 2010 mencapai 651.561 ton. Lebih tinggi dibanding produksi tahun sebelumnya 546.111,” kata Plh Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, HM Sa’bani.

Produksi sawit tertinggi masih didominasi Kabupaten Paser dengan jumlah 446.104 ton, disusul Kutai Timur dengan produksi 91.569 ton, Panajam Paser Utara (PPU) 67.623 ton, Kutai Kartanegara 45.102 ton dan Nunukan 11.996 ton.

Masyarakat kabupaten/kota lainnya meski sudah mulai melakukan penanaman namun belum menghasilkan. Jika pun sudah menghasilkan jumlahnya masih sangat minim. Di Malinau misalnya,  saat ini baru terlaporkan hanya 547 hektar luas tanaman yang belum menghasilkan dan belum ada tanaman yang menghasilkan di kabupaten di kawasan utara ini.

Kabupaten Bulungan menghasilkan 10 ton saja, Berau 231 ton, Kutai Barat 79 ton, Nunukan 17 ton, Samarinda 826 ton sementara Balikpapan baru menanam di areal 10 hektar, namun belum menghasilkan.

Sedangkan Bontang, Tana Tidung dan Tarakan, sama sekali tidak tercatat telah melakukan penanaman sawit.

Untuk terus memacu peningkatan produksi sawit di Kaltim, selain mendorong investasi pihak swasta, tahun ini Pemprov Kaltim telah mengalokasikan pengembangan  perkebunan sawit rakyat  seluas 900 hektar.

“2012 kami juga akan melakukan pengembangan dengan jumlah yang hampir sama sekitar 900 hektar lagi,” imbuhnya.

Seperti diketahui, komoditas sawit merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan Kaltim yang akan dikembangkan dengan mendorong berdirinya industri pengolahan sawit untuk menghasilkan puluhan produk turunan sawit yang akan dipusatkan di Kawasan Industri Maloy di Kutai Timur.

Kawasan ini rencananya akan didukung dengan keberadaan satu pelabuhan bertaraf internasional sehingga akan menjadi outlet industri baru Kaltim masa depan. Apalagi posisinya sangat strategis berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II sangat potensial bagi pengembangan jalur perdagangan intenasional. (vb/sam)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.