ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Nunukan Siap Tampung TKI dari Malaysia

August 14, 2011 by  
Filed under Berita

NUNUKAN – vivaborneo,com, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan menyatakan kesiapan terhadap kedatangan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dipulangkan Pemerintah Malaysia untuk perbaruan dokumentasi.

Wagub Kaltim Farid Wadjdy ketika meninjau persiapan Pemkab Nunukan mengantisipasi kedatangan TKI

Wagub Kaltim Farid Wadjdy ketika meninjau persiapan Pemkab Nunukan mengantisipasi kedatangan TKI

Kesiapan yang diantisipasi berupa penyediaan Rumah Susun yang mampu menampung 1.200 TKI dlam keadaan normal dan 1.500-2.000 TKI dengan memanfaatkan dua gedung berlantai tiga dengan ratusan jumlah kamar.

“Jadi mengantisipasi kedatangan TKI dari Malaysia  yang akan memperbarui dokumen mereka kita telah siap untuk menempatkannya di Rumah Susun yang mampu menampung 1.200 orang TKI dengan fasilitas kamar tidur yang mampu menampung empat orang dan memliki kamar mandi di dalam kamar,” ujarnya.

Selain itu, ujarnya Pemkab Nunukan telah mempersiapkan sarana trasnportasi kesehatan, satu buah Rumah Sakit, dua buah Puskesmas, empat unit ambulance dan satu unit mobil layanan kesehatan.

Sementara ini, tambah Wagub, penampungan ini memang belum terisi karena TKI yang mengurus dokumen jumlahnya masih sedikit sehingga masih dapat ditampung pada sejumlah agen PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia)
Rencananya Pemerintah Malaysia akan memulangkan ribuan TKI Indonesia yang telah habis masa ijin kerja dalam waktu dekat. Setelah dokumen selesai, mereka diperkenankan bekerja kembali ke Malaysia.

Dijelaskan Wagub, kemampuan pengurusan dokumen dapat dikerjakan antara 600 hingga 3 ribu  dokumen setiap  harinya. Sementara jumlah TKI yang akan memperbarui ijin dan dokumennya diperkirakan sebanyak 150 ribu orang.
Wagub mengharapkan, semua pihak di Kabupaten Nunukan bersiap untuk kedatangan TKI ini, walaupun ada jaminan dari Pemerintah Malaysia bahwa mereka akan secara bertahap memulangkan tenaga kerja tersebut, sehingga terjadi keseimbangan dan kelancaran pelayanan dan ekonomi kedua belah pihak antara Indonesia dan Malaysia.

“Memang di Rumah Susun untuk penamungan TKI ini masih ada beberapa kekuranan seperti kurangnya jumlah tempat tidur dan kasur dan beberapa kekurangan lainnya, tetapi semua itu disepakati menjadi tanggungan PJTKI sebagai agen para pekerja ini,” jelasnya. (vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.