ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Kelapa Sawit Siap Diremajakan Seluas 28.000 Hektar

August 3, 2018 by  
Filed under Agrobisnis

Share this news

SAMARINDA –  Kaltim hingga saat ini memiliki 28.000 hektar tanaman kelapa sawit yang rusak atau perlu direflenting (peremajaan) termasuk di perkebunan besar. Terkait hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad pada pertemuan Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit  Rakyat di Samarinda, Kamis (2/8).

“Luasan kelapa sawit Kaltim 1,2 juta hektar itu terdapat  plasma dan kebun rakyat sekitar 292 ribu hektar. Potensi 28 ribu hektar yang bisa diremajakan atau reflenting. Tapi kalau dikurangi kebun inti (perusahaan) tentu jumlahnya semakin sedikit,” katanya.

Disebutkannya, potensi Kaltim sebetulnya kalau dilihat untuk kebun rakyat yang sudah masuk usulan itu dari Paser awalnya 17 ribu hektar tapi terus dilakukan cek dan ricek

Akhirnya disepakati Ditjen Perkebunan Kementan dalam rapat ternyata seluruh kabupaten dan kota yang memiliki potensi 28 ribu tadi secara resmi disepakati 6.165 hektar.

Usulan itu dari Kabupaten Paser khususnya Kecamatan Paser Balengkong, Kuaro dan Long Ikis mencapai 6.165 hektar

“Kita bicara tahun 2017-2018 ada sekitar 172 ribu hektar sudah diusulkan dari Koperasi Sawit Jaya,” jelasnya.

Termasuk usulan 2017 yang sudah diproses pada 2018 ada sekitar 318 hektar milik KUD Tani Subur dari Kuaro sedang direvisi rekomendasinya diusulkan agar mendapat rekomteknya.

Dirinya mengajak instansi teknis dan Apkasindo di kabupaten dan kota untuk melakukan pendataan guna pengusulan peremajaan sawit rakyat (PSR).

”Sekarang mari kita bersama-sama bersinergi untuk saling mengusulkan  PSR. Sebab nasional mempunyai target 185 ribu hektar dan masih belum terpenuhi. Ada kemungkinan angka itu masih bisa bertambah,” ujarnya. (yans/hmsprov)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.