ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Kebun Anggrek Pemkot Tarakan Minim Kunjungan Masyarakat

August 24, 2014 by  
Filed under Gaya Hidup

Tarakan, vivaborneo.com, Jika Samarinda memiliki Kebun Raya Universitas Mulawarman atau yang disingkat KRUS Samarinda. Kota Balikpapan juga baru memiliki Kebun Raya Balikpapan, ternyata di Kota Tarakan Kalimantan Utara, juga memiliki huta kota yang didalamnya termasuk Kebun Anggrek Pemkot Tarakan.Kebun tanaman anggrek dan aneka bunga ini dibangun tahun 2004 dan operasional pertama atau dibuka pertama untuk umum pada tahun 2005. Lokasinya berada di pinggiran Kota Tarakan menuju arah Pantai Amal. Keberadaannya persis di tepi jalan besar menuju pantai sehingga dengan mudah terlihat jika menuju obyek wisata bahari tersebut.

Disini terdapat 1.200 pohon anggrek budidaya, 300 spesies anggrek alam, dan ratusan aneka jenis bunga yaitu aneka jenis kaktus dan bunga-bunga lainnya.

Seorang petugas menjelaskan, anggrek yang ada di kebun ini umumnya jenis Dendrobium, Catleya, Golden Shower dan lain-lain. Sedangkan anggrek alam seperti anggrek hitam, anggrek tebu, dan lainnya, masih minim karena bibitnya diambil langsung dari hutan kota yang masih alami di sekitar lokasi penanaman.

Anggrek spesies diperoleh dari hutan kota sekitar kebun. Walaupun jumlahnya masih sangat terbatas, namun diyakini akan terus bertambah karena pencarian (eksplorasi) terhadap anggrek khas Kaltim ini belum dilakukan secara maksimal dan menyeluruh.

Menempati tiga unit bangunan seluas sekitar lima hektar, jika kita berkunjung pada saat yang tepat akan dimanjakan oleh ribuan kuntum bunga anggrek yang sedang mekar.

Kebun ini juga pernah dikunjungi Wakil Presiden Boediono pada tahun 2011. Saat itu aneka jenis anggrek sedang mekar sehingga sangat menarik perhatian Wapres. Beliau berpesan agar kelangsungan anggrek-anggrek alam terus dapat dipertahankan dan dilestarikan.

Kebun anggrek berada dibawah koordinasi UPTD Dinas Kehutanan ini, walaupun sangat berguna untuk penelitian, konservasi, ataupun pendidikan lapangan bagi pelajar dan mahasiswa, namun kunjungan masyarakat masih kurang.

Mungkin Pemkot Kota Tarakan harus lebih menggalakan promosi dan manfaat pelestarian anggrek-angrek alam kepada masyarakat terutama, kepada guru, pelajar dan mahasiswa.

Kedepan, dengan semakin membaiknya pengelolaan dan dukungan Pemkot Tarakan, kita berharap kebun anggrek ini dapat menjadi salah satu obyek wisata unggulan bagi Kota Tarakan, selain pantai Amal ataupun wisata sejarah Perang Dunia Ke Dua.(vb/yul)

 

 

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.