ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Kaltim Siap Bangun Institut Olahraga Indonesia

August 8, 2012 by  
Filed under Olahraga Lain

SAMARINDA – vivaborneo.com, Gubernur Kalimanta Timur (Kaltim), H Awang Faroek Ishak mengaku siap membangun institut olahraga Indonesia. Hal ini didasari Kaltim telah memiliki fasilitas sarana olahraga bertaraf internasional yang nantinya dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pembinaan atlet.  “Yang jelas kita siap jika institut olahraga Indonesia dinyatakan layak dibangun di Kaltim. Apalagi Kaltim memiliki sarana olaharaga eks PON yang bertarap internasional,” tegas Gubernur Faroek dalam sambutannya sebelum membuka Forum Group Discusian (FGD), di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Rabu (8/8).

FGD sendiri merupakan program Dijen Dikti Kemendikbud dan Kemenpora dalam kaitan melakukan survey studi kelayakan persiapan pendirian institut olahraga indonesia di daerah-daerah yang dianggap berpotensial lantaran memliki sarana fasilitas olahraga memadai. Kaltim menjadi satu dari tiga Provinsi selain Riau dan Sumatera Selatan yang menjadi daerah tujuan pelaksanaan FGD.

Dilanjutkan,Gubernur juga mengaku siap menyediakan lahan untuk pembangunan institut olahraga Indonesia jika diperlukan. Dengan catatan Pemprov siapkan lahan, pusat yang membangun.
Selain itu, pihaknya juga menyanggupi untuk penyiapkan SDM nya.

“Jika dibuka enam program studi dan masing-masing memerlukan enam orang yang bependidikan S2 linier, maka Kaltim siap membiayai pekuliahan di dalam dan di luar negeri jika diperlukan menjadi dosen,” tandasnya tanpa merinci enam program dimaksud.

Optimismenya tersebut, diakui Gubernur Faroek lantaran pihaknya memang memilki komitmen besar terhadap peningkatan kualitas atlet Kaltim. Mengingat, tujuan utama pembangunannya untuk mencetak kader atlet handal di berbagai bidang olahraga yang dipersiapkan menghadapi berbagai kompetisi internasional.

Terlebih, seperti diketahui atlet Kaltim selama ini telah berhasil mengharumkan daerah dan bangsa dengan menoreh berbagai prestasi di kancah nasional dan internasional.

“Yang terbaru kan dua atlet kita berhasil menyumbangkan masing-masing medali perak dan perunggu pada cabang angkat besi event Olimpiade ke 30 tahun 2012 di London, yakni Triyatno (peraih medali perak) dan Eko Yuli Irawan (peraih medali perunggu),” sebutnya.

Sekedar informasi, rencana pembangunan institut olahraga Indonesia didasari karena selain dengan maksud mengoptimalkan sarana olahraga yang dimiliki daerah-daerah pasca penyelenggaraan event olahraga baik bertarap nasional seperti PON maupun internasional seperti SEA Games, juga karena Indoenseia dianggap tertinggal jauh dalam hal pembinaan pendidikan atlet dibanding negara tetangga, seperti Thailand.

Dalam hal ini, Indonesia hanya memiliki dua sekolah olahraga, sementara Thailand sudah memiliki 26 institut.

Sementara Kepala Dispora Kaltim, H Sigit Muryono mengaku penyelenggaraan FDG disamping merupakan sebuah perjuangan bagi Kaltim, juga sebagai kehormatan. Menurut dia, kedatangan tim dari Dijen Dikti Kemendikbud dan Kemenpora merupakan momentum sangat bagus dalam hal pengembangan dunia olahraga.

“Ini semua sejalan dengan tekad kita (Pemprov Kaltim, Red) yang ingin mengoptimalkan sarana olahraga eks PON untuk keperluan pendidikan. Sehingga semuanya fasiltas yang ada mulai dari asrama hingga venue termasuk stadion akan kita jadikan wahana pendidikan, khususnya pendidikan olahraga. Terlebih ketiga daerah yang menjadi tujuan selain sama-sama merupakan daerah yang pernah menyelenggarakan PON juga sama-sama memiliki Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI),” tukasnya.(vb/arf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.