ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Investasi Pupuk Kaltim 5 Capai Rp9,6 Triliun

August 13, 2011 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – vivaborneo.com, Nilai investasi pembangunan pabrik Pupuk Kaltim 5 mencapai Rp9,6 triliun yang sebelumnya diperkirakan hanya Rp6,3 triliun. Pertambahan nilai investasi ini sesuai Surat Persetujuan atau Ijin Prinsip Perubahan Penanaman Modal yang diterbitkan Badan Koordiansi Penanaman Modal (BKPM).

Pabrik Pupuk Kaltim

Pabrik Pupuk Kaltim

“Sesuai Surat Perubahan yang diterbitkan BKPM, maka nilai investasi untuk pembangunan pabrik Pupuk Kaltim 5 mencapai Rp9,6 triliun yang pembangunannya akan dilaksanakan pada tahun ini hingga 2013 mendatang,” kata Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim HM Yadi Sabianoor.

Menurut dia, pembangunan pabrik Pupuk Kaltim 5 saat ini sudah memasuki tahap persiapan lahan, penyusunan dokumen dan negosiasi alokasi gas. Secara progress ujarnya, tender  atau lelang kegiatan proyek telah selesai dilaksanakan.

Pembangunan pabrik Pupuk Kaltim 5 ini bertujuan untuk menggantikan Kaltim 1 yang saat ini kondisinya sudah tua bahkan boros energy. Nantinya, Kaltim 5 ini diprediksi akan mampu berkapasitas produksi mencapai 1,15 juta ton Urea granul pertahun serta Ammonia sebesar 990 ribu ton pertahun.

Selain itu, dengan terbangunnya pabrik ini akan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3 ribu orang yang berarti program pembangunan ini sangat bersinergis dengan program pengentasan kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran di Kaltim.

“Proyek pembangunan pabrik Pupuk Kaltim 5 ini diperkirakan memakan waktu selama tiga tahun. Maka, selama konstruksi tersebut, ketersediaan gas untuk pabrik ini sementara waktu digunakan untuk keperluan Pupuk Kaltim 1,” jelasnya.

Ditambahkannya, dengan seleesainya pembanguan pabrik PupukKaltim 5 ini, maka akan ada tambahan kapasitas produksi Urea mencapai 450 ribu ton pertahun. Sehingga kapasitas produksi total akan menjadi 3,43 juta ton pertahun.

“Kapasitas produksi pabrik Pupuk Kaltim 5 untuk Ammonia mencapai 2.500 metric tons per day (MTPD) atau 990 ribu ton pertahun sedangkan untuk Urea granule mencapai 3.500 MTPD atau 1.15 juta ton pertahun. Konsumsi gas sesuai komitmen suplai Head of Agreement (HoA) dari operator Pearl Oil Sebuku sejak 1 Januari 2012 sampai dengan 31 Desember 2021 sebesar 80 million metric standard cubic feet per day  (MMSCFD),” ujar Yadi Sabianoor.(vb/mas)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.