ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Hari Pertama Masih Ada PNS Terlambat Kerja

August 23, 2012 by  
Filed under Berita

SAMARINDA- Satuan Kerja yang memiliki tingkat kehadiran sedikit pada hari pertama kerja, Kamis (23/8) akan mendapat evaluasi dan teguran tertulis dari Sekretaris Daerah Kaltim. Hal ini merupakan permintaan Wakil Gubernur  (Wagub) Kaltim, H Farid Wadjdy usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Kerja.“Sesuai hasil kunjungan di lapangan yang kami lakukan ke sejumlah SKPD di lingkungan Pemprov ini, agar mengetahui berapa besar tingkat kehadiran Pegawai Negeri Sipil (PNS),” kata Farid Wadjdy.

Ditegaskan, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak hadir, kecuali ada ijin dan itu dianggap sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Misal, pegawai tersebut telah ijin sebelum libur bersama dilakukan.

Sementara, diawali ke Dinas Perhubungan Kaltim, laporan yang diterima, jumlah pegawai yang hadir mencapai 96 persen dari jumlah pegawai 98 orang. Kemudian dilanjutkan ke Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim, dengan jumlah pegawai yang tidak hadir hanya dua orang dari jumlah pegawai BPPMD Kaltim 45 orang.

Setelah dari BPPMD Kaltim, Wagub dan rombongan meninjau Dinas Pendidikan Kaltim. Sebelum apel pagi yang dilakukan Dinas Pendidikan Kaltim jumlah pegawai yang hadir hanya mencapai 78 persen dari 280 pegawai.

Kemudian, rombongan menuju Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kaltim. Dilaporkan pegawai yang hadir mencapai 93 persen dari 167 pegawai.

Menutup peninjauan di lapangan, Wagub dan rombongan menuju Rumah Sakit Atma Husada Mahakam, Jalan Kakap Samarinda. dari RS Atma Husada Mahakam, jumlah pegawai yang tidak hadir hanya tiga orang dari 270 pegawai.(vb/jayaoca)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.