ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Zainudin Fanani Gantikan Aminuddin Sebagai Dirut BPD Kaltim

July 5, 2011 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – vivaborneo.com – Bank Pembangunan Kaltim (BPD) Kaltim diharapkan terjadi peningkatan dalam pemberian kredit sektor pertanian, peningkatan pembukaan cabang baru di seluruh kecamatan, dan membuka bank garansi bagi sektor pertanian di Kaltim. Demikian harapan Gubernur  Kaltim, H awang Faroek Ishak,  pada Direktur Utama Bank Kaltim, H Zainudin Fanani  usai dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Direktur Utama Bank Kaltim 2011-2015.

“Kinerja Bank Pembangunan Kaltim kini telah terjadi peningkatan dan kemajuan yang sangat baik. Itu yang harus dilanjutkan lagi, karena posisi bank BPD Kaltim telah menempati posisi ke lima nasional. Prestasi ini yang harus dapat dilanjutkan lagi oleh Dirut baru,” ujarnya.

BPD Kaltim juga diharapkan harus senantiasa memperhatikan layanan  yang diberikan dengan mempermudah akses layanan keuangan yang dibutuhkan oleh masyarakat hingga ke setiap kecamatan di Kaltim.

Apalagi lanjut Gubernur, Kinerja keuangan Bank BPD selama ini telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Karena itu, bagi Pemprov Kaltim, kemajuan dan pertumbuhan Bank BPD Kaltim, baik Kantor Pusat  di Samarinda, maupun Kantor-kantor Cabang  seluruh Kaltim, sangat penting untuk  membantu dan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bahkan Awang Faroek ”menantang” Zainudin Fanani untuk dapat membentuk bank garansi bagi penjaminan kredit bagi usaha-usaha pertanian di Kaltim. Dengan adanya bank garansi tersebut, diharapkan para petani di Kaltim dapat mengajukan kredit, tetapi tidak memberikan agunan.

”Saya meminta Dirut BPD baru, bersama-sama Pemprov Kaltim dan Bank Indonesia paling lambat dalam tiga bulan harus dapat membentuk bank garansi seperti yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Timur,” harapnya.(yul/adv)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.