ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Peninggalan Sejarah dan Budaya Kukar Sangat Potensial

July 1, 2013 by  
Filed under Berita

Share this news

TENGGARONG – vivaborneo.com, Dirjen Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Esti Reko Astuti membuka pesta adat seni dan budaya Erau Pelas Benua dan Internasional Folklore and Art Festival , Minggu (30/6) siang di Stadion Madya Aji Imbut, Tengarong Kutai Kartanegara.

Dirjen Pemasaran Kemenparekraf Esti Reko Astuti (kiri) dan Bupati Kukar Rita Widyasari (kanan) saat menyalakan Brong atau obor besar menandai pembukaan Erau

Menurut Esti, Erau yang dilaksanakan saban tahun penyelenggaraannya makin baik dan berkembang, hal tersebut terlihat dengan ikut
berpartisipasinya 8 negara anggota CIOFF (International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts), yakni Taiwan, Thailand, Yunani, Perancis, Republik Ceko, Belgia, Mesir, dan Korea Selatan.

“Dengan ikut sertanya negara luar menambah daya tarik wisata dan sekaligus mempromosikan destinasi wisata Kukar, Kaltim dan tentunya
Indonesia,” harapnya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya mendorong Kukar sebagai media promosi wisata dengan mengandalkan potensi keindahan alam dan wisata sejarah Kutai.

“Peninggalan sejarah dan budaya Kukar sangat potensial sebagai daya tarik pariwisata di Kaltim dan Indonesia,” ujarnya.

Karenanya, Erau perlu dipromosikan ke mancanegara, salah satu caranya yaitu dengan hadirnya negara anggota CIOFF yang berpartisipasi pada
Erau tahun ini. Esti mengharapkan kepada semua stakeholder agar kegiatan pengembangan pariwisata di Kukar supaya dapat didukung  dengan
fasilitas dan sarana pendukung seperti infstruktur yang baik. Karena menerutnya Erau salah satu bagian dari pencitraan pariwisata antara pusat dan daerah.

“Semoga Erau ini semakin dapat dikenal didunia dan berdampak pada peningkatan kunjungan wisata. Kepada masyarakat kami bertrimakasih
karena tertib, mari tunjukkan keramah-tamahan sebagai ciri khas bangsa kita,” demikian harapnya.

Pembukaan Erau diawali dengan parade kesenian dari delapan negara CIOFF, termasuk kesenian kabupaten kota di Kaltim. Lalu dilanjutkan
tarian persembahan dari Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Kemudian di akhiri dengan tari massal “Eroh Begenjoh” yang dibawakan 400 penari dari sanggar seni se Kukar, dan ditutup dengan atraksi terjun payung oleh 10 anggota Kopassus. Pembukaan Erau ditandai dengan menyalakan 7 buah “Brong” (obor besar) diantaranya yaitu oleh Esti Reko Astuti, Gubernur Awang Faroek, Bupati Rita, dan
Putera Mahkota Kesultanan Kutai.

Meski sejak pagi hujan turun di Kota Raja Tenggarong, tapi tak menyurutkan niat pengunjung untuk menyesaki Stadion Rondong Demang,
sehingga saat tari-tarian di langsungkan dan atraksi Terjun Payung, penonton riuh bertepuk tangan menyaksikan kebolehan mereka.

Acara tersebut dihadiri juga Wakil Menteri Pariwisata Mesir, Presiden CIOFF, Gubernur Awang Faroek bersama unsur forum koordinasi pimpinan daearh Provinsi Kaltim, Bupati  Rita bersama forum koordinasi pimpinan daearah Kukar.

Sebelum acara pembukaan di stadion rondong demang, dilakukan prosesi mendirikan “Tiang Ayu” oleh kerabat kesultanan Kutai dan para pejabat forum koordinasi pimpinan daerah Kukar di Keraton atau Museum Mulawarman sebagai tanda dimualinya Erau.  Pesta adat dan seni buaya tahunan di Kukar tersebut akan berakhir 7 Juli mendatang. (vb/hayru)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.