ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Penduduk Miskin Kaltim Bertambah

July 7, 2011 by  
Filed under Berita

Samarinda-vivaborneo.com, Jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami peningkatan sebanyak 4.900 jiwa, yakni dari 243.000  orang pada Maret 2010 (7,66 persen) menjadi 243.900 orang pada Maret 2011 (6,77 persen).
“Jumlah penduduk miskin di perkotaan mengalami kenaikan, namun di daerah pedesaan justru mengalami penurunan. Kejadian ini terbalik ketimbang tahun-tahun sebelumnya,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Kaltim Johny Anwar di Samarinda.

Diungkapkan, selama periode Maret 2010 hingga Maret 2011, penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 12.900 orang, sedangkan di daerah perbatasan turun sebanyak 8.000 orang.

Namun demikian, jumlah penduduk miskin di pedesaan masih lebih besar dibanding yang yang berada di perkotaan. Pada Maret 2010 penduduk miski di pedesaan sebesar 13,66 persen, sedangkan warga miskin di perkotaan sebesar 4,02 persen.

Sementara pada 2011 warga miskin di pedesaan sebesar 11,21 persen, sedangkan warga miskin di daerah perkotaan hanya sebanyak 4,06 persen.
Menurutnya, besar dan kecilnya penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan (GK), karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Pada periode Maret 2010 hingga Maret 2011 GK naik sebesar 11,08 persen, yakni dari Rp285.218 per kapita per bulan menjadi Rp316.819 per kapita per bulan. Terkait itu, maka dengan memperhatikan komponen GK yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM), bisa dilihat bahwa peranan komoditi makanan jauh lebih besar ketimbang peranan komoditi non makanan yang berupa perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.

Pada Maret 2011 sumbangan GKM terhadap GK di Perkotaan sebesar 70,19 persen, sedangkan di daerah pedesaan sumbangan GKM terhadap GK sebesar 74,29 persen. Menurutnya, komoditi makanan yang memiliki andil terbesar terhadap pembentukan garis kemiskinan di daerah perkotaan dan pedesaan terdapat sedikit perbedaan pola pada periode 2010-2011.

Namun demikian, pada komoditi kebutuhan warga sampai urutan empat terdapat kesamaan, yakni beras, rokok, gula pasir dan telur ayam buras.
Sedangkan pada urutan berikutnya di perkotaan mencakup ikan bandeng, mie instan, daging ayam ras, bawang merah, dan cabai. Sedangkan pedesaan antara lain mie instan, ikan bandeng, kembung, cabai, daging ayam ras, dan bawang merah. (vb/ar4)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.