ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Kasad Minta Ormas Tidak Gunakan Seragam Mirip Militer

July 9, 2013 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – vivaborneo.com, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jendral TNI Maeldoko meminta organisasi masyarakat (ormas) tidak menggunakan seragam yang mirip dengan militer. Hal tersebut sebagai antisipasi tercorengnya citra militer akibat tindakan tidak terpuji ormas yang menggunakan seragam mirip militer.

“Jangan sampai kita sudah melakukan pengendalian agar anggota menjadi lebih santun. Tapi malah ormas yang lebih garang. Saya tidak ingin lagi melihat ada ormas yang menggunakan seragam mirip anggota kami. Khawatir anggota ormas melakukan tindakan yang tidak terpuji, lantas masyarakat menganggap itu ulah anggota kami,” tegasnya pada jamuan makan malam bersama gubernur, forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) dan empat forum pemersatu daerah kaltim, di Pendopo Lamin Etam Gubernuran Kaltim, Samarinda, akhir pekan tadi.

Terhadap kondisi beberapa waktu terakhir yang melibatkan anggotanya, pihaknya meminta maaf dan berjanji terus melakukan pengendalian. Itu sudah menjadi tekad jajaran TNI. Oleh sebab itu, pihaknya tidak menginginkan upaya mengembalikan citra baik TNI yang dilakukan menjadi sia-sia, hanya karena kesalah fahaman kemiripan seragam dengan ormas yang melakukan tindakan tidak terpuji.

Seragam militer idealnya dikenakan mereka yang sudah mengikuti pendidikan militer. Bukan digunakan secara bebas oleh siapa saja yang ingin menggunakannya. Sekalipun dengan alasan ingin meniru kedisplinan dan ketegasan militer, maupun atas dasar kekaguman terhadap militer.

“Alasannya itu tadi. Yang boleh menggunakannya hanya mereka yang sudah mengikuti pendidikan. Kita tidak ingin seragam mirip militer itu disalah gunakan ormas yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.

Hal itu juga dimaksudkan untuk tetap menjaga stabilitas keamanan. Termasuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa kedudukan ormas sama dimata hukum. Yang membedakan hanya legalitas pembentukannya (tercatat atau tidak pada lembaga hukum) dan idiologi ormas.  Tidak ada yang istimewa. Sekalipun mereka menggunakan seragam menyerupai milik militer, bukan berarti kader militer.(vb/arf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.