ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Gubernur : Jangan Ada Kecamatan Terisolir di Kukar

July 3, 2011 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TENGGARONG – vivaborneo.com, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengimbau Bupati Kutai Kartanegara memasukkan pembangunan infrastruktur baik jalan maupun jembatan dalam program prioritas pembangunan daerah, agar tidak ada lagi kecamatan maupun desa yang terisolir di Kukar ini.

Imbauan ini disampaikan Gubernur pada malam ramah tamah dan pembukaan Erau Adat Tepong Tawar di Tanah Kutai 2011. Menurut dia, pembangunan infrastruktur memiliki peranan sangat penting daalm ikut memacu pertumbuhan ekonomi, terutama  dalam mensejahterakan rakyat Kukar.

“Sejak saat ini saya berharap agar bupati Rita dan Wakil untuk bersungguih-sungguh dalam membangun daerah, terutama untuk membangunkan jalan dan jembatan di daerah-daerah pedalaman. Sehingga di Kaltim ini tidak ada lagi disparitas (kesenjangan pembangunan) antara pesisir, pedalaman maupun perbatasan,” kata Awang Faroek.

Terlebih lagi lanjutnya, Kaltim sudah masuk dalam program dan Masterplan Program Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Maka, secara otomatis seluruh wilayah 14 kabupaten dan kota se-Kaltim akan mengarahkan program pembangunannya sesuai dengan program nasional tersebut.

Selain itu, Kabupaten Kutai Kartanegara dapat menjadi pelopor dalam pengembangan kepariwisataan di Kaltim. Tentunya, yang harus dibenahi adalah infrastruktur pariwisatanya agar peran sektor ini terlihat secara nyata memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya pembangunan ekonomi kerakyatan.

Namun demikian, pembangunan tersebut hendaknya jangan semata mengandalkan pembiayaan dari pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) maupun APBD Provinsi serta Kabupaten, tetapi harus melibatkan pihak swasta.

“Komitmen kita untuk melaksanakan pembangunan di daerah bahkan nasional menganut azas kebersamaan. Berarti, kebersamaan ini dapat melalui kolaborasi pemerintah dengan pihak investor  atau swasta yang memang memiliki dana dari investasinya,” ujarnya.

Menurut dia, dana yang dimiliki pemerintah sangat terbatas, namun dengan kebersamaan atau kolaborasi pendanaan pembangunan melalui pemerintah dengan swasta tentu percepatan pembangunan dapat dilakukan dengan terarah dan terencana serta cepat.

Apalagi, Kukar merupakan kabupaten yang saat ini masih memiliki keunggulan komparatif daerah yang didukung dengan kekeyaan sumber daya alam yang beranekaragam. Maka, hendaknya momentum dan kesempatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Saya selaku Gubernur dan atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sangat mendukung atas prakarsa ini, serta siap mendatangkan para investor yang ingin berinvestasi di Kukar bahkan Kaltim ini. Kukar selain sebagai barometer kebudayaan Kaltim juga harus mampu menunjukkan kemajuan pembangunan daerahnya dibandingkan daerah lainnya di Kaltim,” tegas Awang Faroek. (vb/mas)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.