ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Warga Long Nawang Curhat ke Gubernur Kaltim

June 3, 2009 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak mendapat gelar “Sigau Belawan”. Gelar tersebut diberikan warga Dayak di kawasan Long Nawang saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kayan Hulu, Long Nawang, Apokayan Kabupaten Malinau pada awal minggu lalu.

Kedatangan  Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak  disertai dengan sejumlah pejabat penting lainya, saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kayan Hulu, Long Nawang, Apokayan Kabupaten Malinau pada awal minggu lalu (25/05), dijadikan sarana untuk “curhat” warga tentang mahalnya harga sembako dan sejumlah barang kebutuhan pokok lainnya.

Minimnya sarana transportasi, komunikasi dan berbagai fasilitas lainnya, juga berdampak pada mahalnya kebutuhan pokok di daerah itu. Beberapa kebutuhan harus dibeli dengan harga sangat mahal. Harga premium diperoleh dengan harga Rp27.000/liter, gula pasir Rp20 ribu/kg dan semen harganya mencapai Rp1 juta/zak.

Mahalnya harga kebutuhan pokok dan berbagai keperluan lainnya, memaksa warga di perbatasan harus melakukan transaski jual beli dengan pedagang dari negara tetangga.

Camat Kayan Hulu, Ihin Surang mengatakan warga di perbatasan sering dipermainkan oleh pedagang Malaysia terutama dalam soal harga, misalnya untuk membeli satu drum solar 200 liter dihargai 1.200 Ringgit Malaysia padahal harga sebenarnya tidak lebih dari 200 Ringgit Malaysia.

Hal ini sudah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun lamanya, karena terbatasnya akses jalan yang menghubungkan dengan kawasan lain di Kaltim, sehingga satu-satunya jalan adalah membuka hubungan perdangangan dengan warga Malaysia.

Dengan kondisi itu diharapkan pemerintah segera mewujudkan pembangunan jalan yang menghubungkan kawasan tersebut dengan Kecamatan Long Bagun-Sungai Boh untuk membuka akses transportasi pedagangan dengan Kabupaten Kutai Barat.

“Dengan jalan tersebut, paling tidak warga perbatasan punya alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak tergantung lagi dengan Malaysia,” kata Ihin Surang. Selain itu, warga setempat juga minta agar Pemprov Kaltim kembali memberikan subsidi angkos angkut orang dan barang ke kawasan perbatasan karena sangat membantu meringankan beban hidup yang tinggi.(vb-01/ekosusanto).

                       

Respon Pembaca

11 Komentar untuk "Warga Long Nawang Curhat ke Gubernur Kaltim"

  1. Jemmy on Sun, 14th Jun 2009 1:40 pm 

    saya turun perihatin dan terkagum pada masyarakat perbatasan, karena mereka penuh semangat mebangun dan mempertahankan NKRI tercinta ini ditengah banyaknya ancaman dr negara tetangga serta disertai dgn harga sembako yg sangat tinggi,bkan saja saat ini tetapi uda dr dulu…., saya sangat kagum sekali karena ,masyarakat perbatasan sekarang trs semangat membangun desa/ lecamatan yg ada di sana seperti kec. kayan hulu,selatan dan sekitarnya…..dan di dukung pemerintah daerah yg begitu antusias mendukung pembangunan,,,kita patut beterima kasih kepada pengusaha2…yg merupakan putra terbaik daerah yg tak pantang menyerah membangun dan membawa masyarakat apau kayan trs berjuang…….dr kemiskinan….

  2. ozha dhayack on Wed, 24th Jun 2009 5:45 pm 

    sy sgt setuju dgn gagasan dr camat kayan ulu, sdh wktnya kita org dayak mndptkan khidupan yg layak, yg terjangkau dan maju. dgn dibukanya akses jln tsb memudhkan warga utk memajukan dunia usaha dan pendidikan. skg wktunya bumi pertiwi melihat nasib anak negeri yg terisolasi.

  3. LASKAR KRISTUS on Wed, 2nd Sep 2009 4:25 pm 

    berjuang untuk rakyat adalah perbuatan terpuji dan tidak gampang

  4. Hendri Lugun on Fri, 4th Dec 2009 12:27 am 

    Secara diri sendiri, saya sangat kagum dan pantas di acung jempol dengan masyarakat kita yang ada di perbatasan, khususnya masyarakat Kayan Hulu, dimana masyarakat mati-matian untuk mempertahankan hidup dan memperjuangkan NKRI tercinta ini.
    Oleh karena itu, Pemerintah Daerah harus memperhatikan hal ini, di mana masyarakat di perbatasan sangat mengharapkan akses transportasi pedagang dengan Kab. Kutai Barat.
    Dengan gagasan Camat Kayan Hulu, saya sangat setuju, sudah waktunya kita orang Kenyah bangkit, berkembang dan mendapatkan kehidupan yang layak dan makmur.
    Berjuang keras bumi pertiwiku Kayan Hulu..

  5. buruiiiy on Wed, 12th May 2010 3:47 pm 

    saya sngat salut dgn pimpinan pmerintahan yg ada d daerah perbatasan (daerah apao kayan) yg tlah brusaha dan berupaya melaksanakan pembangunan walaupun darah trsebut tlah terisolasir,.
    smoga pimpinan pmrintah slanjutx akan trus n tetp memprjuangkan pembangunan baik dri segi SDM maupun imprastruktur n prekonomian daerah trsebut.

  6. Ricky Ngang Baya on Sat, 26th Feb 2011 11:43 pm 

    Adakah rasa manusiawi Orang2 elit Pemerintah,elit politik utk warga Apau Kayan, yang simpati terhadap waraga Apau Kayan yang tersolir yang ada di tengah hutan Pulau Kalimanatan ini, yang juga merupakan halaman terdepan dalam wilayah NKRI, yang Berbatasan Langsung dengan Negara Kerajaan Malaysia ??
    Kini telah bertahun telah terlewati setelah kunjungan Rombongan Bapak Gubernur Provensi KalTim, tetapi bukannya ada perubahan, malah kesengsaraan terus melanda warga Apau Kayan,dimana Warga Apau Kayan saat ini banyak menghdapi kesulitan baik dalam ekonomi, Kesehatan, Pendidikan bahakan dalam memenuhi kebutuhan barang pokokpun sulit, Apalagi serana-Perserana dalam bidang transpotasi, komunikasi dan sebagainya.
    yang menjadi pertanyaannya, Apa yang sebenarnya difikirkan para Elit Pejabat Pemerintah, Elit Politik untuk Masyarakat kami (Masyarakat Apau Kayan) Saat ini? Mengapa belum ada tindakan yang bisa menenangkan keluhan Warga kami? Semestinya pemerintah atau Elit Politik harus menunjukan, bahawa merka peduli akan terhadap nasip kami, jangan pada saat membutukan/kepentingan Politik Kalian hanya bisa menobarkan kata manisnya, buktikanlah ketulusan hati sudara untuk waraga Apau Kayan…
    Walaupun dengan doa, kami hanya bisa membalaskan Jasa sudara/i untuk warga kami, tetapi kami yakin Tuhan Yang Maha Esa, akan membalaskan semua itu, dan akan menjadi kemuliaan tersendiri dalam kehidupan maupun akhirat nanti.

  7. tingai on Sat, 20th Aug 2011 10:54 am 

    klo urusan explorasi batu bara, minyak bumi dan hutan HPH KALTIM pemerintah indonesia pusat dan daerah memang no.1 tapi giliran membangun KALTIM apalagi yang menyangkut PRIBUMI “DAYAK” pemerintah takut karena ntar klo kita maju dan pintar g bisa lagi kita dibohongin. makax pemerintahan KALTIM banyak bukan orang PRIBUMI terutama dinas yg menentukan kebijakan penting pembangunan dan masyarakat KALTIM PRIBUMI

  8. lepo tau on Mon, 5th Dec 2011 7:34 pm 

    Pemprov Kaltim dan Jakarta,apakah kalian para pejabat sudah tidak perduli lagi dengan kami warga perbatasan Kayan Hulu ?kalau tidak sanggup lagi urus kami biarkan kami bergabung dengan Malaysia atau kami merdeka,mendirikan negara sendiri.Nasib kami tidak jauh berbeda dengan saudara kami dari Papua,SDA dikuras habis-habisan dan tidak kami rasakan manfaatnya.Kalaupun Apau Kayan-Kayan Hulu mulai maju itu karena perjuangan masyarakatnya sendiri yang dipelopori pemuda asli Apau Kayan ! karena sudah muak melihat tingkah polah pejabatnya yang hanya pandai berjanji !!!

  9. putradayak on Tue, 6th Dec 2011 7:41 pm 

    Terus berjuang, bawa’ne tuyang ! jangan pernah menyerah meskipun pemerintah pusat dan propinsi Kaltim sudah buta tuli dengan keadaan warga kita di Apau Kayan. Yakinlah dengan kekuatan kita !

  10. sadin on Tue, 6th Dec 2011 7:44 pm 

    Gubernur Kaltim, kami tagih janjimu…
    DPR Propinsi dan daerah, kami tagih janjimu…
    Mana…mana…mana…
    Kami sudah kasih suara kami untuk kalian…
    Mana…mana…mana…

  11. cendaya on Sat, 7th Jan 2012 7:40 pm 

    Uyyuiiii…pemerintah provinsi kaltim payah…kurang perhatian dengan warga perbatasan apau kayan, pui2 ngan amai2 jangan kasih gelar dengan pejabat lagi kecuali mereka sudah membuktikan janjinya !!

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.