ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Tujuh Kabupaten akan Dibantu Rice Prosesing Unit

June 1, 2015 by  
Filed under Agrobisnis

Share this news

Samarinda-Tujuh kabupaten di Kalimantan Timur akan menerima bantuan mesin proses beras (rice proses unit) dengan kapasitas produksi mencapai 10 ton/hari. Beras yang akan dihasilkan nantinya adalah beras dengan berkualitas premium yang memiliki warna putih dan butiran sempurna tanpa cacat dan patahan.

Demikian penjelasan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kaltim, Ir. Ibrahim, MAP disela-sela kesibukan di ruang kerjanya, Senin (1/6).

“Dengan bantuan mesin proses beras ini diharapkan akan dapat meningkatkan daya saing beras yang dihasilkan oleh petani sehingga dapat dibeli langsung oleh konsumen,” ujarnya.

Dengan peningkatan kualitas beras ini nantinya diharapkan akan dapat membendung derasnya arus beras dari pulau lain yang masuk ke Kaltim. Karena, beras-beras yang dihasilkan oleh sentra-sentra produksi beras di Kaltim akan memiliki kualitas sama dengan beras yang datang dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

Mesin proses beras ini nantinya akan ditempatkan di sentra-sentra produksi beras di Kaltim seperti Penajam Paser Utara, Paser dan Kutai Kartanegara.  Selebihnya, akan ditempatkan di beberapa kabupaten lainnya agar produksi beras yang dihasilkan memiliki harga dan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

Mesin proses beras ini menurut Ibrahim sangat mudah dioperasikan dan tidak menggunakan bahan bakar minyak melainkan menggunakan bahan bakar sekam padi. Selain ramah lingkungan, mesin ini juga akan dapat mengurangi sisa jerami dan kulit padi yang biasanya terbuang percuma.

“Dengan mesin ini diharapkan petani dapat memproduksi beras dengan kualitas yang lebih baik. Sehingga beras yang dihasilkan dapat dihargai lebih tinggi  dan petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih banyak,” ujarnya.(ya/vb)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.