ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Danrem 091/ASN Buka Pelatihan Pertanian bagi Babinsa

June 8, 2015 by  
Filed under Agrobisnis, Berita

VIVABORNEO.COM,  Sebanyak 106 anggota Babinsa dari seluruh Komando Distrik Militer (Kodim) Kalimtanan Timur mengikuti pelatihan penyuluh pertanian untuk mendukung program swasembada pangan nasional 2017. Pelatihan dipusatkan di Aula UPTD  Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Samarinda, Senin (8/6) yang dibuka oleh Komandan Korem 091/Aji Suryanatakesuma, Brigjen Inf. Teguh Arief Indratmoko dan didampingi Kepala Bapeltan Kaltim, Syarfiddin.

Danrem 091/ASn Brigjen Inf Teguh Arif didampingi Kepala UPTD Bapeltan Kaltim, Syarfiddin usai membuka pelatihan nagi Babinsa Angkatan III, di Aula UPTD Bapeltan Samarinda, Senin (8/6)

Menurut Arif Teguh, pada pelatihan angkatan ke-III tahun 2015 ini selain mendapatkan teori dan praktek lapangan, pihaknya juga mengevaluasi sejumlah kekurangan dan kelebihan yang telah dilaksanakan pada pelatihan angkatan I dan II beberapa waktu lalu.

“Kita ingin para Babinsa kita tidak saja dibekali dengan ilmu pertanian tetapi juga dapat menghasilkan produk pertanian unggulan yang mampu menjadi pemasukan bagi petani,” ujarnya.

Menurut Teguh Arief, selama ini pelatihan bagi Babinsa merupakan upaya untuk mendukung swasembada pangan nasional di Kaltm. Danrem telah memerintahkan pada komandan Kodim di kabupaten/kota  untuk memiliki lahan pertanian minimal 2 hektar (ha) yang dikelola dan menjadi lahan percontohan.

Kelak, harapannya para Babinsa mampu berkoordinasi dan bersinergi dengan para petani dan penyuluh lapangan untuk mendampingi para petani  dalam peningkatan produksi pertanian, khususnya komoditas padi, jagung dan kedelai.

“Kita ingin dari pelatihan ini ada satu produk yang dapat menjadi unggulan misalnya pemanfaatan pupuk organik dan anti hama organik yang mampu menjadi pendapatan bagi petani,” ucapnya.

Menurutnya, penggunaan  pupuk kimia di masyarakat khususnya petani memang dapat menghasilkan produktifitas yang tinggi karena padi dapat panen dua hingga tiga kali setahun dengan hasil yang melimpah. Namun, ujarnya, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan akan membuat unsur hara tanah rusak dan mengeras.

Sementara itu, Kepala UPTD Bapeltan Provindi Kaltim, Syarfiddin mengatakan bahwa pelatihan ini akan terus berlanjut hingga sejumlah 2.870 orang anggota Babinsa di seluruh Kaltim turut mendapatkan pelatihan.

“Kita telah melaksanakan angkatan I sebanyak 86 orang peserta dan Iangkatan II sebanyak  169 orang dan pada angkatan III yang digelar bulan Juni ini sebanyak 106 orang peserta. Kita berharap masih ada satu angkatan lagi di tahun 2015 ini yang dapat kit latih,” tergetnya. (vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.