ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Primebiz Hotel, Hotel Syariah Pertama di Samarinda

May 25, 2018 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Samarinda,  Primebiz  Hotel Samarinda dentel syariah, mulai dibangun di lahan kososng yang bersebelahan dengan Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda.  Peresmian yang ditandai dengan pemecahan kendi pada tiang utama, menandakan hotel bintang 3 ini siap dibangun dengan target selama 2 tahun ke depan.

Vice Presiden Marketing Prime Plaza Hotels and Resorts (PPHR), Yusak Anshori mengatakan  pembangunan hotel syariah bertujuan unutk menarik wisatawan muslim dari Timur Tengah dan Asia Tenggara untuk berwisata religi di Kota Samarinda.

“Hotel ini menjadi pendukung untuk wista religi khususnya bagi Masjid Islamic Center Baitul Muttaqien yang menjadi ikon Kota Samarinda saat ini,” ujarnya saat pemancangan tiang pertama, Rabu (23/5).

Lanjut Yusak, motivasi pembangunan hotel syariah ini juga karena akan mudahnya akses ke Kota Samarinda yang telah terbangun Bandara  APT Pranoto dengan  rencana adanya rute  penerbangan internasional dari Singapura, Kuala Lumpur dan Tawau Malaysia.

“Kita ingin industri wisata halal terus meningkat setiap tahunnya. Apalagi, Samarinda telah memiliki bandara baru yang siap hadir penerbangan internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Vice Presiden Development PPHR, Herdi Sunjaya menjelaskan desain ketinggian hotel syariah ini dirancang tidak akan melebihi menara masjid Islamic Center sehingga dapat menjadi satu kesatuan.

Nantinya hotel ini akan disertifikasi dan diawasi penuh oleh Majelis Ulama Indonesia baik Pusat dan Daerah serta lembaga sertifikasi hotel syariah lainnya yang berkompeten. Sehingga, hotel dengan konsep syariah pertama di Kaltim ini mampu membedakan dengan hotel konvensional lainnya.

PrimeBiz Hotel Samarinda merupakan bagian dari jaringan hotel nasional yang telah mengoperasikan hotel di Bali, Surabaya, Jogjakarta, Tegal, Cikarang, Karawang, Kualanamu-Medan, dan akan membuka beberapa cabang di kota lain di Indonesia, termasuk Kota Samarinda. (ya)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.