ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Penyakit Menular Seksual, buat Peserta Talkshow Bergidik

May 19, 2009 by  
Filed under Berita

Samarinda-vivaborneo.com- Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Bank Mandiri menyelenggarakan talkshow bertema “Hidup Sehat dengan Perilaku Seks Aman” di Hotel Mesra Internasional, Selasa (19/05).

Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kaltim  Sutarnyoto, SKM, MSi mewakili gubernur Kaltim dalam sambutannya mengatakan penyebab dari perilaku seks yang tidak sehat antara lain dengan tingginya jumlah penderita HIV?AIDS di Indonesia,  terbanyak adalah usia produktif antara 20 sampai 49 tahun, sebanyak 6.169 orang. Di Kaltim terdapat  952 kasus, dengan Kota Samarinda diurutan tertinggi sebanyak 338 kasus, Balikpapan 262  dan Tarakan 177 kasus serta sisanya tersebar di berbagai kabupaten/kota lainnya.

Menurut Gubernur,  ajaran agama adalah benteng  terkuat yang dapat menyelesaikan segala persoalan kehidupan manusia, termasuk masalah kesehatan dan kesehatan dalam keluarga.

Ketua PKBI Pusat, Gunawan, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan agenda PKBI beserta Bank Mandiri melalui anak perusahaan Mandiri Menejemen Investasi (MMI) sebagai kegiatan Coorporate Social Responsibility (CRS).  Kota-kota lain yang juga menyelenggarakan kegiatan serupa adalah Bandung, Semarang, Riau dan Samarinda. Acara yang dihadiri sekitar 200 an peserta dari kalangan organisasi wanita, mahasiswa, ibu rumahtangga dan nasabah Bank Mandiri ini selain menjelaskan tentang perilaku seks aman, juga memperkenalkan beberapa beberapa produk Bank Mandiri berupa Mandiri Rencana Sejahtera dan Mandiri Reksadana.

Peserta talk show sempat dibuat tegang dan bergidik,  dengan paparan dr. Darwis Toena. Sp. KK yang menjelaskan secara gamblang tentang berbagai penyakit menular seksual (PMS) mulai penyakit kelamin stadium ringan hingga parah dan perawatan serius.(vb-01)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.