ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Caleg Terpilih Respon Banjir Samarinda

May 5, 2009 by  
Filed under Profil

Samarinda-vivaborneo.com-Meski belum secara resmi dilantik menjadi wakil rakyat, para calon legeslatif yang sudah dipastikan melenggang mulus ke kursi dewan mulai memberi perhatian khusus terhadap persoalan banjir yang sering melanda kota Samarinda.

“Samarinda ini kan ibukota propinsi Samarinda masih akan terus berkembang. Harus ada penanganan lebih serius untuk mengatasi banjiri,” kata H. Jawad, calon anggota DPRD Kaltim dari Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) daerah pemilihan Samarinda, Senin (3/5).

Banjir yang selalu melanda, bukan hanya akan mengancam warga kota Samarinda, tetapi juga akan memberi efek negatif bagi pengembangan investasi di kota berjuluk kota Tepian ini.

Hal senada disampaikan Syamsul Bahri, calon legeslatif yang bakal duduk di DPRD Samarinda dari Partai Patriot daerah pemilihan Kecamatan Sungai Kunjang. Syamsul mengatakan perlu ada komitmen yang tegas untuk penanganan banjir di kota Samarinda. Meski tak ingin menyebut meluasnya banjir di Samarinda akibat maraknya bukan areal tambang batubara, kedua calon legeslatif ini sepakat bahwa Pemko Samarinda harus mengkaji ulang ijin-ijin penambangan batubara yang sudah ‘dilepaskan’.  Jika hasil kajian ternyata memastikan ‘kontribusi’ banjir Samarinda dari eksploitasi penambangan batubara, maka Pemko Samarinda harus berani menghentikan segala kegiatan eksploitasi penambangan yang merugikan masyarakat.

“Buat apa ada investasi bila akhirnya justru lebih banyak merugikan masyarakat. Pemkot harus tegas dalam hal ini,” seru H Jawad.   Syamsul Bahri menambahkan, bukan hanya soal sikap tegas yang harus dibangun terkait perijinan penambangan,  soal solusi penanganan banjir juga mendapat perhatian khusus. “Khususnya soal anggaran  untuk solusi banjir di Samarinda. Jadi bukan hanya untuk membeli satu dos mi instans saja,” kata Syamsul Bahri.(vb/yayan)

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.