ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Ular Naga, Binatang Khayalan atau Kenyataan?

April 24, 2009 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

Naga merupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan bangsa China. Hal ini dapat dilihat dari budaya China yang hampir semuanya berhubungan dengan hewan legenda ini. Sebaliknya, para peneliti telah lama meyakini bahwa naga hanyalah merupakan mahkluk khayalan semata yang hanya hadir dalam legenda-legenda klasik. Makhluk itu dikisahkan tidak saja memiliki sifat ganas, tetapi turut juga memiliki kekuatan mistik yang tidak bisa ditemui pada hewan-hewan purba lainnya.Naga yang sering dikisahkan dalam legenda mampu mengeluarkan semburan api panas . Tidak hanya itu, makhluk yang satu ini juga dapat terbang layaknya pterodactyls , bahkan ada jenis naga yang dikisahkan dapat menyelam dalam air , layaknya The Megalodon.
Ada legenda suatu bangsa yang menceritakan bahwa naga menyimpan mutiara di mulutnya dan mutiara itu menghasilkan kekuatan mistik untuk memberikan berbagai kelebihan kepada siapa saja yang berhasil memperolehnya.
Namun sebuah penemuan pada tahun 1996 seolah menjawab keragu-raguan para ahli. Para arkeolog di China berhasil menemukan fosil naga ini di Desa Guanling, Kota Anshun, China. Penemuan ini membuktikan bahwa hewan yang dikeramatkan ini  pernah ada.
Dalam bingkai ilmu pengetahuan, naga merupakan reptil yang hidup di samudra pada masa Triasik sekitar 200 juta tahun yang lalu. Naga merupakan makhluk amfibi, ia banyak menghabiskan waktunya di air dan terkadang berjalan ke daratan. Panjangnya keseluruhan mencapai 7,6 m. Tubuhnya memiliki panjang 2,7 m serta lebar 68 cm, dan buntutnya sepanjang 3,7 m.
Kepala naga ini berbentuk segitiga, kedua tanduknya, dengan bentuknya yang simetris menjulang dari bagian terlebar tersebut dan berukuran 27 cm. Tanduknya berbentuk agak sedikit melengkung serta condong ke samping, sehingga semakin membuat fosil tersebut menjadi seperti naga dalam legenda. Fosil itu pada akhirnya dipamerkan pada tahun 2007 di Xinwei Ancient Life Fossils Museum di Anshun, Guizhou, China.
Penemuan lainnya terjadi di Provinsi di dekat sebuah desa di Fuyuan, China baratdaya pada tanggal 22 Januari 2007. Penduduk setempat menemukan fosil naga berukuran kecil yang telah melekat pada lempengan batu di dalam sebuah gua di atas sebuah bukit.
Tak pelak lagi, penemuan ini benar-benar mengegerkan masyarakat. Karena ini adalah pertama kalinya bagi China untuk menemukan sebuah fosil “naga” yang dilengkapi sepasang tanduk. Penemuan ini menyajikan bukti tentang kemungkinan naga memiliki tanduk. Penemuan fosil ini memberi informasi ilmiah yang penting bagi manusia untuk melacak asal-usul legenda naga di China.

Nenek Moyang Ular
Penelitian di sekitar lembah Sungai Liachoe terus dilanjutkan para arkeolog, untuk menentukan apakah temuan ini hanya satu-satunya bukti atau masih ada yang lain. Ternyata dugaan dari para arkeolog itu tidak sia-sia, penggalian di “Red Mountain Goddes”, ternyata ditemukan bukti lainnya yang saling mendukung. Temuan serupa di lokasi ini, menemukan beberapa bukti lain yang menguatkan keberadaan naga itu.
Untuk sementara, mereka berhasil merekonstruksi temuan fosil itu adalah sejenis binatang ular purba. Tapi semua arkeolog meyakini, fosil itu adalah fosil naga, nenek moyang ular-ular sekarang.
Pada akhirnya bukti-bukti bahwa naga pernah ada, layak didukung dengan harapan hendaknya hewan ini wakil dari wujud kebaikan. Sebab bukan tidak mungkin, pemujaan Bangsa China maupun bangsa lainnya dikarenakan suatu hal baik yang pernah dilakukan oleh naga atau “ hewan sejenis ular besar” kepada manusia di masa-masa lampau.
Beberapa ilmuwan di Kolombia telah menemukan fosil monster prasejarah yang diduga sebagai ular terbesar di dunia yang pernah hidup di bumi. Ular yang diberi nama Titanoboa cerrejonensis.
Ilmuwan memperkirakan T. cerrejonensis memiliki panjang 14 m dengan massa lebih dari 1.100 kg, dan memiliki lebar 1 m. Fosil 28 T. cerrejonensis ditemukan di tambang batu bara Cerrejón di Kolombia utara tahun 2009.
Beberapa ilmuwan yakin ular ini hidup di bumi sekitar 58 juta hingga 60 juta tahun lalu. Ahli geologi, David Polly, yang memperkirakan ukuran dan bobot Titanoboa berdasarkan posisi fosilnya.
Menurut Nature.com, ular adalah jenis hewan poikilotherms (berdarah dingin) yang memerlukan panas dari lingkungan mereka merayap untuk membangkitkan metabolisme. Oleh karena itu, ilmuwan memperkirakan ular raksasa itu hidup di ekosistem tropis Amerika Selatan dengan temperatur yang saat itu tidak berada di bawah 30 hingga 34 derajat celcius.
Sebagian besar populasi ular saat ini terdapat di wilayah tropis Amerika Selatan dan Asia Tenggara. Temperatur di Amerika Selatan dan Asia tenggara memungkinkan hewan ini berkembang hingga mencapai ukuran besar.
Merebaknya foto ular raksasa yang terlihat di Sungai Baleh, Sibu, Sarawak, bagian utara Kalimatan yang masuk wilayah Malaysia, memicu pro dan kontra. Sebagian menganggap gambar ular tersebut rekayasa belaka. Namun sebagian yakin ular raksasa tersebut memang ada. Bahkan warga setempat di pinggir sungai tersebut meyakini ular tersebut mirip dengan ular legenda kuno yang dikenal sebagai Nabau. .
Dalam legenda masyarakat sekitar, Nabau merupakan ular laut kuno yang bisa mengubah dirinya menjadi bentuk berbagai binatang. Menurut kepercayaan, siapapun yang melihat langsung ular tersebut bakal mendapat keberuntungan dan kekuatan hebat.
Namun salah seorang tokoh masyarakat di Kota Sibu, Edward Manjah (79) hanya tertawa melihat foto ular raksasa tersebut. Menurutnya berita mengenai kemunculan ular tersebut hanyalah berita sampah.
Bangsa dan negara yang memiliki kisah naga; Cina disebut Long, berbentuk ular dengan empat kaki yang berkuku, Vietnam disebut Rong, Jepang  disebut Ryu, memiliki tiga kuku tajam,  Korea disebut Yong ( naga langit) , Yo (naga laut) dan Kyo (naga gunung), Siberian disebut Yilbegan,  India dikenali Vyalee dan banyak diukir di kuil di Selatan India. Germanic dan Scandinavian disebut Lindworm, berbentuk ular besar yang berkaki dua. Wales disebut Y Ddraig Goch, naga merah yang tertera pada bendera negeri itu. Hungarian disebut Zomok, berbentuk ular yang tinggal dalam paya dan sering memangsa biri-biri. Sárkánykígyó, berbentuk ular berkepak. Sárkány, naga berbentuk manusia yang memiliki banyak kepala. Slavic : disebut Zmey, Zmiy dan Zmaj , menyerupai naga Eropa tetapi memiliki banyak kepala , dapat menyemburkan api.
Romanian disebut Balaur, memiliki sirip, berukuran besar dan berkepala banyak. Chuvash disebut Vere Celen,  Amerika- Meso-amerika  disebut Amphitere , Inca disebut Amaru , Brazil dikenali sebagai Boi-tata.
Disamping itu terdapat ratusan nama dan bentuk naga, sesuai dengan kepercayaan dan legenda-legenda suku-suku yang terdapat di Asia dan Eropa. Diantaranya legenda Ular Nabau di Serawak dan legenda Lembuswana.(vb-01/berbagai sumber)


Share this news

Respon Pembaca

20 Komentar untuk "Ular Naga, Binatang Khayalan atau Kenyataan?"

  1. cs_31 on Mon, 27th Apr 2009 6:16 pm 

    wedew itu ular apa ular bis

    hehehehehehehhe

  2. Purnomo on Sun, 10th May 2009 8:32 pm 

    Bagus banget informasinya.ternyata asia tenggara tempat tinggal ular yang besar2..

  3. ISWAN on Fri, 15th May 2009 3:10 pm 

    Aku masih perlu cukup bukti, untuk percaya kalau “NAGA” itu benar2 ada.. . . . .. . . . . .!!!!!!

  4. Kenji on Sun, 21st Jun 2009 2:13 pm 

    Ular naga,t ular ya?Apa enggak cicak raksasa?

  5. indra on Fri, 24th Jul 2009 1:12 am 

    cukup puas informasinya….?

  6. tina on Thu, 20th Aug 2009 10:20 pm 

    Ga jelas tp trtriK sch bwt bca

  7. dika on Wed, 16th Sep 2009 3:51 pm 

    cuman hayalan semata itu ma..!!!!!!!!!!!

  8. Mami grs on Thu, 26th Nov 2009 10:44 am 

    Gue pcy naga itu ada. Dia merupakan salah satu hewan purba yg sdh mulai punah..alias langka. Di tempatku ada naga gunung, buat yg nggak pcy klu naga itu bener2 ada silahkan kunjungi gunung Cyclop di Jayapura, Papua.

  9. suhermadi on Sat, 6th Feb 2010 12:42 am 

    naga besar panjang 40 meter di kutai barat lihat di Tribun kaltim atau kompas tgl 5 february 2010

  10. dermawan on Mon, 1st Mar 2010 8:27 am 

    ular naga tu ada g” da sama ja………………………

  11. bayu galang on Mon, 14th Jun 2010 2:11 pm 

    ular naga makan nya apa yha..???

  12. Nanto on Wed, 16th Mar 2011 5:20 pm 

    Saya juga percaya kalau naga itu memang ada. Contohnya tempat saya juga dulu sebelum ada proyek sempat ada ular yang mempunyai tanduk tapi memang ukurannya kecil.

  13. ARDIAN LANGIT SELATAN on Thu, 31st Mar 2011 2:39 pm 

    JANGAN TERLALU BANYAK MENGKHAYAL……ULAR NAGA ITU GAK ADA,YG ADA CICAK,AYAM,KAMBING DLL…DLL…(YG NYATA2 AJALAH,NGAPAIN PUSING2 MIKIRIN YG GAK ADA,KURANG KERJAAN…)

  14. dwix on Tue, 20th Sep 2011 8:36 pm 

    menurutku ular naga itu ada…dari bukti bukti candi…yang berukiran naga…dari fosil fosil yang ditemukan …sudah cukup dan layak bahwa naga itu ada… beberapa taun lalu.. di kabarkan di kalimantan ada suku dayak yang melihat naga…mkin hal ini perlu di selidiki… low ada yg ingin mencari bukti tentang ular legenda itu… mkin saya bersedia.. untuk ikut…

  15. azis on Thu, 27th Oct 2011 11:57 pm 

    itulah ke Esa’an Allah…,tak ada yg tak mungkin….!

  16. kang ono on Sat, 17th Mar 2012 8:31 pm 

    1). Nama sebenarnya dari Naga adalah Trondallo.
    Mahluk rekayasa genetika buatan bangsa TARX, berbentuk seperti ular, tetapi sangat besar sekali, berdiameter 3-4 meter dan panjang bisa mencapai 30 meter, memiliki sayap yg sangat kuat dan daya terbang luar biasa jauh. Kulit mereka memiliki sisik yang tahan api dan tahan benturan. dari mulutnya mampu mengeluarkan gas yang sangat panas. Gas itu diambil dari awan. mereka menyerap awan ke dalam badannya melalui pori-pori sisiknya, lalu memisahkan hydrogen dengan oksigen oleh kulit bagian dalam, oksigen digunakan untuk mereka bernafas sedangkan hidrogen mereka kumpulkan di bagian seperti tembolok untuk dijadikan senjata. Gigi mereka sangat kuat, bagaikan logam KRAIMAN. Ketika mahluk itu menembakkan hidrogen dari mulutnya, gigi akan digesekkan sehingga memercikkan api, dan terlontarlah bola-bola api dengan kecepatan dan kekuatan sangat tinggi. Mungkin senjata api terkuat pada masa kini hanya dirasa gelitikan saja oleh TRONDALLO.

    2). Jaman dulu bangsa alien Tarx mengembangkan untuk keperluan bangsa Krairon untuk menggali tanah secara cepat. tetapi belum diberi sayap. sebetulnya mereka binatang yg mudah dikendalikan, tetapi apabila tuannya lupa memberi makan, TRONDALLO suka muncul ke permukaan tanah untuk mencari makan.
    Baru setelah diperlukan untuk keperluan di planet lain, TRONDALLo dibuat memiliki sayap dan bisa menembakkan hydrogen dari mulutnya.
    beberapa orang dari bangsa TARX membawa TRONDALLO bersayap ini ke bumi untuk uji coba hidup. ternyata mereka bisa hidup dan menjadi sangat kuat, karena makanannya cukup, bahkan mereka mencoba memutasikan TRONDALLO ke bentuk lain. Dengan teknologinya, mereka berhasil membuat beberapa jenis TRONDALLO berkaki, tetapi tidak panjang, namun memiliki sayap dan bisa terbang, juga mampu mengeluarkan hydrogen dr mulutnya, dan berbagai macam jenis TRONDALLO lain lain yg aneh aneh.

    *dari Novel trilogi Arkhytirema. menguak peradaban masa lalu.
    silahkan di searc aja di mang Google

  17. sherlhy amanda putrii on Thu, 19th Jul 2012 7:01 am 

    bagus banget jdii bisa menambah wawasan belajar

  18. orskin on Mon, 27th Aug 2012 10:30 am 

    Kalau saya menurut Naga itu ada, di Indonesia ini banyak dan sudah berwujub manusia. Dan pada umumnya mereka adalah naga putih yang pro dengan kebaikan. Jadinya fungsi mereka ini ada dan sangat vital. Kenapa? Karena mereka ini adalah pengunci teori evolusi.

  19. Orskins on Mon, 27th Aug 2012 11:47 am 

    Kalau saya menurut Naga itu ada, contohnya seperti di Indonesia itu banyak dan sudah berujub dari kesatuan manusia. Tapi mereka pada umumnya bersifat Naga putih dan Naga Hijau. Adapun beberapa Naga Hitam. Bila di sytem dasar ataupun akar-akar dari model pertahanan Indonesia,, fungsi mereka adalah vital fungsinya untuk pengunci dari teori Evolusi buatan dunia barat. Dan mereka adalah berfungsi mempertahankan ataupun mengagungkan dari seni Kaligrafi. Dan Kaligrafi itu kalau di cerna ataupun diteliti dari segi kebathinan adalah seperti liukan dari ular Naga, itulah menurut mereka terutama saya.

  20. Winer on Mon, 27th Aug 2012 1:23 pm 

    Saya komentar untuk Orskins, yang bertuliskan “mengagungkan seni kaligrafi”. Saya ralat menjadi mengagungkan firman Allah dan mengagungkan nama Allah dengan seni Kaligrafi.

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.