ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Jazad Hanya Baju, Jadilah Roh yang Mutmainah

April 2, 2019 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Saarinda, Vivaborneo.com — Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di Langgar Raudhatul Jannah Keluraha Air Putih Samarinda, dengan menghadirkan pencerah KH. A. Sanusi Ibrahim dari Pondok Pesantren Al Madina Jaro, Hasbunnallah Tanjung Kalimantan Selatan.

Jammah tumpah ruah tidak saja di dalam Langgar Raudhatul Jannah namun meluber  hingga ke jalan raya.

Dalam tausiyahnya, sebelum perjalanan Isra Mi’raj Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dibelah dadanya oleh malaikat untuk membersihkan jiwa yang  hakekadnya,  adalah bahwa ummat manusia jika mau menghadap Allah seharusnya membersihkan jiwa dari kotoran nafsu buruk.

“Isra’ Mi’raj ini adalah isyarat kepada ummat bahwa selalulah membersihkan hati kita, isyarat kepada ummat jika mau menjadi kekasih Allah,  bersihkanlah hati,” jelas Kyai Sanusi.

Sanusi Ibrahim menjelaskan apa itu hati, hati bahasa arabnya qolbun, apa itu qolbun – jiwa, apa itu jiwa – roh. “Diri kita ini terdiri jazad, ada roh. Roh itu ya qolbun ya sukma,” jelasnya.

“Perhatikan jika orang meninggal, masih ada mulut, masih ada mata, masih ada tangan, masih ada kaki, tapi kenapa mulut tidak bisa ngomong, mata tidak bisa melihat, kaki dan tangan tak bisa bergerak, karena telah ditinggalkan roh. Sekarang kita masih bisa melihat, masih bisa bergerak karena ada ruh. Mata bisa melihat kita,” lanjutnya.

Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam menegaskan bahwa ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.

“Kita ingin menjadi roh yang nafsul mutmainah, bukan roh yang selalu bermaksiat, sehingga nanti pada akhir hayat kita semoga termasuk yang dipanggil Allah, Ya ayyuhan nafsul muthmainnah, irji’i ila rabbiki radhiyatam mardhiyyah (wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai-Nya) sebagai mana tertuang di surat Al-Fajr: 27-28”, jelas Kyai Sanusi.

Peringatan Isra’ Mi’raj di langgar Raudatul Jannah juga dihadiri oleh Kepala Kelurahan Air Putih Abdul Haris, AT, S.Pd, M.Psi, Babinsa kelurahan Air Putih berlangsung penuh keakraban dan guyub.

Sebelum hikmah Isra’ Mi’raj disampaikan, Lurah Air Putih Abdul Haris, AT, S.Pd, M.Psi menyampaikan bahwa masyarakat Air Putih hendaklah menjaga lingkungan agar situasi tetap kondungsif menjelang Pemilu 2019 pada 17 April mendatang.

“Saya berharap kepada warga yang punya hak pilih, jangan sampai tidak datang ke TPS pada tanggal 17 April 2019 mendatang, ayo kita gunakan hak pilih kita. Dan jagalah lingkungan agar tetap tenang dan kondusif”, kata Abdul Haris.

Sementara itu Panitia Isra’ Mi’raj Langgar Raudhatul Jannah Air Putih disampaikan Hidayatullah, S.Pd, M.Pd mengatakan  pelaksanaan Isra’ Mi’raj ini atas dukungan jamaah Langgar Raudhatul Jannah dan warga di lingkungan RT 28, 30, 31, 32, 42, 48 dan 57 Kelurahan Air Putih Samarinda.(vb-01)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.