ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Tahun 2014, Target Suplus Beras 10 Juta Ton

March 14, 2013 by  
Filed under Agrobisnis

Share this news

SAMARINDA – vivaborneo.com, Dinas Pertanian Tanaman Pangan (PTP) Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Proteksi Tanaman Pangan dan Holtilultura (UPTD PTPH) mentargetkan menekan lossing product atau kehilangan produksi beras Nasional tidak lebih dari tiga persen. Hal tersebut dalam rangka mewujudkan program Nasional swasembada beras surplus produksi 10 juta ton beras nasional 2014.

“Langkah yang kita tempuh dengan secara bertahap membuka Sekolah Lapang Pengendali Hama Terpadu (SLPHT) bagi kelompok-kelompok tani di lahan pertanian mereka. Tujuannya untuk pendampingan lahan pertanian yang dikembangkan sebagai upaya menghindari lossing product pasca panen,” ujar Kepala PTPH Dinas PTP Kaltim, Alimuddin disela-sela panen ubinan SLPHT Musim Tanam Rencengan 2013, Makroman, Sambutan, Samarinda, Senin (11/3) kemarin.

Secara nasional intensitas serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tahun 2012 berhasil ditekan hingga 3,7 persen. Untuk Kaltim sendiri intensitasnya dapat ditekan sebesar 4,7 persen dari target nasional sebesar 5 persen.
Sebagaimana panen yang dilakukan pada SLPHT Makroman, sebut dia, dilakukan tanam rencengan dilahan seluas 0,1 hektare untuk mendampingi lahan pertanian 20 ha yang lebih dahulu dipanen untuk menghindari lossing porduct pasca panen hingga masuk musim tanam selanjutnya.

Lebih lanjut, SLPHT merupakan program fasilitasi pendidikan bagi para petani  untuk mencetak petani agar memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang penanganan hama dan produksi padi secara optimal. Caranya dengan mendidik 25 petani melalui 12 kali pertemuan untuk setiap angkatannya di lahan pertanian masing-masing.
SLPHT dapat dikatakan sebagai sekolah lapang yang mendidik petani setempat untuk diberi pengetahuan dan keterampilan yang didasarkan pada pemahaman dan keterampilan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan hama terpadu dalam bududaya tanaman padi.

Prinsip-prinsip yang diperhatikan petani adalah budidaya tanaman sehat, pelestarian musuh alami dengan memperhatikan keseimbangan alam, pemilihan benih sehat dan mewujudkan petani sebagai ahli bagi diri dan kelompoknya sendiri.

“Petani SLPHT juga diajarkan untuk mengolah bahan-bahan tanaman disekitar menjadi pupuk dan obat-obatan alami untuk menciptakan pertanian yang sehat tanpa pupuk kimia dan racun serangga. Diantaranya sereh, sambiloto, tambora, jengkol, kunyit, bawang, kemangi, dan lain-lain,” katanya seraya menunjukan pertisida nabati yang dapat diolah menjadi musuh alami serangga pengganggu hasil olahan SLPHT Makroman.

Petani alumni SLPHT di setiap Kecamatan kelak akan menjadi cikal bakal sebagai regu pengendali hama, petani pengamat hama secara swakarsa, dan kelompok pos pengelola agen hayati, yang keberadaannya dilegalisir melalui Surat Keputusan Kepala Dinas PTP Kaltim.

Untuk diketahui, saat ini terdapat 180 unit SLPHT yang terbentuk sejak tahun 1997, dengan jumlah alumni SLPHT sebanyak 4.500 orang dan tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Kaltim,  terutama berapa pada sentra-sentra pertanian padi. (vb/arf)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.