ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Fatwa Halal MUI Untuk KB Pria Vasektomi

March 27, 2013 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – vivaborneo.com, Walaupun peserta KB pria setiap tahun selalu mengalami peningkatan namun belum menunjukkan jumlah yang signifikan. Namun, dengan adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) maka ditarget kesertaan pria untuk mengikuti program nasional meningkat.

“MUI telah mengeluarkan fatwa halal tentang vasektomi atau operasi medis (bedah minor) dengan mengikat saluran sperma pria. Sehingga menjadi dasar bagi pria ikut ber-KB,” ujar Kepala Perwakilan  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim Jufri Yasin usai Sosialisasi KB Pria di Samarinda, Senin (25/3).

Menurut Jufri, belum diperbolehkannya  pria ber-KB dengan cara vesektomi karena dianggap mengebiri padahal hanya memotong saluran sperma. Pada 2012 jumlah pria di Kaltim yang melakukan Medis Operasi Pria (MOP/Vasektomi)  sebanyak 176 orang.

Apalagi, selama ini KB indentik dengan kaum perempuan. Padahal, berbagai alat kontrasepsi (alkon) telah disediakan bagi pria untuk ber-KB termasuk MOP namun pesertanya masih sedikit khususnya pola vasektomi.

“Kita berupaya merubah paradigma dan pola pikir kaum  pria bahwa ber-KB bukan saja kewajiban kaum perempuan tetapi tenggungjawab bersama. Terutama untuk menciptakan keluarga kecil mandiri dan sejahtera serta berkualitas,” jelas Juri.

Ditambahkannya, program KKB sebagai upaya pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan penduduk. Karena, pertumbuhan penduduk secara alami atau melalui kelahiran masih tinggi baik Kaltim maupun nasional.

Sementara itu Kepala Sub Bidang KB Pria BKKBN Edy Purwoko mengatakan pihaknya terus berupaya menyosialisasikan hasil fatwa MUI di Cipasung 2012 di setiap daerah dengan melibatkan tokoh agama maupun organisasi keagamaan.

“Selama ini salah satu alasan penyebab rendahnya ke ikutsertaan KB pria karena belum adanya fatwa yang menghalalkan vasektomi. Padahal KB pria hanya dua yakni dengan cara vasektomi atau menggunakan kondom,” ujar Edy Purwoko.

Sosialisasi diikuti  40 peserta terdiri dari jajaran MUI se-Kaltim serta kepala bidang dan kepala sub bidang  KB kabupaten/kota serta Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan Kaltim. (vb/mas)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.