ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

El Nino Pengaruhi Pertanian di Kaltim

February 3, 2016 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

PENAJAM –  VIVABORNEO.COM, Fenomena alam berupa El Nino ternyata berimbas pada kegiatan pertanian  di Kalimatan Timur. Fenomena El Nino adalah suatu gejala penyimpangan cuaca khususnya kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut (sea surface temperature-SST) di samudra Pasifik sekitar equator (equatorial pacific) khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru).

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kaltim, Ir. Ibrahim, MAP

El Nino yang mampu mempengaruhi cuaca normal menyebabkan pergeseran cuaca di Indonesia yang hanya memiliki dua misum yaitu musim huja dan musim kemarau saja.

Perubahan iklim cuaca ini mempengaruhi target upaya khusus (Upsus) peningkatan produksi pertanian Kaltim karena bergesernya waktu tanam, terutama tanaman padi yang menjadi lebih lambat.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim  Ibrahim mengatakan  Kaltim mengalami kekeringan yang cukup panjang, sehinga hanya beberapa daerah saja memiliki air yang cukup dan bisa melaksanakan penanaman.

“Pertanian mengalami kendala cukup berat dikarenakan gejala El Nino yang berlangsung semenjak September 2015 hingga 2016,” kata Kepala Dinas Pertanian Kaltim Ibrahim saat temu wicara dengan petani Desa Gunung Mulya Kecamatan Babulu Darat  Penajam Paser Utara, Rabu (27/1).

Lanjut Ibrahim, pada bulan Oktober-Maret  luas tanam padi di Kaltim menurun drastis. Realisasi tanam padi pada periode itu baru mencapai 37.672 hektar (ha) atau sebesar 53,37 persen dari target luas tanam padi Kaltim. Padahal target seluas 70.591 ha untuk musim tanam (MT).

“Saat ini  luas tanam Kaltim baru mencapai 37.672 ha atau 53 persen dari target 70.591 ha. Tapi kita tidak menyerah dengan iklim seperti ini. Pemerintah terus berupaya agar tersedia sumber-sumber air untuk lahan pertanian,” ujar Ibrahim optimistis.

Dijelaskan Ibrahim Kabupaten  PPU merupakan daerah yang sudah surplus beras dan lumbung padi  Kaltim setelah Kabupaten Kutai Kartanegara. Kontribusinya cukup besar yaitu 17,10 persen.

Sementara itu Direktur Jenderal Sarana Prasarana Pertanian Kementan Sumarjo Gatot Irianto mengakui permasalahan yang dihadapi pertanian Kaltim.

Dimana musim tanam periode Oktober-Maret di 2015/2016 sebesar 70.591 ha ternyata tidak memenuhi target.

Karenanya, pemerintah terus berupaya dan dukungan pusat melalui Dirjen Prasarana Pertanian diperlukan guna optimalisasi kegiatan pertanian di Kaltim

Kedepan,  diupayakan ketersediaan air sampai di lahan pertanian,  sehingga tidak lagi jadi permasalahan dalam pengembangan usaha pertanian

“Menurut data seharusnya bisa mencapai diatas 100 persen. Apalagi, Kaltim ini daerahnya cukup luas walaupun masih kecil dibanding Jawa yang mencapai satu juta ha,” sebut Sumarjo Gatot Irianto.(vb/mas/yul)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.