ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Serangan Jantung dan Kebiasaan Minum Air Hangat

January 28, 2009 by  
Filed under Kesehatan

Anjuran meminum air hangat selepas makan, ternyata erat hubungannya dengan Serangan jantung. Secara logik…, mungkin ada kebenarannya. . Orang-orang China dan Jepang  mengamalkan minum teh panas sewaktu makan… dan bukannya air es. Mungkin sudah tiba masanya kita meniru kebiasaan minum air panas / hangat sewaktu menikmati hidangan!!!!
Minum air es selepas makan memang sangat menyegarkan, tetapi dapat berakibat  fatal.
Walau bagaimanapun, air es akan membekukan makanan berminyak yang baru kita makan. Ia akan melambatkan proses pencernaan kita. Bila lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan  menyempitkan banyak saluran dan lama kelamaan ia akan menyebabkan lemak berkumpul dan kita semakin gemuk dan menuju ke arah mendapat berbagai penyakit.
Jalan terbaik….adalah untuk minum sup panas atau air panas/hangat selepas makan.
Perlu diketahui,  tanda-tanda serangan jantung akan mulai terasa pada tangan sebelah kiri.
Berhati-hati juga pada permulaan sakit sedikit-sedikit pada bagian atas  dada anda. Anda mungkin tidak akan mengalami sakit dada pada serangan pertama serangan jantung. Keletihan dan berkeringat adalah tanda-tanda pada umumnya. Malah 60 persen  pengidap sakit jantung tidak bangun selepas tidur.
Marilah kita berwaspada dan berhati-hati.Lebih banyak kita tahu, lebih cerah peluang kita untuk terus hidup (*/heldi)

Respon Pembaca

Satu Komentar untuk "Serangan Jantung dan Kebiasaan Minum Air Hangat"

  1. yulli on Wed, 28th Jan 2009 11:04 am 

    wahh..ngeri juga yahh, kebiasaan minum air es, bentul..betul itu, aie es yang dingin dapat membekukan lemak, yang berakibat pada penyempitan pembuluh darahhh..tengkiuu post nyaa..

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.