ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Minapolitan Loa Kulu Hasilkan 5.235 Ton Ikan

January 24, 2013 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG-vivaborneo.com,  Wilayah daratan Kutai Kartanegara (Kukar) yang meliputi perairan sungai dan danau, sebagai sentra produksi perikanan memiliki potensi sumberdaya alam yang cukup besar dalam memicu aktivitas pembangunan fisik dan perekonomian di wilayah ini.

Memanfaatkan wilayah yang luas itu Dinas Kelautan dan perikanan (DKP) Kukar meluncurkan program pembangunan pusat-pusat pertumbuhan (growth pole centre) di wilayah perdesaan yang berbasis sumberdaya perikanan, program tersebut merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang  dikenal dengan istilah minapolitan (kota ikan), hal ini disampaikan Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Kukar  Muslik, saat  mewakili Kepala DKP  mendampingi kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur di Desa Ponoragan Kecamatan Loa Kulu beberapa waktu lalu

Program minapolitan  yangpusatkan di kecamatan Loa Kulu yang  merupakan sentra produksi perikanan budidaya ikan dalam karamba terbesar di wilayah Kukar, dimana pada 2011 nilai produksi yang mampu dicapai oleh wilayah kecamatan ini sebesar Rp.128 milyar, dengan total produksi mencapai 5.235 ton.

“Usaha budidaya ikan di wilayah ini telah lama didukung oleh sarana prasarana pembenihan, suplai pakan, obat-obatan dan pemasaran, oleh karena itu dalam upaya optimalisasi kinerja produksi yang mampu menghasilkan benefit ekonomi maksimal bagi pelaku usaha ini, maka kita kembangkan sentra produksi terpadu yang menerapkan sistem klasterisasi sarana pendukung pada wilayah hilir dan hulu produksi (up stream dan down stream,)” terang Muslik

Muslik juga menyebutkan Komoditi perikanan unggulan di kawasan sentra produksi perikanan perairan umum Kecamatan Loa Kulu,  adalah budidaya ikan mas dan nila dalam karamba, yang didukung oleh penyediaan benih dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang menggunakan media kolam sebagai budidaya. Produksi benih tahun 2011 tercatat mencapai 65 juta ekor untuk ikan mas dan 40 juta ekor untuk ikan nila.

Penyebaran UPR di kecamatan Loa Kulu tambahnnya meliputi  perdesaan Ponoragan, Rempanga, Jembayan, dan Lok Sumber, yang merupakan hinterland bagi sentra produksi Loa Kulu Kota, yang berdasarkan hasil identifikasi keberadaan sarana prasarana wilayah, penduduk dan hasil produksi perikanan beserta sarana produksi pendukung, menempatkan Desa Loa Kulu Kota sebagai wilayah inti (nodal) yang merupakan pusat pelayanan bagi wilayah perdesaan sekitarnya (hinterland), meliputi Rempanga, Jembayan, Ponoragan, Lok Sumber.

“Hasil evaluasi terhadap kesesuaian dan kelayakan lingkungan, calon lokasi pengembangan kawasan sentra produksi perikanan di Kecamatan Loa Kulu, yang didukung oleh keberadaan DAS Mahakam, menunjukkan kawasan ini berada pada kondisi yang cukup baik dan dapat mendukung pengembangan usaha perikanan budidaya di karamba dan kolam dalam struktur kawasan sentra produksi perikanan (Minapolitan)” Pungkasnya. (vb/12)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.