Wakil Gubernur Inspektur Upacara HUT TNI

October 5, 2009 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – vivaborneo.com- Peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) Ke-64 yang berlangsung di halaman Markas Korem 091/ASN (Aji Surya Natakesuma)   berlangsung sederhana dan khidmad dan berbeda dari peringatan sebelumnya karena yang menjadi Inspektur Upacara (Irup) yang biasanya dari kalangan militer, namun kali ini Wakil Gubernur Kaltim, H Farid Wadjdy bertindak sebagai Irup.Dalam keempatan itu, Farid Wadjdy yang membacakan amanat Panglima TNI Jendral Djoko Santoso yang mengatakan peringatan HUT TNI ke-64 tahun ini bertepatan dengan “tahun pertama” dasawarsa kedua reformasi  yang juga menjadi tekad internal TNI untuk merepormasi diri yang terus menerus untuk satu dasawarsa kedepan dengan agenda utama memperbaiki dan menyempurnakan, menuntaskan dan memantapkan hasil-hasil reformasi sebelumnya.

Bagi TNI, lanjut Farid, reformasi di tubuh TNI merupakan proses yang tiada akhir sehingga terwujud jajaran TNI yang solid, profesional, modern, berwawasan kebangsaan. dicintai dan mencintai rakyat.

“Dengan tema Memantapkan jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional, TNI siap mempertahankan Kedaulatan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, TNI berupaya mereformasi diri untuk tidak berpolitik praktis dan menjauhi bisnis-bisnis diluar kegiatan militer menuju TNI professional,” ujarnya.

Panglima TNI juga berpesan agar prajurit terus meningkatkan kemampuan melalui penguasaan teknis kemiliteran, termasuk kemahiran menggunakan dan mengoperasikan peralatan canggih dan modern.

TNI menyadari bahwa ketersediaan sarana prasarana dan peralatan yang mencukupi, terutama alat utama sistem senjata (Alutsista) harus tersedia seiring dengan perkembangan teknologi, walau hal tersebut tidaklah serta merta dapat memenangkan sebuah peperangan.

Setidaknya ada tujuh pesan moral yang disampaikan dalam peringatan hari ulang tahun kali ini, di antaranya tugas tentara berkaitan langsung dengan tegak runtuhnya suatu negara dan bangsa. Oleh karena itu, prajurit diharapkan dapat  menempatkan tugas di atas segala-galanya.

Selain itu juga terkait dengan peningkatan kewaspadaan dengan mencermati dan mengantisipasi perkembangan situasi yang mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Peringatan HUT TNI ke-64 di Samarinda ini diikuti 500 peserta upacara yang terdiri dari TNI, Polri, organisasi kepemudaan, antara lain Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pramuka dan instansi pemerintah, yakni Satpol Pamong Praja dari dihadiri oleh lebih dari 350 undangan. Usai upacara, dilanjutkan dengan syukuran yang berlangsung di Lamin Etam Kantor Gubernur.(vb-01)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.