Tiru Gaya Kartini, 22 Wanita Beraksi di Grand Victoria

April 18, 2010 by  
Filed under Serba-Serbi

Samarinda-vivaborneo.com, Sebanyak 22 peserta mencoba unjuk kebolehan di lomba Citra Busana Kartini 2010, Sabtu (18/4), di Hotel Grand Victoria, Samarinda. Peserta yang dikuti oleh beberapa wanita yang bekerja di instansi Kota Samarinda dan Dharma wanita Kota Samarinda tersebut memamerkan busana tradisional kebaya dari berbagai pelosok nusantara.Meskipun tema acara yang dipakai adalah busana kebaya nusantara, namun panitia tak membatasi busana adat yang dipakai para model. Mereka ada yang menonjolkan ragam busana kebaya dari manapun, karena sifatnya yang modernisasi. Untuk kebaya sendiri, sebagian peserta memilih pakem kebaya tradisional. Tapi tak sedikit pula yang memodifikasi kebaya ke dalam bentuk kebaya kontemporer.

“Ini merupakan kegiatan yang pas memperingati hari kartini, disini kita akan melihat kreativitas ibu-ibu atau wanita samarinda untuk mengolah, memodifikasi busana kebayanya untuk ditampilkan,” kata sekretaris Dharma Wanita Kota Samarinda, Simson.

Simson juga mengaku ini merupakan untuk pertama kalinya Dharma Wanita kota Samarinda untuk berani keluar untuk melaksanakan event tersebut. Sebelumnya Dharma Wanita hanya vakum di internal saja, belum pernah keluar.

Ia mengatakan dengan terselenggaranya ini tentunya akan memotivasi kami untuk bisa berani keluar untuk menggelar kegiatan yang menarik lainnya, apalagi yang berhubungan dengan kemasyarakatan.

“Saya sangat beryukur kegiatan ini bisa sukses, peserta lomba ini juga meningkat drastis yang tahun lalu hanya tujuh peserta sekarang ada 22, tentu ini akan memotivasi kami,” katanya.

Pesona peserta lomba Fashion Kebaya Pesona Kartini terus terpancar kala mereka berlenggak-lenggok di atas cat walk. Kompetisi yang digelar menyambut Hari Kartini itu dinilai oleh tiga juri terkemuka, yakni Ignasisus Sabdo (Model), Hj, Ida Zainita, SE (himpunan ahli rias pengantin Indonesia) dan Dra Hj Mastipah (SMK 3).

Acara yang dipersembahkan oleh Pemerintah Kota Samarinda, Dharma Wanita kota Samarinda, PKK Samarinda dan team event Organizer Fiesta art Studio tersebut tak hanya digunakan sebagai ajang pamer busana. Peserta  kompak menandai perhelatan itu untuk mengenang salah seorang pahlawan Indonesia, RA Kartini yang telah berjasa membangun bangsa ini.

“Peserta dibebaskan untuk memakai busana adat pilihan mereka sendiri berupa  kebaya tradisional, kebaya modern, atau busana adat dari berbagai daerah lain. Begitu pula dengan sanggul yang mereka kenakan terlihat sangat variatif bahkan ada yang memakai jilbab,” ujar ketua panitia yang juga pemilik fiesta art studio, Wahyu Setiawan. (vb-rah)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.