Tahun 2014, Kalimatan Bebas Rabies

January 1, 2011 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Berdasarkan hasil rapat koordinasi (Rakor) rabies regional Kalimantan pada September lalu di Balikpapan. Maka, pada 2014 mendatang telah disepakati bersama bahwa Kalimantan ditargetkan bebas rabies.

“Rumusan hasil rapat tersebut yang telah disepakati harus ditindaklanjuti di masing-masing provinsi dengan tetap memperhatikan dan menjalin koordinasi lintas sektoral dan lintas program serta koordinasi dan kerjasama antar provinsi se Kalimantan,” kata Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim H Sutarnyoto.

Menurut dia, diharapkan masing-masing provinsi untuk tetap mengamankan wilayahnya agar bebas kasus rebies. Sedangkan untuk Kaltim pada 2009 memang banyak kasus gigitan tetapi hanya satu yang positif.

Tahun  ini kasusnya memang sudah turun secara signifikan, hal itu berkat kesadaran masyarakat untuk memberikan vaksin bagi  binatang peliharaannya, baik anjing maupun kucing. Begitu juga, terhadap upaya antisipasi bagi manusia agar tidak tergigit hewan tersebut.

Pemerintah, baiki kabupaten dan kota di Kaltim telah mempersiapkan vaksin rabies di rumah sakit masing-masing daerah, sehingga apabila ada kasus gigitan dengan cepat bisa dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Selain itu, yang harus dilakukan dalam mengantisipasi penyebaran rabies dimasyarakat, maka Dinas Peternakan melakukan pemusnahan terhadap anjing-anjing liar atau gila, terutama  yang dianggap mengidap rabies.

“Paling penting dalam mewujudkan Kalimantan bebas rabies 2014 mendatang , yakni dengan upaya pemusnahan binatang liar yang memang pembawa virus rabies. Selain, memberikan sosialisasi atau pendekatan terhadap pemilik binatang, sehingga pemilik hewan peliahraan tersebut memperhatikan peliharaannya dengan memberikan vaksin anti rabies,” harapnya.

Bukan hanya itu, upaya pencapaian target pembebasan rabies dan zoonosa lainnya, yakni perlu adanya perencanaan yang matang khususnya dalam penyusunan kegiatan-kegiatan yang ditinjau dari aspek teknis dan non teknis terlebih peningkatan kemampuan SDM dilapangan.

“Perlu dilakukan penyegaran atau peningkatan sumber daya manusia di bidang kesehatan hewan yang fokus pada perencanaan atau penyusunan kegiatan secara menyeluruh dan terkoordinasi. Terlebih  di regional Kalimantan melalui pelatihan pemberantasan dan pembebasan penyakit zoonosa,  serta pelatihan teknis,” demikian Sutarnyoto.(vb/mas)