Sulaiman Gafur Konsentrasi KIPI Maloy

July 2, 2010 by admin  
Filed under Profil

SAMARINDA-vivaborneo.com, Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Pjs Bupati Kutai Kartanegara, Drs H Sulaiman Gafur, langsung berkonsentrasi dalam tugas lainnya sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan dan Kepala Badan Pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (BP KIPI) Maloy. Langkah segera yang diambilnya adalah melakukan koordinasi dengan Pemkab Kutai Timur, instansi terkait serta mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai departemen di pemerintah pusat.

Kepala BP KIPI Maloy, H Sulaiman Gafur saat melakukan sosialisasi tentang perkembangan KIPI Maloy, di Antara News Radio Samarinda. Masyarakat diyakinkan, pembangunan KIPI Maloy akan terlaksana dengan baik) Konsentrasi ke KIPI Maloy

Kepala BP KIPI Maloy, H Sulaiman Gafur saat melakukan sosialisasi tentang perkembangan KIPI Maloy, di Antara News Radio Samarinda. Masyarakat diyakinkan, pembangunan KIPI Maloy akan terlaksana dengan baik) Konsentrasi ke KIPI Maloy

“Membangun Maloy perlu dukungan semua pihak. Instansi terkait di lingkungan provinsi, pemerintah Kutai Timur dan berbagai departemen terkait di pusat juga harus memberikan dukungan yang sama. Tentu kami harus melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik untuk meyakinkan pusat agar dukungan dalam bentuk nyata bisa kita terima,” kata Sulaiman Gafur, usai melakukan sosialisasi tentang perkembangan pembangunan KIPI Maloy, di Antara News Radio Samarinda, Kamis (1/7).

Pentingnya dukungan pusat tersebut menurut Sulaiman Gafur diantaranya adalah persoalan dukungan pembangunan infrastruktur menuju Maloy dalam bentuk jalan tol sepanjang 130 km (Sangatta-Maloy) dan kebutuhan sarana jalan lain di sekitarnya yaitu dari SP 3 Maloy menuju Pelabuhan Maloy/Teluk Golok. Pembangunan infrastruktur jalan ditegaskan Sulaiman Gafur merupakan tanggung jawab pemerintah, sebab itu pusat harus kompak memberikan dukungan untuk Kaltim.

Sementara untuk pembangunan kawasan industri dan pelabuhan internasional Maloy, sangat memungkinkan untuk melibatkan para investor. Di beberapa negara, ungkap Sulaiman Gafur, pembangunan kawasan industri dan pelabuhan internasional semacam ini bukan sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah.  Ini bisa dilakukan jika pihak swasta diberikan kewenangan untuk mengelola kasawan tersebut dengan payung hukum yang jelas dan kuat, misalnya diwujudkan dengan hak pengelolaan kawasan tersebut untuk waktu 30 tahun dan beberapa opsi kerjasama lainnya.

“Selain itu juga diperlukan sinergi yang baik antara pemerintah dan para investor.  Satu contoh adalah kesediaan grup usaha Bakrie yang akan membangun pembangkit listrik di Kutai Timur. Mereka tentu berharap agar KIPI Maloy ini bisa diwujudkan sehingga investor lain bisa memanfaatkan listrik yang akan disiapkan. Jadi harus saling bersinergi,” tegas mantan Asisten II Sekprov Kaltim tersebut.

Sulaiman Gafur juga berharap agar wakil-wakil rakyat Kaltim yang ada di DPR RI dapat membantu memberi dukungan dan meyakinkan pemerintah  pusat untuk kelancaran pembangunan KIPI Maloy tersebut.

“Wakil rakyat asal pemilihan Kaltim harus memiliki tanggungjawab yang kuat untuk membantu mewujudkan, bukan hanya keinginan masyarakat Kaltim, tetapi kebutuhan masyarakat Kaltim. Misalnya bagaimana agar bisa merebut  anggaran-anggaran pusat. Keperluan anggaran nasional pasti besar, namun jika melihat kontribusi Kaltim yang luar biasa ke pusat, rasanya tuntutan anggaran ini masih sangat wajar,”
Sulaiman Gafur menegaskan, dengan kerja keras dan komunikasi yang terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait, ia sangat yakin KIPI Maloy ini akan terwujud. (vb/sam)

Artikel terkait :

  • Indonesia Lemah Dalam Diversifikasi Turunan Minyak CPO
  • Kutai Kartanegara Tak Dapat Penuhi Permintaan Lada dari Eropa
  • Kaltim Bentuk Tim Percepatan Pembangunan KIPI Maloy
  • Depag Seharusnya Terdepan Ciptakan Pemerintahan Bebas KKN
  • Gubernur Kaltim : Pembangunan KIPI Maloy Terus Dilanjutkan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

online counter