STAI Balikpapan Wisuda 138 Sarjana Pendidikan Agama

October 7, 2012 by  
Filed under Balikpapan

Balikpapan-vivaborneo.com, Pendidikan agama saat ini masih dirasakan sangat kurang, padahal anak-anak sekarang berhadapan dengan persoalan global. Dengan pendidikan yang sangat terbatas ini, diharapkan  guru agama dapat melakukan pendidikan yang efektif.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan Rizal Efendi ppada 138 wisudanwan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Khaldun Balikpapan Angkatan XIII di Hotel Grand Tiga Mustika, Sabtu (6/10).

Dikatakan, anak Kalimantan Timur dibesarkan oleh sumber daya alam yang sangat luar biasa. Jika tidak memiliki landasan agama yang kuat akan menghasilkan mudarat.

Sementara itu, Ketua STAI Balikpapan Al Wardah berharap lulusan STAI Ibnu Khaldun dapat menjadi sarjana pendidikan agama yang memiliki kualifikasi akademik dan kopentensi kependidikan serta dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan agama Islam.

Para lulusan sarjana yang diwisuda ini juga hendaknya mampu memberikan kontribusi pendidikan yang positif dalam pembentukan moral dan ahlak anak bangsa menuju terciptanya Kota Balikpapan Madinatil Iman.

Ketua Yayasan STAI Ibnu Khaldun Anang Anwary pada kesempatan yang sama mengatakan para sarjana nantinya akan menghadapi dua tantangan yaitu sebagai pendidik agama Islam harus mampu memberikan ilmu yang didapat kepada anak didik. Tantangan lainnya, para lulusan ini akan merasakan semakin banyak ilmu yang diajarkan kepada anak didik, maka akan semakin dirasakan kurangnya ilmu yang dimiliki. Karenanya para sarjana hendaknya harus mampu terus mengasah kemampuan dan terus menimba ilmu.

Tampil sebagai lulusan terbaik angkatan XIII ini Muhamad Tohari dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.88 Novian Rahadi sebagai terbaik kedua dengan IPK 3.50 serta Rita Sahara dengan IPK 3.38.(vb/wid)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.